23.04.15


Yes! It’s my month, it’s my day. Tapi ternyata bulan April menjelang bday aku jadi terasa kurang menyenangkan karena berbagai gesekan yang terjadi di kantor. Bayangkan saja 2 hari berturut-turut aku nangis di kantor karena permasalahan yang membuat kepala serasa mau pecah. Bukan karena diomelin, bukan karena gak bisa menyelesaikan deadline pekerjaan, tapi lebih karena aku dihadapkan pada pilihan yang sangaaaaaaatttttttttt sulit. Namun, dalam kondisi ini aku dituntut untuk tetap optimis dan yakin kalau semuanya akan baik-baik saja. Yang jelas aku mencoba untuk merasa bersyukur atas kehidupan yang aku jalani sekarang. Seberat apapun permasalahan di kantor, serumit apapun permasalahan yang musti aku hadapi, setidaknya aku jauh lebih baik daripada mereka yang sampai saat ini masih belum bekerja. Aku mencoba untuk tetap optimis sambil tentunya fokus pada masa depanku. Yah tidak dipungkiri lagi akhirnya aku masuk dalam fase dimana masa depan itu menjadi salah satu prioritas hidup. Aku harus mulai memikirkan pekerjaan seperti apa yang mau aku tekuni dalam jangka waktu yang lama. Belum lagi tuntutan sosial terkait pasangan hidup yang semakin lama semakin aneh-aneh saja. Bukannya aku cuek dan tidak mikirin hal ini, tapi ya mungkin waktunya belum datang. Marriage is not a competition, it’s a life process, everyone should be ready to get into it. Ketika kita belum menata hati kita untuk married, tentunya akan lebih susah untuk menerima orang lain dalam hidup kita. I spent this birthday with my office mate in the afternoon and my high school friend after work. It’s a plain birthday but I’m feeling grateful with them. Ada begitu banyak orang yang datang dan pergi selama setahun ini, dan aku pun bersyukur pernah bertemu mereka. Biar bagaimana pun, kehadiran mereka sedikit banyak sudah memberi inspirasi dan warna dalam hidupku. Di umur yang baru ini aku tidak berharap banyak. Hanya harapan untuk wish berulang agar segera terkabul dan juga kegalauan di kerjaan cepat berakhit. Semoga juga untuk setahun ke depan aku bisa punya lebih banyak waktu untuk berbakti kepada kedua orang tua, sebagai wujud syukur karena merekalah aku bisa menyelami lautan kehidupan ini. Thank you everybody!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s