Another Story From Interview Session

Mungkin selama setahun ini aku kerja di perusahaan ini, Jumat minggu kemarin menjadi salah satu sesi interview yang menarik buatku. Kali ini bukan lagi sarjana S3 yang kesulitan mencari pekerjaan, ataupun lulusan teknik yang setahun lebih tidak bekerja tapi tidak melakukan sesuatu tapi lebih ke succes story dari mereka yang sudah berada di posisi managerial. Mereka berbagi cerita mengenai aktivitas mereka, mereka begitu antusias dengan sesi interview ini.

Cerita mereka mengenai pekerjaan mereka menambah banyak informasi baru buatku. Kisah mereka mengingatkanku bahwa setinggi apapun posisi kita, sebesar apapun perusahaan kita, kita sebenarnya tidak dalam posisi yang sangat aman. Ada banyak “angin” yang dapat menerpa posisi aman kita itu. Posisi tinggi artinya semakin banyak orang yang memperhatikan tindak-tanduk kita, salah dikit saja pasti kita jadi sorotan, musuh terselubung pun mungkin semakin banyak. Perusahaan besar sekalipun bisa goyang dan yang pasti akan membuat resah para karyawannya.

Hal yang menarik buatku dari interview itu adalah bahwa aku sedang menghadapi situasi di mana para karyawan di kantorku sedang resah. Resah dan tidak nyaman dengan segala macam perubahan yang terjadi di kantor. Entah itu perubahan kebijakan, perubahan posisi, dan lain sebagainya. Beberapa dari mereka marah, bahkan menghujat, beberapa lainnya hanya diam dan ngedumel sendiri. Perubahan itu memang membuat mereka tidak nyaman dan tidak aman. Namun, bagaimana cara mereka menghadapi ketidakamanan dan ketidaknyamanan itu lah yang akan menentukan hasil akhir.

Kadang aku heran juga kenapa orang baru memutuskan berubah ketika posisi mereka sudah tidak aman lagi. Bagaimana jika hal itu sudah terlambat? Perubahan yang mereka lakukan ternyata sudah tidak berguna lagi. Tapi somehow melihat orang berubah menjadi lebih baik seperti yang kita harapkan itu ternyata menyenangkan, meskipun sebelumnya kita sempat tarik urat tarik nafas berlinang air mata memfasilitasi mereka untuk berubah.

Well, memang sampai kapanpun perubahan itu akan selalu ada dan perubahan itu tidak enak. Tidak enak dari berbagai pihak, tidak enak di awal namun menyenangkan pada akhirnya.

Selamat mengeksekusi perubahan.

Selamat mengelola perubahan.

The Festive, The Tradition, The whatever about Family

Bagi aku dalam satu tahun itu ada 3 kali masa membuat resolusi, doa, harapan atau apapun itu. Yang pertama adalah tahun baru 1 Januari. Kalau ada resolusi yang tertinggal, aku masih berkesempatan untuk membuat resoulsi ketika Chinese New Year. Yang berikutnya adalah saat ulang tahunku di bulan April.

Seperti biasanya, resolusi ini berupa doa dan harapan aku di tahun yang baru. Biasanya juga aku beresolusi diiringi doa dari orang-orang di sekitarku yang kurang lebih mungkin ada yang sama dengan resolusi yang aku buat di moment tersebut. Well, begitu pun di tahun ini, rasa-rasanya aku lebih banyak menerima doa dari orang-orang di sekitarku.

Kalau biasanya moment kumpul keluarga jadi momok menakutkan buat yang single karena akan ditanya seputar pasangan, tahun ini berubah menjadi harapan. Seperti misalkan harapan dari para tetua bahwa tahun depan sudah harus bagi angpao, bukan menerima angpao. Selain itu ada pula harapan bahwa tahun depan bisa punya rumah dan mobil. Karena wujudnya harapan, dan bukan pertanyaan retoris maka ngedengernya pun lebih enak. Ketika ngedengernya enak, maka harapan itu pun bisa diresapi sehingga kita seolah lebih termotivasi untuk mewujudkannya.

Tradisi lain yang juga sangat kental dalam moment tahun baru adalah tradisi kumpul keluarga. Tidak hanya di China, namun hampir di seluruh negara, orang akan berkumpul dengan keluarganya untuk merayakan tahun baru. Kumpul keluarga yang seiring dengan berjalannya waktu akan membuat kita memaknainya dengan cara yang berbeda dari tahun ke tahun. Yang jelas ini hanyalah tradisi dari sebuah festival yang mencoba menarik kita dari kesibukan sehari-hari sepanjang setahun itu kembali pada asal kita, kembali ke rumah kita.

Home is a place when love is the foundation ^^

Happy Chinese New Year! Please welcome the Goat Year :)

Traveller’s Note #5

Narasumber traveller’s note kali ini adalah seorang akuntan publik yang punya jadwal kerja sangat padat. Tapi di tengah kesibukannya, Fendra (begitu ia biasa dipanggil) masih sempat melakukan travelling ke tempat-tempat pelosok di Indonesia. Berikut adalah petikan ceritanya yang simpel.
1. Kesibukan sekarang apa?
Kerja
2. Sejak kapan mulai suka travelling?
awal tahun 2013
3. Tempat favorit dari semua tujuan travelling yang pernah dikunjungi? kenapa?
Gili trawangan, tempatnya asik buat santai
4. Lebih suka travelling sendiri atau ditemenin? Sama siapa?
lebih suka rame2 sama temen, biar seruu
5. Kejadian mengesankan selama travelling?
    nyari taksi di daerah legian pagi2 buat ke bandara, mau flight ke Lombok.
6. Pelajaran berharga apa aja yang pernah di dapetin selama travelling?
lebih mendekatkan 1 sama lain, baik teman, pacar atau keluarga
7. Tantangannya setiap kali mau traveling?
cuti,, hahaha
8. Siapa tokoh inspirasi dalam bidang travelling?
nobody, you don’t need someone to inspire you for travelling :)
9. Target next destination? Masih mau kemana lagi? Kenapa?
RAJA AMPAT, mumpung masih bagus
10. Pesan-pesan untuk traveller pemula?
jalan2 di Indonesia dulu hehe

Management

Dari dulu sejak sekolah, pelajaran tentang manajemen masuk di mata pelajaran Ekonomi. Sekedar pembahsaan mengawang-ngawang yang diajarkan ke anak SMP/SMA yang bahkan membayangkannya saja agak sulit, kecuali dikasih contoh ketua kelas dan murid-murid di kelasnya. Tapi sayangnya zaman aku sekolah belum ada guru yang cukup kreatif memberi contoh. Ketika di SMA, aku cukup salut dengan Ibu Anastasia yang mencoba membuat pelajaran ekonomi jadi lebih menyenangkan dengan beragam teknik. Meskipun lagi-lagi contoh yang diberikan kadang kurang kongkrit.

Masuk ke kuliah, aku ketemu lagi dengan mata kuliah Dasar-dasar manajemen yang berlanjut ke Psikologi Industri Organisasi (PIO). Dimana, pembahasan menjadi lebih dalam dan luas ketika masuk di kuliah. Aku suka sih, tapi niatku belum kesana ketika itu karena aku pun berpikir kalau aku gak mungkinlah jadi manager. Tapi semua itu berubah ketika pelan-pelan aku mulai aktif terlibat di kegiatan organisasi kampus yang membuatku bertemu dengan banyak orang. Dalam situasi sosial seperti ini, mau tidak mau kemampuan manajemen pun muncul. Setiap orang dituntut untuk dapat mengelola kehidupannya, baik pribadi maupun dalam kelompok.

Awalnya aku cukup senang karena sedikit banyak pengalaman manajemen yang aku dapatkan di kampus membuat aku tidak terlalu mengalaim culture shock di dunia kerja. Tapi ternyata seiring dengan berjalannya waktu permasalahan yang aku hadapi pun semakin kompleks dan beragam kadang ada yang tidak bisa diselesaikan dengan pengalaman-pengalaman yang aku dapatkan selama ini. Aku pun kembali harus belajar lagi, kembali mencoba mengenali diri lagi tentang kelemahanku. Really a week full of lesson.

Jenuh

Aku tidak meminta lebih

Aku berjalan seirama dengan detak jantungku

Aku berjalan sampai aku merasa lelah

Lelah yang menorehkan jenuh

Aku melangkah meninggalkaan jejak

Aku berucap tegakkan kebenaran

Aku berjuang membela kebaikan hati

Kebaikan hati yang menorehkan luka

Berjalan itu bukan karena benar

Berhenti itu bukan karena salah

Berjalan itu untuk mencari kebenaran

dan berhenti untuk memperbaiki kesalahan

Mungkin lelah dan jenuh itu jadi alarm

Mengingatkan kita untuk berhenti

Berhenti sejenak untuk memulai lagi

Renungan Pagi – What does Company Hire You to Do?

Pagi ini aku mendapat sebuah e-mail yang isinya sangat menohok. Silahkan direnungi sendiri apakah Anda memposisikan diri Anda sebagai pemilik perusahaan, sebagai leader dari sebuah tim, ataukah sebagai karyawan sebuah perusahaan. Isi tulisan ini mungkin saja seringkali kita dengar/baca dari leader-leader maupun trainer-trainer atau apapun lah itu yang berbau motivator. Buatku sendiri, tulisan ini menambah wawasan how to manage people and how to being a people manager. Kenapa aku sebut people manager? karena sebagai Human Resource Department, aku memiliki tanggung jawab untuk mengelola karyawan.

Tulisan ini membuat aku merefleksikan diri sendiri dan organisasi tempat aku bekerja sekarang. Apakah aku sudah cukup bijak sebagai orang tengah di orgnisasi? Apakah aku sudah cukup tegas? Apakah aku sudah cukup disiplin? Well, yah pertanyaan-pertanyaan semacam itu. Belum lagi insight-insight yang muncul seperti karyawan itu seperti wanita yang selalu ingin dimengerti, tapi kadang mereka tidak bisa mencoba menyelami perusahaan mereka sendiri untuk lebih dapat memahami perusahaannya. Perusahaan itu ada baiknya juga menganggap karyawan adalah customer mereka yang harus selalu dilayani, begitu juga sebaliknya.

Penulisnya sendiri adalah seorang pengusaha China yang membangun website online shop alibaba.com. Tulisannya ini banyak di kutip oleh para blogger di China. Tulisan ini juga banyak menginspirasi para pengusaha di China. Tulisan ini menggunakan Bahasa Mandarin yang tidak biasa, kalau di Indonesia mungkin sekelas dengan Bahasa peribahasa. Namun, ada beberapa kalimat yang terkesan simple tapi artinya berat juga.

云:公司你来干嘛?(句句令人震撼,不看憾!)

(MaYun: Why does Company Hire you? (Every words is shocking, you will regret if you didn’t read it)

  

公司请你做什么?

(What does Company hire you to do?)

请你来是解决问题而不是制造问题

(Hire you to SOLVE problem and NOT to CREATE problem)

如果你不能发现问题或解决不料问题,你本人就是一个问题

(If you cannot find the problem or solve the problem, then you are part of the problem)

你能解决多大的问题,你就坐多高的位子

(The bigger the matter you can solve, the higher a position you can achieve)

你能解决多少问题,你就能拿多少薪水

(How many problems you can solve, determines the level of your salary)

让解决问题的人高升,让制造问题的人让位,让抱怨问题的人下课

(Let those who solve problems rise, let those create problem give way, let those who complain be terminated)

问题就是你的机会

(Problem is your opportunity)

1、公司的问题:就是你改善的机会;

(Company prob: Is your opportunity to improve)

2、客户的问题:就是你提供服务的机会;

(Customer prob: Is your opportunity to service)

3、自己的问题:就是你成长的机会;

(Own prob: Is your opportunity to grow)

4、同事的问题:就是你提供支持建立合作机会;

(Colleagues prob: Is your opportunity to provide support and to establishe cooperation)

5、领导的问题:就是你积极解决获得信任的机会;

(Leadership Prob: Is your opportunity to provide solution and to gain trust)

6、竞争对手的问题:就是你变强的机会;

(Competition prob: Is your opportunity to become strongger/better)

不要易离你要从零做起

(Do not easily leave the Team, or you will have to start from ZERO again)

1、不要老想着做不顺就放弃,哪个团队都有问题,哪个团队都有优点;

(Do not easily think of giving up when ecountering an obsticle, every team has its own problems and its own merit)

2、跟对领导很重要,愿意教你的,放手让你做的领导,绝对要珍惜;

(Following a correct leader is important, cherish those leaders who teaches you and letting you have independence)

3、团队的问题就是你脱颖而出的机会,抱怨和埋怨团队就是打自己耳光,说自己无能,更是在放弃机会;

(Problems for the team is your chance to perform, complaining and blaming your team is like hitting your own ear, saying your are not capable is like giving up your chance)

4、心怀感恩之心,感谢系统给你平台,感谢伙伴给你配合;

(Have a thankful heart, giving thanks to systems for the stage, giving thanks for your partners’ cooperation)

5、创造利润是你存在的核心价值,创业不是做慈善;

(Creating profit is at the core of your being/existance, entrepreneurship is not for charity)

6、遇到问题请先思考,只反映问题是初级水平,思考并解决问题才是高级水平; (When encountering a problem do think first, when only reflecting a problem, it is a novice level, thinking and solving problem is advance level)

能最后享受胜利成果

(Who enjoy the final success?)

第一:能始终跟着团队一起成长的人;

(Those people who grows with the team)

第二:对团队的前景始终看好的人;

(Those who feel excited at the prospect for the team)

第三:在团队不断的探索中能找到自己位置的人;

(Those who can continuously find their own position in the team)

第四:为了团队新的目标不断学习新东西的人;

(Those who along with new targets can continuously improve and learn new things)

第五:抗压能力强且有耐性的人;

(Those who can stand pressure have patient)

第六:与团队同心同德、同舟共济、同甘共苦的人;

(Those who share common goals with the team, help each other and share weal and woe)

第七:不计较个人得失,顾全大局的人;

(Those who don’t fuss about personal gain and take care of the bigger picture)

第八:雄心博大,德才兼备,有奉献的人;

(Those who have big heart, ability, high moral, and can contribute)

只为成功找方法,不为失败找借口

(Only finding ways to succeed and not finding excuses for failures)

第一段,

你的责任就是你的方向;

(You responsibility is your direction)

你的经历就是你的资本;

(Your experience is your asset)

你的性格就是你的命运;

(Your character is your destiny)

第二段
复杂的事情简单做,你就是专家;

(Do complex things simple, you are a specialist)

简单的事情重复做,你就是行家;

(Repeating simple things, your are the expert)

重复的事情用心做,你就是赢家;

(Repeating things using heart, your are the winner)

第三段
美好是属于自信者的;

(Positive future belongs to those with self-confidence)

机会是属于开拓者的;

(Opportunity belongs to who seeks)

奇迹是属于执著者的;

(Miracles belongs to those who persist)

你若不想做,总会找到借口;

(If you do not want to do it, you will always find excuses)

你若真想做,总会找到方法;

(If you really want to do it, you will find ways to do it)

对领导而言他就格要求他!

(For Leaders: If you love them, be strict with them)

 

1、对你有严格要求的领导,才是能真正帮助你成长的好领导,使我痛苦者,必使我强大;

(Leaders who are strict and have high demads for you, are truly good leaders who want to help you grow. Those who make me suffer will make me stronger)

2、任何强大公司都不会给下属安全感,用最残忍方式激发每个人变得强大,自强不息;

(No matter how big a company is, they will not give the subordinate a sense of security/safety, only by using the cruelest way in order to inspire everyone to become stronger and more energetic)

3、凡是想办法给下属安全感的公司都会毁灭的,因为再强大的人,在温顺的环境中都会失去狼性;

(Those company who let the subordinate have a sense of security/safety will bound to fail, because no matter how capable a person is, in a warm and meak environment, will loses his aggresiveness)

4、凡是想方设法逼出员工能力,开发员工潜力的公司都会升腾不息,因为在这种环境下,要么变成狼,要么被狼吃掉;

(For all things, it is better to force the limit of the employee; companies that can tap the potential of the employees will grow. In this competitive environment, either becomes the wolf or being eaten by the wolf)

5、最不给员工安全感的公司,其实给了真正的安全感,因为逼出了他们的强大,逼出了他们的成长,也因此他们有了未来;

(For those companies that do not give sense of security/safety, is actually giving them the most security/safety because this will force them to become stronger, forcing them to grow thus giving them a future)

6、如果真的爱你的下属,就考核他,要求他,高要求,高目标,高标准,逼迫他成长;

(If you really love your subordinate, then assess them, demand high from them, high target and high standard, force them to grow)

7、如果你碍于情面,低目标,低要求,低标准养了一群小绵羊、老油条,小白兔。这是对下属最大的不负责任! 因为这只会助长他们的任性、嫉妒和懒惰;

(If you are afraid of hurting their feelings, give them low target, low demand, low standard will only keep sheeps, rabbits. This is the most irresponsible thing to a subordinate. This will only grow their willfulness, sense of envy and laziness)

让你的下属因为你而成长,拥有正确的人生观,价值观,并具备了完善的品行

(Let your subordinate grow with you, equip them with the right outlook of life, correct values and a sound character)
让员工不断的成长,就是领导对下属最伟大的爱

(Let your subordinate grow continuously, is the leaders greatest love to the subordinate)

______________________

Planning A Trip

Originally posted on Rumah Jalan:

Semakin ke sini, semakin banyak travel blogger bermunculan, mulai dari yang sudah jadi seleb blogger sampai yang amatiran. Sebagai kelanjutan dari membeli tiket promo salah satu budget airlines, akupun mencari berbagai macam info yang aku butuhkan untuk trip ini. Mulai dari tiket promo untuk pulangnya, tiket pesawat di tempat tujuan untuk mengunjungi kota lain, sampai tempat-tempat yang bisa dikunjungi selama disana.

Ternyata meng-arrange sebuah trip itu sama serunya dengan melakukan perjalanan tersebut. Trip yang akan berlangsung di bulan Oktober ini sudah mulai aku susun dari sekarang. Akan ada 2 tujuan utama selama trip ini, yaitu Boracay di Filipina, dan Seoul di Korea Selatan. Harapannya sih aku bisa menjalani trip ini dengan lancar dan bisa dapet pelajaran berharga. Let’s make a wish.

Berawal dari ajakan seorang teman kantor, dan berpegangan pada modal nekat, akhirnya terbelilah sudah tiket PP Jakarta-Manila dan Manila-Incheon, plus tiket Manila-Boracay, so masih ada 3tiket lagi yang perlu kami…

View original 253 more words

Welcoming 2015!

Terima kasih 2014 untuk menjadi sebuah tahun yang begitu lengkap, yang kurang lebih mirip dengan 2013 yang lalu. 2014 ini aa take and give, ada yang datang dan ada yang pergi. 2014 ini juga jadi pembuktiaan bahwa pencapaian demi pencapaian itu pada akhirnya aku membawa kita pada situasi dimana kita harus menjaganya dengan baik. It’s not only how to get but how to maintain.

2014 in review

Januari

2 January 2014, dalam suasana makan siang bersama keluarga, aku menerima telepon dari my former manager. Sebuah tawaran kerja yang pada akhirnya aku terima. Bulan ini jadi bulan yang padat buatku, selain ujian akhir thesis dan segala persiapannya. Aku juga menghadiri beberapa interview kerja. Really a good way to entering a new year.

Februari

Februari aku lebih banyak menghabiskan waktu dengan keluarga ditambah kehadiran baby dari koko yang sangat ditunggu-tunggu keluarga kami. Seneng banget rasanya punya ponakan asli dari saudara kandung sendiri.The baby girl is so pretty and cute. Di bulan ini pula aku bersiap menerima persahabatan yang baru dari orang-orang kantor baru. Aku belum resmi bekerja tapi aku sudah ikut terjun ke salah satu event kantor. Di bulan ini juga tawaran kerja dari BCA muncul dan sempat membuat aku pusing 7 keliling.

Maret

New month with new job. Really can’t describe my feeling this month. Aku resmi bekerja di kantor aku yang sekarang dengan segala passion aku. Di sisi lain BCA masih menawarkan segala pesonanya namun bukan dengan posisi yang aku ingingkan. Really a hard time to decide. Pusing, takut dan aku tidak berani membayangkan apapun resiko dari setiap pilihan yang aku ambil. Maafkan aku mama karena kali ini aku harus mengecewakanmu dengan tidak memilih pilihanmu. Tapi saat itu aku yakin aku dapat berjuang dan berusaha untuk bisa sukses di jalurku sendiri. Sometimes High risk followed by high return.

April

April really a roller coaster month for me. Ditinggalkan HRD sebelumnya di kantor dengan segala ketidaksiapan aku menerima pekerjaan yang sangat aku hindari. Bulan ini juga aku disumpah untuk menjalani profesi sebagai Psiklog sekaligus wisuda. Different bday karena aku berada dalam lingkungan baru yang belum mengetahui bday aku. Tapi akhirnya mereka memberikan suprise yang cukup mengesankan. Ada satu pelajaran berharga yang aku dapatkan di bulan ini bahwa kita harus menghargai setiap detik waktu bersama dengan orang-orang yang kita cintai, meskipun kadang kita harus mengorbankan satu hal lainnya.

Mei

14 tahun kerusuhan Mei 1998, bertepatan dengan ramai-ramai pilpres yang mencalonkan salah satu tokoh yang paling santer dibicarakan kalau lagi ngomong soal kerusuhan itu. Banyak orang yang lantas membuka kembali catatan hitam sejarah tersebut, tapi banyak juga orang yang bersedia menerima kembali tokoh tersebut. 1-2  bulan ini belajar tanggung jawab baru di kantor, termasuk tanggung jawab terhadap seluruh dapur karyawan yang akan berimbas kalau sampai aku telat hitung payroll.

Juni

Baliiiii Here I come! Tapi kali ini untuk business trip dan hanya satu malam. Really a hard thing to do to be a leader, the title itslef doesn’t ensure that u already had the capabilitites to be in that position. Sebuah peristiwa mengejutkan terjadi dan aku pun belajar bahwa untuk menjadi leader itu seseorang tidak hanya cukup punya otak yang pintar tapi dia juga harus punya attitude.

Juli

Can’t think that politic can be this interesting. Pilpres yang akhirnya membuat ramai dunia sosmed maupun berita-berita. Akhirnya Indonesia memilih seorang Presiden yang berbeda dari biasanya, seorang tukang kayu yang merakyat dan bukan dari militer. Bulan ini juga menjadi awal your de’ hospital sampai 2 bulan ke depan. Diawali ke rumah sakit karena koko nabrak motor, di lanjutkan besoknya karena Kuku Gede sakit.

Agustus

Pertama kali mecat orang dan pertama kali get overwhelmed dengan berbagai pelajaran baru di kantor. I have one coach that inspire me much in office. Well rasanya ketemu ama orang yang “batu” itu kadang bikin gemes pengen maki-maki orang itu. Belum lagi kegiatan cari muka yang jadi hobi tetap orang itu.

September

Kehilangan 3 orang anggota keluarga dekat, membuat aku speechless. Sebuah pelajaran untuk percaya pada takdir dan percaya pada muzijat. Di bulan ini pun kerjaan di kantor sedang turun naek. Really can’t describe this month padahal 10 tahun yang lalu bulan ini menjadi bulan di mana aku mengawali kehidupan rantauku di Beijing.

Oktober

Bali again!! Yes aku ke Bali lagi untuk acara pernikahan sepupu aku yang ototmatis satu keluarga besar pun pergi. Lagi-lagi Bali membuat aku belajar, kali ini belajar untuk jadi tour guide meskipun aku sendiri belum jelas di Bali ada tempat enak apa aja untuk orang tua bersantai. Unexpected trip juga terjadi bulan ini, naek becak dari stasiun Cirebon sampai akhirnya naek bus menuju Tanjung. Selain itu, di kantor aku mengalami sebuah dilema maha dahsyat dalam menjalani peran aku yang multi peran.

November

Was it a special month? Yes it was. Special karena di bulan ini aku merasakan dilema atasan-bawahan. How to keep close with employee but still doing a right thing for company. Ada banyak ketakutan aku di bulan ini karena satu dan lain hal yang berhubungan dengan kerjaan, tapi di bulan ini aku belajar untuk selalu menjadi lebih baik di setiap kesempatan. Tapi di sisi lain, aku bersyukur karena aku punya keluarga dan childhood mate yang selalu bisa membuat aku tersenyum kembali meskipun aku sedang pusing kerjaan. Ahok yang menjadi Gubernur Jakarta di bulan ini rasanya menjadi role model yang baik buat aku untuk belajar tegas.

Desember

A month full of experience and positive surrounding. Bulan ini kerjaan mulai sibuk mendadak, tapi di satu sisi ada rasa jenuh juga apalagi ada kasus efisiensi tenaga kerja yang membuat aku mengalami sebuah peristiwa luar biasa. Di bulan ini juga aku tidak berhenti belajar, belajar arti tanggung jawab, belajar mengambil keputusan, dan berbagai peran manajemen lainnya. Really a tough month but I really appreciate this month. Family gathering pun jadi momen aku menutup tahun ini. Berharap kehidupan yang lebih baik dan lebih bermakna.

Begitulah 2014 aku jalani dengan berbagai kejadian dan pengalaman. Aku menutup tahun 2014 dengan sebuah perenungan akibat peristiwa kecelakaan Air Asia QZ 8501 dan office lunch terakhir di 2014. Hari itu aku makan siang dengan beberapa teman kantor di kantin Atma Jaya which is ini adalah kantin yang sebelahnya merupakan Rumah Duka. Tiba-tiba hari itu terbersit pemekiran bahwa bagi mereka yang sedang berduka hari itu bukan lagi menjadi malam pergantian tahun begitu pula dengan para keluarga korban Air Asia. Sebuah perenungan bahwa hidup itu sangat tidak dapat diprediksi dan kita sebagai manusialah yang harus terus berjuang menghargai setaip detik waktu kehidupan untuk diisi dengan hal berharga untuk orang-orang yang berarti untuk kita.

Ngomongin tahun baru, ngomongin juga soal resolusi. Mungkin di 2014 ini aku tidak berharap banyak dan hanya fokus pada 2 wish. Wish untuk mengenapi resolusi berulang dan wish untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi. Bagiku sendiri, 2014 ini menjadi tahun berpikir karena aku lebih banyak berpikir dan mendapat pencerahan daripada melakukan sesuatu yang bearti besar. Ada beberapa hal yang sangat ingin aku lakukan di 2015 dan semoga aku dapat melaksanakannya dengan baik:

1. Blog Rumahjalan

2. Korea and FIlipina Trip

3. More time with family

4. More discipline for me

5. Belajar ngatur keuangan

6: Family Trip

7. Memenuhi resolusi berulang

Setidaknya tujuh hal ini menjadi penyemangat aku untuk menjalani tahun 2015 dengan lebih baik lagi. Tentunya aku tetap berharap aku bisa menjalani kehidupan yang berguna untuk orang-orang di sekitarku, keluarga, sahabat, karyawan, bahkan orang yang tidak aku kenal sekalipun.

Terima kasih untuk 2014 yang begitu penuh lika-liku dan juga penuh dengan berkah.

Hi 2015, Welcome to my life! I’m ready..

Supernova: Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh (Movie)

Selesai membaca Supernova Gelombang kurang lebih sebulan yang lalu, aku akhirnya menonton film yang diangkat dari seri pertama Novel Supernova. Jujur saja, aku sudah lupa sama sekali dengan cerita yang ada di Novel ini, sehingga aku tidak punya ekspektasi apa-apa ketika menonton filmnya. Akhirnya aku hanya mencoba menonton dan menikmati apa yang disajikan, berbeda dengan Perahu Kertas yang hampir semua detail ceritanya aku hafal mati.

Untuk sinopsis dari film ini, tidak banyak yang bisa diceritakan karena film ini sebenarnya hanya ingin menceritakan kehidupan sepasang gay yang berjanji untuk menelurkan sebuah novel roman-science yang dapat mengetarkan hati banyak orang. Namun, seiring dengan berjalannya cerita yang mereka buat mereka menyadari bahwa tokoh DIva yang mereka ciptakan ternyata ada di dunia nyata. Dalam kisah yang mereka buat, ada 3 orang tokoh yang terlibat cinta segitiga yang terlarang. Sampai disini, cerita masih seperti kehidupan manusia pada umumnya sampai akhirnya muncul sosok bernama Diva yang bernama Supernova. Supernova yang menghubungkan mereka bertiga.

Secara keseluruhan cerita, bagi mereka yang tidak terbiasa dengan gaya bahasa Dee pasti akan merasa film ini sangat berat karena hampir di sepanjang film terselip bahasa-bahasa puitis. Bagi mereka yang juga belum pernah membaca novelnya mungkin akan kesulitan menangkap jalan cerita dari film ini. Mungkin bisa bertanya “Supernova” itu siapa sih?”, ” Endingnya kok aneh sih?” Setidaknya ketika nonton film ini aku pun bingung supernova itu tokoh virtual apa model yang melacurkan diri?

Dari segi penyuntingan dan pengambilan gambar, film ini tampil sangat baik, tidak ada keanehan ataupun sesuatu yang tampak tidak pas. Sutradara pun dapat membawa penonton seolah berada di Jakarta yang futuristik. Plot yang dibuat bolak-balik pun juga tidak terasa menganggu.Tapi sayangnya sang sutradara tidak sedetail sutradara Perahu Kertas yang memperhatikan setting waktu dari film ini. Di film ini tidak disebutkan dengan jelas setting tahun dan lain sebagainya. Mau dibilang futuristik Jakarta, tapi tahun yang ada di novel adalah tahun 2000-an awal.

Selain itu, pemilihan cast untuk film ini agak sedikit maksa. Entah kenapa tokoh utama dalam film ini merupakan pemain yang sama di 5cm, terlepas dari produser film ini memang sama. Dari beberapa cast di sini, hanya Junot (Herjunot Ali) yang berhasil memainkan peran sebagai Ferre dengan apik, yah meskipun dia agak terlalu kerempeng untuk memerankan seorang eksmud. Raline Shah yang berperan sebagai Rana tampak terlihat kaku dalam beberapa percakapan meskipun untuk mimik dan gerakannya sudah cukup baik. Di beberapa review pun Raline dikatakan tidak dapat menampilkan adegan menangis dengan sempurna. Buatku, Raline bermain baik di beberapa adegan bahagia, tetapi emosinya kurang terasa ketika adegan sedihnya.

Tokoh lain yang boleh dibilang menurunkan kualitas film ini adalah tokoh Diva si Supernova. Tokoh yang seharusnya jadi kunci utama di novel ini, malah terlihat aneh. Dari penampilan fisik, Paula Verhoeven yang tampak blesteran itu memang sudah cocok untuk peran sebagai Diva yang juga seorang model. Namun sayangnya ia kurang centil jika harus digambarkan sebagi pelacur. Selain itu, pelafalannya untuk beberapa narasi seperti yang ada di prolog sangat-sangat jauh dari sempurna. Logat Indonesianya yang masih kaku dan suara cadelnya membuat prolog yang harusnya jadi penarik orang masuk ke dalam cerita akhirnya jadi seperti narasi sambil lalu saja.

Terakhir, Fedi Nuril sebagai Arwin entah kenapa aku kurang suka perannya di sini. Fedi Nuril di film-film sebelumnya selalu punya daya pikatnya sendiri, tapi di film ini dia seperti tidak terlihat sama sekali. Entah karena perannya yang memang tidak penting atau karena sutradaranya kurang pandai memolesnya. Really don’t like it.

Over all, film ini bisa dikasih point 7-8 dari 10. Memang sepertinya tidak mudah untuk mengadaptasi novel menjadi film, tapi dengan munculnya film Supernova ini semoga menjadi pendorong untuk munculnya film Supernova seri yang lain. Film ini juga berhasil membuat aku berniat membaca ulang semua buku-bukunya dari awal.

Everyone has Their Own Problem

Jumat kemarin, jadi salah satu Jumat yang cukup berkesan buatku, Jumat yang menjadi kelanjutan dari pelajaran yang aku dapatkan beberapa hari sebelumnya.

DI hari Jumat ini aku dihadapkan pada kenyataan bahwa social support adalah salah satu hal paling penting yang dibutuhkan seseorang ketika menghadapi sebuah peristiwa yang menyakitkan. Kenyataan bahwa kita mengetahui ada orang lain yang memiliki nasib lebih buruk dari kita, dan juga kenyataan bahwa kita bisa membenamkan bahu kita untuk meluapkan segala perasaan tidak enak yang ada, adalah sebuah anugerah yang sangat bermakna bagi mereka yang sedang menghadapi masalah dalam hidup.

Suatu berkah lain yang juga patut aku syukuri adalah di tengah pekerjaan yang sedang kurang baik buatku, aku ada di sana untuk menjadi pegangan buat beberapa orang yang sedang butuh pegangan. Meskipun sayangnya aku menjadi pemberi kabar yang membuat mereka membutuhka pegangan. Tapi di sisi lain, akulah orang pertama yang bisa mereka gapai ketika mereka tidak sanggup lagi berdiri sendiri. Beberapa reaksi emosi aku saksikan hari itu, reaksi emosi yang mungkin bisa juga mereka sembunyikan jika mereka sanggup. Reaksi emosi inilah yang membuat aku sadar kalau setiap orang dapat menyikapi hal yang sama dengan cara yang berbeda. Semakin dewasa seseorang, maka semakin pandailah seharusnya ia mengelola emosinya. Rasanya keadaan emosional ku yang kurang baik hari itu, dapat aku redam sedikit banyak ketika aku harus menjadi pegangan bagi mereka.

Thanks for this nice experience.