Hello 2016!


Well, ini postingan pertama aku di tahun ini sekaligus menjadi postingan pembuka. Kalau bicara soal tahun baru, pasti yang jadi menu utama adalah refleksi dan resolusi. Untuk refleksi selama 2015 tidak banyak yang bisa dibicarakan karena 2015 terasa begitu cepat berlalu.

Januari

Tahun baru, semangat baru. Namun aku mulai berasa jenuh di kantor dengan beberapa pencetusnya. Well, hal baik yang terjadi di bulan ini adalah aku bisa ketemu dengan teman-teman SMA full team.

Februari

Chinese New Year and Baby Pauline 1st bday celebration. Belajar banyak di bulan ini, terutama mengenai toleransi dalam berkeluarga. Pertama kalinya juga aku ngerasain Chinese New Year di Jawa sama keluarga mama.

Maret

Bulan paling parah dengan berbagai ketegangan di kantor. Sebuah sesi interview di bulan ini membuat aku belajar mengenai perubahan dan segala konsekuensinya. Di sisi lain aku juga belajar mengenai tanggung jawab dan resiko pekerjaan.

April

Family trip to China. Yeay! First trip aboard with my whole nuclear family. Hong Kong, Guang Zhou but unfortunately we can’t go to our ancestor village due to high traffic in holiday season. Hope to fulfill it on another trip next year.

My bday spending with office mate and Vici+Sushi. Di bulan ini juga aku resmi membeli sebuah rumah yang ditandai dengan penandatanganan PPJB. Pembelian rumah yang di akhir tahun begitu aku syukuri karena dengan ini aku belajar untuk menabung. Really thanks to my Koko who encourage me to buy this house.

Sebuah tanggung jawab besar di kantor datang melanjutkan ketegangan di bulan sebelumnya. Alhasil hal ini menyebabkan stress tingkat tinggi berlanjut. Berkat hal ini, bulan April tahun ini terasa begitu berbeda. Ada kekecewaan yang tidak bisa terlukiskan dengan kata-kata yang pada akhirnya menjadi sebuah pelajaran bearti buat aku. Kadang memang niat baik kita tidak selamanya dipandang sama oleh mereka yang menerimanya. Kita hanya perlu ikhlas dengan apapun hasilnya.

Mei

Stres tingkat tinggi karena keadaan kantor masih berlanjut namun sedikit terobati karena business trip ke Bali yang membuat aku semakin mengenal beberapa staf di Bali. 2 bulan terakhir ini terasa lelah yang berkepanjangan, otak dan hati seolah tidak berhenti bekerja.

Juni

Temanya masih fokus ke kantor karena gak banyak yang aku lakukan selain urusan kantor. Sebuah pencarian jati diri kembali menjadi fokus utamaku. Seolah aku menjadi hilang arah sejak masalah bertubi-tubi di kantor.

Juli

Mudik holiday yang berakibat macet di perjalanan pulang. But it was our first time using the new toll road.

Selain itu, berbagai pertanyaan tentang jati diri dan tujuan hidup masih menjadi bahasan utama di bulan ini. Seolah aku diingatkan lagi untuk kembali berpegang pada tujuan hidup ketika menghadapi situasi perubahan.

Agustus

Bulan ini banyak aku habiskan dengan menggunakan mesin pencari di google. Mulai dari hotel sampai handphone. Yup karena bulan ini aku mulai proses visa buat ke korea sambil cari-cari penginapan dan nyusun itinerary-nya.

Di bulan ini juga ada banyak pemikiran terkait masa depan, tentang melangkah lebih jauh atau diam di tempat.

September

Going to Bali for another business trip kelanjutan dari business trip di bulan Mei. Akhirnya yang aku takutin kejadian juga. Tapi untungnya semua masalah di Bali ini sudah selesai.

Oktober

My Travel month. Boracay, Korea, Bali here I come! Petualangan di Boracay dan Korea yang membuatku serasa seperti menemukan diri aku yang dulu. Rasanya seneng banget bisa ngerasain cuaca dibawah 10 derajat celcius. Pake coat, syal, sarung tangan. Really throwback Beijing, meskipun ini di Seoul. Perjalanan ini menjadi berkesan karena autumn di Korea ini menjadi bertolak belakang sekali dengan cuaca di Boracay yang ketika itu panas banget.

Pulang dari jalan-jalan ini aku langsung disibukkan dengan persiapan ke Bali di akhir bulan bersama dengan teman-teman kantor. How I Love the beach. Selain itu juga di akhir bulan ini aku menyusun itinerary planning ke Malang di awal tahun 2016.

November

Something unexpected happened this month. Setelah berbagai euphoria di bulan Oktober, ada dua hal mengganjal menjelang akhir November. Pokoknya bulan ini complicated banget dah, tapi fokusnya lebih ke diri sendiri bukan lagi ke urusan kantor. Sebuah ketakutan dan kekecewaan terjadi hampir berbarengan. Setidaknya bulan ini aku diingatkan bahwa kepercayaan itu penting banget dan harus dijaga baik-baik. Selain itu, dalam hidup kita juga harus open mind dengan segala hal yang kita temui.

Desember

Re-visit Dufan again after years with my office-mate. Dufan yang banyak berubah, namun servicenya malah semakin parah. Jadi inget masa-masa research team Dufan.

Di bulan ini juga ada beberapa panggilan dari masa lalu yang kembali muncul. All about future, dan yang pasti membuat dilema. Lagi-lagi aku kembali harus open-mind terhadap semua ini.

Thank you for this sweet experience and because of whatever happened in 2015 I can have some new resolutions for 2016.

  1. Visit another island in Indonesia beside Java, Sumatra, and Bali. Hopefully it will be Kalimantan on May.
  2. Visit Beijing with my parents. Hopefully it will be on October or November.
  3. Have a settle career and Job and begin to think about investment in hospitality area.
  4. Buy a car that suits my daily life.
  5. Begin to write again.
  6. Learn to focus with health and spiritual life.
  7. To fullfilling my unfullfilled wish a.k.a resolusi berlanjut.

 

Let’s welcome 2016. Let’s make it a remarkable year.

Thank you for my surrounding and all great people spending this year with me.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s