Mother Daughter Relationships


Berawal dari kepergian Ema beberapa waktu yang lalu dan curhatan seorang teman beberapa hari yang lalu, akhirnya aku memutuskan untuk menuliskan tentang mother daughter relationship ini. Selama ini aku selalu menganggap hubungan ibu dan anak perempuannya adalah suatu keajaiban maha tinggi yang sangat sulit didefinisikan. Bukannya lebay tapi memang begitulah kenyataannya. Ada begitu banyak versi hubungan ibu dan anak yang pernah aku dengar selama ini mulai dari kasih ibu sepanjang masa, surga di telapak kaki ibu, sampai kisah ibu tiri yang kejam pada anaknya, atau bahkan kisah ibu kandung yang kejam pada anaknya.

Kenapa hubungan ibu dengan anak perempuannya jadi menarik? Karena anak perempuan tidak akan jadi ayah melainkan dia akan bertumbuh besar dan pada akhirnya bisa jadi ia berperan sebagai ibu bagi anak-anaknya. Apa yang ia alami selama tumbuh bersama ibunya bukan tidak mungkin akan ia turunkan ke anak-anaknya. Begitulah siklus yang seharusnya terjadi, dan begitulah kenyataan yang sering kita lihat.

Sepanjang perjalanan hidup aku, ada cukup banyak hubungan ibu dan anak perempuannya yang begitu dekat denganku. Yang pertama pastinya hubungan aku sendiri dengan mama, lalu hubungan Popo dengan Kuku-kuku (saudara perempuan Papa), dan Ema dengan Mama bersama Ieie-ieie (saudara perempuan Mama). Sisanya yang lainnya adalah hubungan Kuku dan Ieie dengan anak-anak perempuannya, serta hubungan teman-teman perempuanku dengan mamanya. Uniknya adalah tidak semua orang itu pernah merasakan kasih sayang ibu karena satu dan lain hal, tapi nyatanya sosok ibu tetap menjadi penting bagi mereka.

Namun, ada kalanya anak-anak perempuan  atau para ibu yang membenci satu sama lain. Jika kita mendengar cerita sepotong-potong tentang kebencian ibu-anak itu kita tidak akan pernah menyadari apa yang ada di balik kebencian itu. Kita akan mengganggap si anak gila atau si ibu gila padahal mungkin yang gila adalah kita karena berani menyimpulkan tanpa mengetahui isi cerita sepenuhnya.

Dari cerita-cerita yang aku temui, aku selalu yakin bahwa seperti apapun ibu dia selalu mendoakan anak-anaknya. Sekejam apapun ibu tiri, sesadis apapun ibu kandung memperlakukan anak-anaknya, jauh di dalam lubuk hatinya pasti ada tempat untuk anaknya itu.

Buatku sendiri, mama itu orang yang paling kenal dengan anak-anaknya, orang yang punya segudang cara untuk menyemangati anak-anaknya meskipun tanpa bicara. Well, setiap orang pasti punya cerita yang berbeda tentang hubungannya dengan ibunya. Dan sudah sewajarnya kita mensyukuri apapun kondisi ibu kita, sama halnya seperti mama dan saudara-saudaranya yang tetap mencintai mamanya apapun kondisi Ema sampai akir hayatnya.

Aku pun yakin di luar sana ada banyak anak-anak perempuan lain yang juga sedang berusaha untuk membahagiakan ibunya, atau bahkan berjuang untuk menerima kondisi ibunya. Let’s love our mother, our parents in our own ways. ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s