Hey April!

It’s a glance of time that the new year coming to April, that winter wind changing to spring blossoms. Five more days my age added one year and I don’t know how to express my gratitude for what ever happened in my life. There’re too many blessings that I received, there’re too many lesson learned.

I keep adjusting for whatever changed in my life. I keep trying to understand people. Somehow I feel tired to move, I asked to rest. But as time goes by I realize that how life it is. You need to keep moving but sometime you need to have a rest.

I feel amazed for every great people that I met with every breathtaking experience that I got from them. There’s a time when they taught me to be brave and stronger. Sometimes you need to face a wall to build door, but sometimes you need a map so you won’t face the wall.

It’s important to live your life and feel thankful for it.

Advertisements

Fear is not Real

Fear is not real. The only place that fear can exist is in our thoughts of the future. It is a product of our imagination, causing us to fear things that do not at present and may not ever exist. That is near insanity Kitai. Do not misunderstand me, danger is very real, but fear is a choice. We are all telling ourselves a story and that day mine changed. (Cypher Raige, After Earth, 2013)

Sebuah obrolan hari ini merucut pada kesimpulan bahwa rasa takut itu perlu di lawan. Bahwa rasa takut itu memutus logika kita. Rasanya aku masih perlu banyak belajar dan bertukar pikiran dengan si pemberi wejangan. Orang yang selama ini banyak menanamkan profesionalitas dalam kamus-ku. Dari dia juga aku belajar tentang ambiguitas dari sebuah loyalitas.

Selain papa-ku, aku banyak belajar tentang kebijaksanaan dari orang ini. Entah kenapa setiap obrolan dengannya selalu bisa membawaku mengurai benang kusut yang ada di pikiranku. Mungkin begitulah gambaran true leader dan memang sampai saat ini aku belum ketemu sosok leader lain yang bisa dijadikan contoh. Meskipun ada beberapa leader lain, namun aku melihat satu paket leader ada di orang ini.

Dari obrolan hari ini aku menarik sebuah benang merah kalau hidup itu tidak perlu dipenuhi rasa takut. Rasa takut itu akan memutus logika kita sehingga kita jadi emosional. Ketika kita menjadi emosional, maka kita akan dengan mudah dikalahkan oleh musuh kita.

Benang merah ini dapat dikaitkan dengan kutipan di atas. Sebuah kalimat yang menunjukkan bahwa sebenarnya rasa takut itu adalah bentukan dari imajinasi kita. Berhubung kita yang membentuknya maka sudah seharusnya kita dapat dengan mudah membunuhnya/menghilangkannya. Dengan hilangnya rasa takut ini harusnya kita bisa menjadi lebih logis dan lebih berhati-hati dalam menghadapi musuh kita.

Well, obrolan satu jam yang mengembalikan rasionalitas. Obrolan yang menyadarkan bahwa aku sudah terlalu banyak bermain dengan emosi. Saatnya memperbaiki diri karena kita bisa berbuat lebih dari yang kita bayangkan. 加油!

2016 Thank You For Being An Adaptive Year

 

Januari

Awal tahun yang diawali dengan Family Trip. Kembali ke sebuah tempat dimana aku memulai impulsive travelling, Malang. Kota Malang seolah bertransformasi menjadi lebih maju dengan menjamurnya hotel-hotel dan tempat makan. Namun, ternyata Batu Night Spectacular (BNS) yang pernah aku kunjungi dulu tidak mengalami perubahan banyak. Family Trip kali ini juga tidak jauh berbeda dengan Family Trip ke Bali 2 tahun yang lalu dimana aku in charge sebagai Tour Leader. Well, 5 hari bersama Orang-orang Tua Lincah ini really a nice and interesting experience for me. Trying to understand their needs, trying to give the best service for them. Still can’t wait for another trips with them.

Selain Family Trip ini, ada juga Reuni angkatan SMA yang menuai banyak cerita lama yang terkuak kembali. Satu hal yang pasti adalah segala macam kejengkelan di masa remaja bisa berubah menjadi persahabatan di masa dewasa. Sebuah hal baru untuk kembali mengenal orang-orang yang dulu pernah menjadi bagian dari hari-hariku di sekolah.

 

Februari

Chinesse New Year tahun ini berbeda karena aku harus in charge menggantikan mama Masak. Tahun ini Mama Pulang ke Jawa untuk merayakan CNY bersama Mama dan adik-adiknya. And It was  her last time to celebrate CNY with her mom. CNY kali ini juga berbeda karena kami menghabiskan malam tahun baru-nya di rumah Apak (Papa’s Big Bro). But yet still CNY akan penuh dengan berbagai festive dan pertemuan dengan saudar-saudara. Yang tidak berubah adalah tahun ini aku masih menerima Angpao even from my Lil’ cousins.

Bulan ini ada Val’s Day yang akhirnya aku habiskan bersama Vici dan Ivany. Val’s Day yang membawaku menjadi jembatan bagi sahabatku untuk meyakinkan bahwa ada orang yang lebih baik untuknya. Well meskipun pada akhirnya usahaku gagal, tapi aku senang karena setidaknya aku sudah berusaha membantu mereka menemukan pilihannya. Well tanpa disadari ini menjadi tahun ke-3 aku melewatkan Val’s Day secara konsisten bersama Vici dan Ivany.

Di bulan ini juga aku bertemu dengan orang baru yang membuat aku ketakutan menerima kebaikan orang itu. Well setidaknya bukan cuma aku yang takut menerima kebaikan dari orang itu. Tapi dari peristiwa ini aku belajar 1st impression itu sangatlah penting. Ketika di awal kita sudah memberi penilaian kepada seseorang, respon kita selanjutnya terhadap orang itu sedikit banyak akan terpengaruh pada penilaian awal itu.

Maret

Another Trip to Bali, the flash packer one, and the strangest one. Ditinggal temen trip karena dia sakit adalah salah satu epic moment dari perjalanan kali ini. Untungnya aku masih punya beberapa teman lain untuk menemaniku jalan dalam waktu yang hanya singkat ini. Pulang dari trip ini aku harus menghadapi sebuah moment pemecatan terhadapa orang yang sudah sangat begitu dekat denganku. What an experience! Sesuatu yang sangat tidak mudah tapi harus aku jalani. Untungnya ada seorang senior yang bisa mendampingiku meskipun aku gak bisa percaya seratus persen sama orang ini.

April

It’s my Month, It’s my time entering 30’s. Nothing much to compare, nothing much to be proud. I just want to be thankful with my life. Pelajaran berharga dari ulang tahun kali ini adalah KADO ulang tahun itu kalah penting dari KEBERSAMAAN kita dengan orang-orang yang kita sayangi di hari ulang tahun.

Di bulan ini muncul kebimbangan karir yang membawaku pada perenungan tentang passion. Mungkin juga ini disebabkan usia yang bagi sebagian orang keramat ini. Aku hanya berharap kalau aku tetap dapat berjuang untuk masa depanku.

Mei

Another trip on this year. Destinasi baru, kota yang belum pernah aku kunjungi, KALIMANTAN. Tujuannya adalah Pulau Derawan yang dikenal sebagai Maldivesnya Indonesia. Ini untuk pertama kalinya juga aku ikut open trip dan bisa kenal dengan teman-teman baru. Sebagaimana biasanya, travelling ini membuat aku semakin kenal dengan diri sendiri. Dalam perjalanan ini aku juga menyempatkan diri untuk merenung dan memikirkan tentang kebimbangan karir yang muncul di bulan sebelumnya. Didukung dengan suasana yang sangat tepat, rasanya liburan ini benar-benar merefresh otak-ku.

Tanpa diduga, aku harus menutup bulan ini dengan sebuah shock therapy. I did a mistake. A mistake that led me to a GREAT life Lesson. Sebuah kesalahan yang membuatku menyentuh kembali rasa kegagalan. Rasa yang tidak enak namun tetap harus dilalui dengan hati yang sangat lapang. I really blessed to have my parents and brother surround me. They’re my light upon this darkness. Mereka tidak hanya mengajarkan aku bagaimana menjadi sukses, tapi juga bagaimana menghadapi kegagalan. Karena ternyata itu jauh lebih penting bagi seorang anak. Kesalahan inilah yang selanjutnya membawaku menuju banyak perubahan-perubahan berikutnya.

Juni

Tidak banyak yang bisa aku ceritakan tentang bulan ini karena bulan ini aku berjuang merapikan yang berantakan di bulan kemarin. Bulan ini juga aku merasa sangat begitu lelah terhadap kerjaan di kantor. Well mungkin ini semua karena apa yang terjadi di bulan kemarin.

July

Bulan ini trip ke Bandung sekalian kondangan bersama keluarga Mama. Sebuah trip sebelum memasuki rutinitas yang baru. Selain itu, bulan ini juga menjadi bulan terakhir dari apa yang sudah aku jalani 2 tahun terakhir. Sesedih apapun ini, aku berusaha menghindari moment-moment perpisahan dengan memilih untuk pulang lebih cepat hari ini.

Agustus

Bulan ini aku mulai menyesuaikan diri tidak bekerja lagi di kantor yang sudah aku tempati selama 2 tahun terakhir. What an adjustment! Rutinitas baru, lingkungan baru, dan pola pikir yang juga harus diubah baru. Seminggu pertama dengan aktivitas baru ini otomatis aku langsung drop kena flu.

September

Month of loss. Kepergian Ema di bulan ini menumbuhkan sebuah pola pikir baru buatku. Tanpa disadari Ema mengajarkan kami bahwa kasih Ibu itu sepanjang masa dan tak mengharap imbalan sama seperti lagu anak-anak yang kami pelajari di TK. What a loss.

Selain itu, di bulan ini aku merasa sangat kehilangan beberapa orang teman. It’s not a big deal, tapi ketika aku teringat bagaimana awalnya kami bisa bersahabat I feel a great loss. Namun, mereka-mereka membuat aku sadar bahwa teman yang baik itu akan selalu ada di samping kita sekalipun kita salah. Merekalah orang paling pertama yang akan menegur setiap kesalahan kita ketika kita gelap mata akan kesalahan itu.

Oktober

Bulan ini, Koko operasi mata diikuti dengan segala perubahan di kehidupan kami. Operasi mata ini otomatis membuat banyak perubahan. Really need to coping with the new situation. Ditambah lagi dengan situasi kerjaan baru yang membuat waktuku berkumpul dengan teman-teman otomatis berkurang. Benar-benar sebuah adaptasi yang complicated buatku.

November

Di bulan ini sedikit demi sedikit aku mulai terbiasa dengan segala macam perubahan yang terjadi. Aku mulai bisa menerima perubahan-perubahan ini karena mungkin saja setiap perubahan ini punya maknanya masing-masing buatku. Istilahnya mah Blessing in disguise.

Desember

Last month and let’s make the best one. Aku bersyukur di bulan terakhir ini ada banyak peristiwa di kantor. Sehingga aku bisa belajar Life Wisdom dari seseorang yang memang aku anggap sebagai mentor. Dia jugalah yang menyadarkan aku menjelang akhir tahun ini bahwa aku sudah melenceng jauh dari cara bagaimana aku merespon orang-orang “unik” yang ada di sekitarku.

Di penghujung tahun, aku banyak menghabiskan waktu dengan sepupu-sepupu dari keluarga papa. Seeing their parenting style, berbeda satu dengan yang lain meskipun mereka lahir dari orang tua yang sama. Melihat juga bagaimana koko memperlakukan anaknya. We’re really what our parents did. Then I feel blessed with my parents for brought me to see this Life’s encyclopedia. Everyone, every family has their own problem, their own happiness, we can’t compare them one by one or else we can’t feel thankful for our blessing.

Beginilah aku menjalani setahun ini. Ada banyak rasa syukur di sela-sela hal kurang menyenangkan yang terjadi. Ada banyak pelajaran yang bisa diambil meskipun mungkin terasa berat ketika menjalaninya. Yang jelas dari semua ini aku belajar bahwa kita harus BERUBAH ketika kita mengharapkan hasil yang berbeda dari yang pernah kita capai. Bahwa hidup ini memang aksi-reaksi tapi kita tidak perlu selalu bereaksi terhadap apapun aksi yang muncul karena kita juga bisa meresponnya dengan cara yang lebih bijaksana.

Thank You 2016!

Now I’m ready for 2017 to accomplish my repeated resolutions.

Semoga di 2017 keluarga dan teman-teman semua mendapatkan berkah kesehatan dan kebahagiaan.

Semoga di 2017 aku akan semakin giat menulis lagi.

Semoga di 2017 aku bisa bekerja sama dengan seorang teman untuk sesuatu yang berbau travelling.

Semoga di 2017 akan ada banyak lagi tempat menarik yang akan aku kunjungi dengan keluarga maupun teman-teman.

Semoga di 2017 aku lebih fokus menciptakan kehidupan yang lebih baik lagi dengan lebih bijaksana.

HAPPY NEW YEAR!!

Trip Asyik ke Derawan (Labuan Cermin dan Pulau Spongebob)- Hari Ketiga

thanks Dilla..baru sadar ternyata banyakhasil jepretan saya.. hehe..

dilaeminiontravelling

Awalnya kita sudah tiba jam 6.45 di lokasi WhaleShark berada, namun mungkin karena keramean dan juga kemungkinan kurang hoki, jadi para WhaleShark enggan menampakan diri. *malu2 kali WhaleSharknya* Kita tunggu sampe hampir jam 8, namun tetap tidak muncul, akhirnya dengan perasaan kecewa dan sedih *lebay dikit*, kami menuju labuan cermin via perjalanan air.

img_2919-1 Foto2 dalam Speed Boat

Sekitar jam 11an, kita tiba di Labuan Cermin. Di sini, kita harus antri naik perahu kecil untuk masuk ke dalam Labuan Cerminnya. Uniknya Labuan Cermin adalah dua lapisan airnya saling berdampingnya yaitu air asin di bagian bawah dan air tawarnya di atasnya. Yang menambah keindahan Labuan Cermin adalah sekitaran yang masih berwarna hijau dan potongan batang pohon yang terbaring dalam Labuan Cermin. Mirip dengan Jiuzhaigou di China.

img-20160510-wa0004-1 Perahu kecil masuk ke dalam Labuan Cermin

img_2437-1 Akses ke Labuan Cermin melewati bawah Jembatan itu

20160507_115107-1 Labuan Cermin

Di Labuan Cermin saya bersantai2 sampai jam 2. Di…

View original post 271 more words

Mother Daughter Relationships

Berawal dari kepergian Ema beberapa waktu yang lalu dan curhatan seorang teman beberapa hari yang lalu, akhirnya aku memutuskan untuk menuliskan tentang mother daughter relationship ini. Selama ini aku selalu menganggap hubungan ibu dan anak perempuannya adalah suatu keajaiban maha tinggi yang sangat sulit didefinisikan. Bukannya lebay tapi memang begitulah kenyataannya. Ada begitu banyak versi hubungan ibu dan anak yang pernah aku dengar selama ini mulai dari kasih ibu sepanjang masa, surga di telapak kaki ibu, sampai kisah ibu tiri yang kejam pada anaknya, atau bahkan kisah ibu kandung yang kejam pada anaknya.

Kenapa hubungan ibu dengan anak perempuannya jadi menarik? Karena anak perempuan tidak akan jadi ayah melainkan dia akan bertumbuh besar dan pada akhirnya bisa jadi ia berperan sebagai ibu bagi anak-anaknya. Apa yang ia alami selama tumbuh bersama ibunya bukan tidak mungkin akan ia turunkan ke anak-anaknya. Begitulah siklus yang seharusnya terjadi, dan begitulah kenyataan yang sering kita lihat.

Sepanjang perjalanan hidup aku, ada cukup banyak hubungan ibu dan anak perempuannya yang begitu dekat denganku. Yang pertama pastinya hubungan aku sendiri dengan mama, lalu hubungan Popo dengan Kuku-kuku (saudara perempuan Papa), dan Ema dengan Mama bersama Ieie-ieie (saudara perempuan Mama). Sisanya yang lainnya adalah hubungan Kuku dan Ieie dengan anak-anak perempuannya, serta hubungan teman-teman perempuanku dengan mamanya. Uniknya adalah tidak semua orang itu pernah merasakan kasih sayang ibu karena satu dan lain hal, tapi nyatanya sosok ibu tetap menjadi penting bagi mereka.

Namun, ada kalanya anak-anak perempuan  atau para ibu yang membenci satu sama lain. Jika kita mendengar cerita sepotong-potong tentang kebencian ibu-anak itu kita tidak akan pernah menyadari apa yang ada di balik kebencian itu. Kita akan mengganggap si anak gila atau si ibu gila padahal mungkin yang gila adalah kita karena berani menyimpulkan tanpa mengetahui isi cerita sepenuhnya.

Dari cerita-cerita yang aku temui, aku selalu yakin bahwa seperti apapun ibu dia selalu mendoakan anak-anaknya. Sekejam apapun ibu tiri, sesadis apapun ibu kandung memperlakukan anak-anaknya, jauh di dalam lubuk hatinya pasti ada tempat untuk anaknya itu.

Buatku sendiri, mama itu orang yang paling kenal dengan anak-anaknya, orang yang punya segudang cara untuk menyemangati anak-anaknya meskipun tanpa bicara. Well, setiap orang pasti punya cerita yang berbeda tentang hubungannya dengan ibunya. Dan sudah sewajarnya kita mensyukuri apapun kondisi ibu kita, sama halnya seperti mama dan saudara-saudaranya yang tetap mencintai mamanya apapun kondisi Ema sampai akir hayatnya.

Aku pun yakin di luar sana ada banyak anak-anak perempuan lain yang juga sedang berusaha untuk membahagiakan ibunya, atau bahkan berjuang untuk menerima kondisi ibunya. Let’s love our mother, our parents in our own ways. ^^

7-an

7-an = tujuan.

Gak semua orang tau apa tujuan hidupnya, kadang seseorang hanya punya keinginan tapi bukan tujuan. Ingin ini, ingin itu, tapi tidak ada tujuan akhirnya. Sama halnya dengan pelari yang berlari kencang tanpa tahu dimana finish-nya. Atau prajurit bersenjata lengkap yang tidak tahu siapa musuhnya.

Well, emang ga mudah untuk nemuin tujuan hidup, karena kadang kita hanya hidup sambil mencari bukan hidup dengan tujuan. Sampai kadang aku berpikir, boleh tidak kalau tujuan hidup orang itu hanya untuk membahagiakan orang tua, atau menyayangi orang tua.

Mengutip tulisan dari Bhante Uttamo:

Inilah sesungguhnya yang menjadi tiga tujuan hidup kita. Kita boleh mempunyai keinginan mendapatkan pasangan hidup, kita boleh punya keinginan untuk bekerja, kita boleh punya keinginan untuk kaya raya. Tetapi ingat, tujuan MENDAPAT hanyalah tujuan yang pertama, tujuan MEMBERI adalah yang kedua dan tujuan TERBEBAS dari keinginan mendapat dan memberi karena batin telah menjadi netral, bekerja demi pekerjaan itu sendiri seperti bunga yang mekar demi mekar itu sendiri; inilah merupakan tujuan ketiga

Lalu yang manakah tujuan hidup yang aku jalani sekarang?

Almost 30 Notes

Akhirnya sampai juga pada usia ini, dimana setahun yang akan datang adalah usia yang sama dimana nyokap ngelahirin aku. Lalu jadi apa aku sekarang? Boleh dibilang belum ada pencapaian yang cukup berarti selain gelar master yang aku capai 2 tahun yang lalu dan komentar kagum orang sekitar tentang hobby travellingku di tahun kemarin. Sisanya semua berjalan datar-datar saja, karir masih gonjang-ganjing, pasangan hidup masih belum ketemu.

Namun, satu hal yang aku sadari di hari ini adalah aku begitu bersyukur punya keluarga yang begitu penuh perhatian dan teman-teman yang datang silih berganti. Semakin kesini, semakin banyak teman yang aku temui, aku pun semakin menyadari bahwa ada teman yang memang hadir untuk pergi sejenak dan kembali lagi, ada teman yang cuma melangkah sejenak dan meninggalkan jejak tanpa pernah kembali lagi, dan ada juga yang selalu hadir setiap saat buatku. Aku tidak perlu takut lagi kehilangan mereka, karena aku hanya perlu belajar untuk menerima bahwa tidak semua orang bisa menerima kita apa adanya, dan tidak semua orang bisa kita terima apa adanya. Meskipun untuk menyadari semua itu kita perlu melewati sebuah titik dimana kepercayaan itu menjadi barang mewah buat kita.

Seperti yang pernah aku sebut dulu, keluargaku adalah sebuah ensiklopedia kehidupan yang menunjukkan padaku banyak hal. Setiap topik dan issue hangat di keluarga selalu membuatku belajar satu hal baru entah itu untuk kehidupanku sekarang ataupun untuk masa depanku.

Well, di usia yang buat kebanyakan wanita tabu untuk diucapkan ini aku sudah merasa cukup atas apa yang aku miliki sekarang. Rasa cukup yang melapisi rasa syukur karena mungkin aku punya apa yang orang lain tidak punya. Untuk itulah aku tidak berharap yang macam-macam di usia yang akan datang ini. Aku hanya ingin menjadi manusia yang lebih baik lagi, manusia yang lebih disiplin, dan manusia yang lebih layak untuk diperjuangkan.

Welcome new decade. Hope to doing something big this year.

 

Hello 2016!

Well, ini postingan pertama aku di tahun ini sekaligus menjadi postingan pembuka. Kalau bicara soal tahun baru, pasti yang jadi menu utama adalah refleksi dan resolusi. Untuk refleksi selama 2015 tidak banyak yang bisa dibicarakan karena 2015 terasa begitu cepat berlalu.

Januari

Tahun baru, semangat baru. Namun aku mulai berasa jenuh di kantor dengan beberapa pencetusnya. Well, hal baik yang terjadi di bulan ini adalah aku bisa ketemu dengan teman-teman SMA full team.

Februari

Chinese New Year and Baby Pauline 1st bday celebration. Belajar banyak di bulan ini, terutama mengenai toleransi dalam berkeluarga. Pertama kalinya juga aku ngerasain Chinese New Year di Jawa sama keluarga mama.

Maret

Bulan paling parah dengan berbagai ketegangan di kantor. Sebuah sesi interview di bulan ini membuat aku belajar mengenai perubahan dan segala konsekuensinya. Di sisi lain aku juga belajar mengenai tanggung jawab dan resiko pekerjaan.

April

Family trip to China. Yeay! First trip aboard with my whole nuclear family. Hong Kong, Guang Zhou but unfortunately we can’t go to our ancestor village due to high traffic in holiday season. Hope to fulfill it on another trip next year.

My bday spending with office mate and Vici+Sushi. Di bulan ini juga aku resmi membeli sebuah rumah yang ditandai dengan penandatanganan PPJB. Pembelian rumah yang di akhir tahun begitu aku syukuri karena dengan ini aku belajar untuk menabung. Really thanks to my Koko who encourage me to buy this house.

Sebuah tanggung jawab besar di kantor datang melanjutkan ketegangan di bulan sebelumnya. Alhasil hal ini menyebabkan stress tingkat tinggi berlanjut. Berkat hal ini, bulan April tahun ini terasa begitu berbeda. Ada kekecewaan yang tidak bisa terlukiskan dengan kata-kata yang pada akhirnya menjadi sebuah pelajaran bearti buat aku. Kadang memang niat baik kita tidak selamanya dipandang sama oleh mereka yang menerimanya. Kita hanya perlu ikhlas dengan apapun hasilnya.

Mei

Stres tingkat tinggi karena keadaan kantor masih berlanjut namun sedikit terobati karena business trip ke Bali yang membuat aku semakin mengenal beberapa staf di Bali. 2 bulan terakhir ini terasa lelah yang berkepanjangan, otak dan hati seolah tidak berhenti bekerja.

Juni

Temanya masih fokus ke kantor karena gak banyak yang aku lakukan selain urusan kantor. Sebuah pencarian jati diri kembali menjadi fokus utamaku. Seolah aku menjadi hilang arah sejak masalah bertubi-tubi di kantor.

Juli

Mudik holiday yang berakibat macet di perjalanan pulang. But it was our first time using the new toll road.

Selain itu, berbagai pertanyaan tentang jati diri dan tujuan hidup masih menjadi bahasan utama di bulan ini. Seolah aku diingatkan lagi untuk kembali berpegang pada tujuan hidup ketika menghadapi situasi perubahan.

Agustus

Bulan ini banyak aku habiskan dengan menggunakan mesin pencari di google. Mulai dari hotel sampai handphone. Yup karena bulan ini aku mulai proses visa buat ke korea sambil cari-cari penginapan dan nyusun itinerary-nya.

Di bulan ini juga ada banyak pemikiran terkait masa depan, tentang melangkah lebih jauh atau diam di tempat.

September

Going to Bali for another business trip kelanjutan dari business trip di bulan Mei. Akhirnya yang aku takutin kejadian juga. Tapi untungnya semua masalah di Bali ini sudah selesai.

Oktober

My Travel month. Boracay, Korea, Bali here I come! Petualangan di Boracay dan Korea yang membuatku serasa seperti menemukan diri aku yang dulu. Rasanya seneng banget bisa ngerasain cuaca dibawah 10 derajat celcius. Pake coat, syal, sarung tangan. Really throwback Beijing, meskipun ini di Seoul. Perjalanan ini menjadi berkesan karena autumn di Korea ini menjadi bertolak belakang sekali dengan cuaca di Boracay yang ketika itu panas banget.

Pulang dari jalan-jalan ini aku langsung disibukkan dengan persiapan ke Bali di akhir bulan bersama dengan teman-teman kantor. How I Love the beach. Selain itu juga di akhir bulan ini aku menyusun itinerary planning ke Malang di awal tahun 2016.

November

Something unexpected happened this month. Setelah berbagai euphoria di bulan Oktober, ada dua hal mengganjal menjelang akhir November. Pokoknya bulan ini complicated banget dah, tapi fokusnya lebih ke diri sendiri bukan lagi ke urusan kantor. Sebuah ketakutan dan kekecewaan terjadi hampir berbarengan. Setidaknya bulan ini aku diingatkan bahwa kepercayaan itu penting banget dan harus dijaga baik-baik. Selain itu, dalam hidup kita juga harus open mind dengan segala hal yang kita temui.

Desember

Re-visit Dufan again after years with my office-mate. Dufan yang banyak berubah, namun servicenya malah semakin parah. Jadi inget masa-masa research team Dufan.

Di bulan ini juga ada beberapa panggilan dari masa lalu yang kembali muncul. All about future, dan yang pasti membuat dilema. Lagi-lagi aku kembali harus open-mind terhadap semua ini.

Thank you for this sweet experience and because of whatever happened in 2015 I can have some new resolutions for 2016.

  1. Visit another island in Indonesia beside Java, Sumatra, and Bali. Hopefully it will be Kalimantan on May.
  2. Visit Beijing with my parents. Hopefully it will be on October or November.
  3. Have a settle career and Job and begin to think about investment in hospitality area.
  4. Buy a car that suits my daily life.
  5. Begin to write again.
  6. Learn to focus with health and spiritual life.
  7. To fullfilling my unfullfilled wish a.k.a resolusi berlanjut.

 

Let’s welcome 2016. Let’s make it a remarkable year.

Thank you for my surrounding and all great people spending this year with me.

Thank You October!

Mengawali October dengan travelling dan mengakhirnya juga dengan travelling. Banyak yang bisa dipelajari dari trip aku selama bulan October ini, banyak juga hal baru yang aku alami selama bulan ini. Yang jelas rasa syukur, dan rasa kecewa bercampur aduk selama bulan ini.

Perjalanan ke Filipina dan Korea di awal bulan ini, seolah memunculkan lagi semangat aku. Seolah perjalanan ini membuat aku menemukan kembali diriku yang dulu. Suasana Korea yang tidak berbeda dari Beijing cukup mengobati rasa kangenku terhadap Beijing. Pergi bertiga dengan orang yang baru aku kenal selama kurang lebih setahun, ternyata aku bisa belajar banyak dari mereka. Mencoba untuk melengkapi dan memahami kekurangan kelebihan masing-masing.

Well, aku tidak pernah berharap ataupun berkeinginan untuk pergi ke Filipina dan Korea (tidak dalam waktu dekat). Lalu tiba-tiba aku pun sudah mengantongi tiket untuk pergi ke dua negara tersebut. So, that is it, sebuah perjalanan yang tidak pernah aku bayangkan dan berakhir dengan cukup menyenangkan. Meskipun akhirnya aku harus berkata bahwa kunjungan sekali tidaklah cukup. Whuaaa.. really hope to visit those country next time.

Lalu, aku menutup bulan ini dengan perjalanan ke Bali untuk acara outing kantor. Dan akhirnya aku bisa merefresh otakku dan memasuki bulan baru seolah tanpa beban. Well, segalanya terasa begitu ringan, sepertinya semua beban, racun, dan pikiran negatif ikut hilang bersama dengan keringat yang keluar selama perjalanan di Bali. Boleh dibilang, dari 3 perjalanan ke Bali yang aku lakukan di tahun ini, yang kali ini terasa sangat berbeda. Mulai dari persiapannya sampai dengan selesainya acara ini, aku belajar banyak hal baru. Lagi-lagi aku juga harus menjadi kepala rombongan yang memastikan semua berjalan sesuai rundown. Untungnya ada tim yang ok punya. Tim yang sangat all-out dan berdedikasi pada pekerjaannya masing-masing.

Well sepertinya bulan Oktober ini benar-benar menjadi bulan yang sangat travellous (traveling dan adventurous). Thank you October for bringing me to see the other part of the world and I’m ready for the next trip.

 

Let’s Googling Indonesia!

Di hari Kemerdekaan Indonesia yang ke 70 tahun ini, kita bisa lihat simbol Google dengan merha putih seperti di bawah ini:

Screenshot 2015-08-17 20.56.48Google sepertinya saat ini sudah menjadi sahabat masyarakat Indonesia, setidaknya sebagian besar anak sekolah, kuliah dan para pekerja sudah sangat terbiasa untuk mencari jawaban akan sesuatu melalui google. Kebiasaan ini pun meningkat tidak hanya untuk mencari jawaban saja, tapi juga mencari barang yang ingin di beli.

Akhir-akhir ini pun aku sering melakukan aktivitas ini, mulai dari cari berita-berita yang lagi hangat, cari kalimat atau benda yang aku belum tahu, sampai beli barang dan juga cari hotel. 2 hal yang lagi sering aku lakukan sekarang adalah cari hotel dan compare hotel yang paling match kriteri, satunya lagi adalah cari handphone. Really tired but I got so many things . Sama seperti cara kita menjalani hidup, kita perlu membatasi terlebih dahulu apa yang ingin kita cari sebelum kita tenggelam dalam lautan informasi yang ditawarkan internet. Begitu banyaknya informasi yang tersedia di sana, kadangkala membuat kita jadi lupa dengan tujuan awal kita.

Dalam kehidupan sehari-hari, kadang kala kita terlalu terlena dengan kehidupan yang kita jalani sekarang sampai kita lupa dengan tujuan awal kita. Ada yang bilang kita terlalu terlena dengan zona nyaman yang tidak memberanikan kita untuk melangkah. Sesuai dengan slogan di logo kemerdekaan RI tahun ini “Ayo Kerja”, maka kita pun harus terus mengasah kemampuan untuk berani melangkah dari keterlenaan.

Dirgahayu Indonesia! Let’s Googing!