2016 Thank You For Being An Adaptive Year


 

Januari

Awal tahun yang diawali dengan Family Trip. Kembali ke sebuah tempat dimana aku memulai impulsive travelling, Malang. Kota Malang seolah bertransformasi menjadi lebih maju dengan menjamurnya hotel-hotel dan tempat makan. Namun, ternyata Batu Night Spectacular (BNS) yang pernah aku kunjungi dulu tidak mengalami perubahan banyak. Family Trip kali ini juga tidak jauh berbeda dengan Family Trip ke Bali 2 tahun yang lalu dimana aku in charge sebagai Tour Leader. Well, 5 hari bersama Orang-orang Tua Lincah ini really a nice and interesting experience for me. Trying to understand their needs, trying to give the best service for them. Still can’t wait for another trips with them.

Selain Family Trip ini, ada juga Reuni angkatan SMA yang menuai banyak cerita lama yang terkuak kembali. Satu hal yang pasti adalah segala macam kejengkelan di masa remaja bisa berubah menjadi persahabatan di masa dewasa. Sebuah hal baru untuk kembali mengenal orang-orang yang dulu pernah menjadi bagian dari hari-hariku di sekolah.

 

Februari

Chinesse New Year tahun ini berbeda karena aku harus in charge menggantikan mama Masak. Tahun ini Mama Pulang ke Jawa untuk merayakan CNY bersama Mama dan adik-adiknya. And It was  her last time to celebrate CNY with her mom. CNY kali ini juga berbeda karena kami menghabiskan malam tahun baru-nya di rumah Apak (Papa’s Big Bro). But yet still CNY akan penuh dengan berbagai festive dan pertemuan dengan saudar-saudara. Yang tidak berubah adalah tahun ini aku masih menerima Angpao even from my Lil’ cousins.

Bulan ini ada Val’s Day yang akhirnya aku habiskan bersama Vici dan Ivany. Val’s Day yang membawaku menjadi jembatan bagi sahabatku untuk meyakinkan bahwa ada orang yang lebih baik untuknya. Well meskipun pada akhirnya usahaku gagal, tapi aku senang karena setidaknya aku sudah berusaha membantu mereka menemukan pilihannya. Well tanpa disadari ini menjadi tahun ke-3 aku melewatkan Val’s Day secara konsisten bersama Vici dan Ivany.

Di bulan ini juga aku bertemu dengan orang baru yang membuat aku ketakutan menerima kebaikan orang itu. Well setidaknya bukan cuma aku yang takut menerima kebaikan dari orang itu. Tapi dari peristiwa ini aku belajar 1st impression itu sangatlah penting. Ketika di awal kita sudah memberi penilaian kepada seseorang, respon kita selanjutnya terhadap orang itu sedikit banyak akan terpengaruh pada penilaian awal itu.

Maret

Another Trip to Bali, the flash packer one, and the strangest one. Ditinggal temen trip karena dia sakit adalah salah satu epic moment dari perjalanan kali ini. Untungnya aku masih punya beberapa teman lain untuk menemaniku jalan dalam waktu yang hanya singkat ini. Pulang dari trip ini aku harus menghadapi sebuah moment pemecatan terhadapa orang yang sudah sangat begitu dekat denganku. What an experience! Sesuatu yang sangat tidak mudah tapi harus aku jalani. Untungnya ada seorang senior yang bisa mendampingiku meskipun aku gak bisa percaya seratus persen sama orang ini.

April

It’s my Month, It’s my time entering 30’s. Nothing much to compare, nothing much to be proud. I just want to be thankful with my life. Pelajaran berharga dari ulang tahun kali ini adalah KADO ulang tahun itu kalah penting dari KEBERSAMAAN kita dengan orang-orang yang kita sayangi di hari ulang tahun.

Di bulan ini muncul kebimbangan karir yang membawaku pada perenungan tentang passion. Mungkin juga ini disebabkan usia yang bagi sebagian orang keramat ini. Aku hanya berharap kalau aku tetap dapat berjuang untuk masa depanku.

Mei

Another trip on this year. Destinasi baru, kota yang belum pernah aku kunjungi, KALIMANTAN. Tujuannya adalah Pulau Derawan yang dikenal sebagai Maldivesnya Indonesia. Ini untuk pertama kalinya juga aku ikut open trip dan bisa kenal dengan teman-teman baru. Sebagaimana biasanya, travelling ini membuat aku semakin kenal dengan diri sendiri. Dalam perjalanan ini aku juga menyempatkan diri untuk merenung dan memikirkan tentang kebimbangan karir yang muncul di bulan sebelumnya. Didukung dengan suasana yang sangat tepat, rasanya liburan ini benar-benar merefresh otak-ku.

Tanpa diduga, aku harus menutup bulan ini dengan sebuah shock therapy. I did a mistake. A mistake that led me to a GREAT life Lesson. Sebuah kesalahan yang membuatku menyentuh kembali rasa kegagalan. Rasa yang tidak enak namun tetap harus dilalui dengan hati yang sangat lapang. I really blessed to have my parents and brother surround me. They’re my light upon this darkness. Mereka tidak hanya mengajarkan aku bagaimana menjadi sukses, tapi juga bagaimana menghadapi kegagalan. Karena ternyata itu jauh lebih penting bagi seorang anak. Kesalahan inilah yang selanjutnya membawaku menuju banyak perubahan-perubahan berikutnya.

Juni

Tidak banyak yang bisa aku ceritakan tentang bulan ini karena bulan ini aku berjuang merapikan yang berantakan di bulan kemarin. Bulan ini juga aku merasa sangat begitu lelah terhadap kerjaan di kantor. Well mungkin ini semua karena apa yang terjadi di bulan kemarin.

July

Bulan ini trip ke Bandung sekalian kondangan bersama keluarga Mama. Sebuah trip sebelum memasuki rutinitas yang baru. Selain itu, bulan ini juga menjadi bulan terakhir dari apa yang sudah aku jalani 2 tahun terakhir. Sesedih apapun ini, aku berusaha menghindari moment-moment perpisahan dengan memilih untuk pulang lebih cepat hari ini.

Agustus

Bulan ini aku mulai menyesuaikan diri tidak bekerja lagi di kantor yang sudah aku tempati selama 2 tahun terakhir. What an adjustment! Rutinitas baru, lingkungan baru, dan pola pikir yang juga harus diubah baru. Seminggu pertama dengan aktivitas baru ini otomatis aku langsung drop kena flu.

September

Month of loss. Kepergian Ema di bulan ini menumbuhkan sebuah pola pikir baru buatku. Tanpa disadari Ema mengajarkan kami bahwa kasih Ibu itu sepanjang masa dan tak mengharap imbalan sama seperti lagu anak-anak yang kami pelajari di TK. What a loss.

Selain itu, di bulan ini aku merasa sangat kehilangan beberapa orang teman. It’s not a big deal, tapi ketika aku teringat bagaimana awalnya kami bisa bersahabat I feel a great loss. Namun, mereka-mereka membuat aku sadar bahwa teman yang baik itu akan selalu ada di samping kita sekalipun kita salah. Merekalah orang paling pertama yang akan menegur setiap kesalahan kita ketika kita gelap mata akan kesalahan itu.

Oktober

Bulan ini, Koko operasi mata diikuti dengan segala perubahan di kehidupan kami. Operasi mata ini otomatis membuat banyak perubahan. Really need to coping with the new situation. Ditambah lagi dengan situasi kerjaan baru yang membuat waktuku berkumpul dengan teman-teman otomatis berkurang. Benar-benar sebuah adaptasi yang complicated buatku.

November

Di bulan ini sedikit demi sedikit aku mulai terbiasa dengan segala macam perubahan yang terjadi. Aku mulai bisa menerima perubahan-perubahan ini karena mungkin saja setiap perubahan ini punya maknanya masing-masing buatku. Istilahnya mah Blessing in disguise.

Desember

Last month and let’s make the best one. Aku bersyukur di bulan terakhir ini ada banyak peristiwa di kantor. Sehingga aku bisa belajar Life Wisdom dari seseorang yang memang aku anggap sebagai mentor. Dia jugalah yang menyadarkan aku menjelang akhir tahun ini bahwa aku sudah melenceng jauh dari cara bagaimana aku merespon orang-orang “unik” yang ada di sekitarku.

Di penghujung tahun, aku banyak menghabiskan waktu dengan sepupu-sepupu dari keluarga papa. Seeing their parenting style, berbeda satu dengan yang lain meskipun mereka lahir dari orang tua yang sama. Melihat juga bagaimana koko memperlakukan anaknya. We’re really what our parents did. Then I feel blessed with my parents for brought me to see this Life’s encyclopedia. Everyone, every family has their own problem, their own happiness, we can’t compare them one by one or else we can’t feel thankful for our blessing.

Beginilah aku menjalani setahun ini. Ada banyak rasa syukur di sela-sela hal kurang menyenangkan yang terjadi. Ada banyak pelajaran yang bisa diambil meskipun mungkin terasa berat ketika menjalaninya. Yang jelas dari semua ini aku belajar bahwa kita harus BERUBAH ketika kita mengharapkan hasil yang berbeda dari yang pernah kita capai. Bahwa hidup ini memang aksi-reaksi tapi kita tidak perlu selalu bereaksi terhadap apapun aksi yang muncul karena kita juga bisa meresponnya dengan cara yang lebih bijaksana.

Thank You 2016!

Now I’m ready for 2017 to accomplish my repeated resolutions.

Semoga di 2017 keluarga dan teman-teman semua mendapatkan berkah kesehatan dan kebahagiaan.

Semoga di 2017 aku akan semakin giat menulis lagi.

Semoga di 2017 aku bisa bekerja sama dengan seorang teman untuk sesuatu yang berbau travelling.

Semoga di 2017 akan ada banyak lagi tempat menarik yang akan aku kunjungi dengan keluarga maupun teman-teman.

Semoga di 2017 aku lebih fokus menciptakan kehidupan yang lebih baik lagi dengan lebih bijaksana.

HAPPY NEW YEAR!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s