Farewell Bali’s Team


Bali selalu meninggalkan pelajaran dari setiap kunjunganku ke sana, entah itu untuk liburan ataupun untuk kerja. Sekitar akhir bulan Mei kemarin aku mendadak harus pergi ke Bali untuk sebuah Impossible Mission. Aku sudah mendapat beberapa cerita mengenai tanggapan team Bali tentang misi yang akan kujalankan ini. Boleh dibilang, pada akhirnya misi ini gagal dan aku hanya bisa mengigit jari melihat segala sesuatu yang akhirnya terjadi.

Ketika itu, aku sedang berada di dalam tahap paling hetic sepanjang aku kerja, bahkan aku pun kehilangan semangat untuk menulis ataupun melakukan aktivitas lain yang bisa menenangkan pikiranku. Saat itu aku hanya berpikir bahwa aku butuh liburan, aku butuh hiburan, aku butuh menarik diri sejenak dari semua kegilaan itu. Maka pergilah aku ke Bali dengan mendadak untuk urusan kerjaan. Rencana awal aku akan pergi Jumat dan pulang Sabtu, namun apa daya harga tiket yang gak manusiawi buat seorang pegawai sekelas aku akhirnya aku pun pergi di Kamis malam untuk pulang di Jumat malam. Dengan banyak dorongan dari beberapa orang, akhirnya aku memutuskan untuk pulang di hari Sabtu.

Misi aku kali itu terlaksana, hanya menyampaikan beberapa hal kepada team di sana yang meskipun membuat mereka kecewa dan berteriak. Dulu sekali,sekitar setahun yang lalu, aku ke Bali dan aku memuji team di sana karena mereka itu sangat profesional, mereka itu bekerja dengan penuh semangat. Tapi nyatanya mereka pun berubah, mereka tidak lagi seperti itu, ada banyak tuntutan sana-sini. Ketika perusahaan menutut lebih dari karyawan, maka karyawan pun akan berlaku sama. Ketika perusahaan tidak bisa memberikan sesuai dengan keinginan karyawan, maka karyawanpun akan bereaksi. Hal inilah yang akhirnya terjadi karena misi yang aku jalankan di sana ternyata tidak sesuai dengan harapan mereka.

Dengan bersedih hati, aku pun terpaksa melepas beberapa orang terbaik ku di sana. Orang yang pada akhirnya memilih mundur untuk sebuah misi yang membuatku sempat kehilangan kehidupan normalku.

Terima kasih untuk segala hal yang telah kita lewati, terima kasih untuk segala hal yang meskipun sulit tapi tetap harus kita lewati. Terima kasih untuk pernah menjadi team yang aku banggakan.

pesta ini pun harus bubar meskipun dengan akhir yang seolah menamparku. But Life must go on.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s