Blessing in Disguise


Outing kantor Sabtu yang lalu sudah membuat aku banyak belajar menjadi dewasa dalam mengambil keputusan. Aku pun menjalani apa yang orang-orang sebut sebagai buah simalakama, ke kiri jurang, ke kanan jurang. Setiap tindakan yang aku ambil ada resikonya, ada embel-embelnya, tapi tetap aku harus memilih salah satu.

Selain itu, dari kejadian selama persiapan acara ini juga aku belajar untuk menutup telinga atas sentimen negatif, atas nada-nada sinis yang seolah menyindir. Stop listen, people will keep talking about you anyway. Dengerin orang gak akan ada habisnya, apalagi kalo ditanggepin. Tetap berpegang teguh pada yang kau yakini, sambil mencoba memahami apa yang sebenarnya terjadi. Intinya tuh tetep nginjek bumi meskipun kita tau posisi kita mungkin sedang berada di atas. Karena semakin tinggi posisi kita, maka angin yang bertiup pun semakin besar, maka dari itu kita harus seperti pohon yang punya akar kuat.

Di Hari pelaksanaannya pun aku seolah tertampar dengan ucapan seorang teman. Well, mungkin memang sudah saatnya aku belajar untuk menjadi lebih baik, untuk tahu lebih banyak tentang management. DI hari itu pula aku mengalami perjalanan naik gunung dengan motor sambil ujan-ujanan akibat kecerobohan aku meninggalkan map yang isinya duit. Yups, really a lesson learned buat aku.

Thanks all for this nice experience, blessing in disguise.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s