Live Show Stand Up Comedy


10689566_1546550912223383_5445186523382241963_n

Buat sebagian orang, Stand up comedy mungkin masih menjadi barang asing yang jarang sekali terdengar. Stand up comedy Indonesia berawal dari komunitas-komunitas kecil di cafe yang akhirnya berkembang dan disiarkan oleh beberapa stasiun tv. Singkat kata akhirnya ada beberapa komika (sebutan untuk orang yang menjadi speaker dalam stand up comedy) yang menjadi tokoh penggerak stand up comedy di Indonesia. Meskipun jauh sebelum stand up comedy ini menjadi perbincangan, sebenarnya Indonesia sudah punya tokoh-tokoh yang dianggap sebagai cikal bakal stand up comedy din Indonesia. Siapa saja mereka? Silahkan cek disini.

Setelah beberapa kali melihat stand up comedy off air di youtube, aku akhirnya memutuskan untuk menonton acara ini secara live. Ide ini muncul ketika melihat promosi acara #Gerakan Senyum Massal di timeline facebook&path. Acara ini diadakan oleh Aethra Learning Center, sebuah lembaga pelatihan yang berbasis psikologi dalam rangka memperingati hari kesehatan mental dunia di awal Oktober . Setelah membaca iklan tersebut, aku pun mencoba mengajak beberapa teman, namun akhirnya hanya satu yang mengiyakan.

Salah satu alasan aku tertarik mengikuti acara ini dan tidak keberatan untuk membayar dengan harga yang cukup mahal buatku adalah karena komika yang tampil beserta MC adalah komika yang sangat punya nama di Indonesia. Dari 5 komika yang muncul, hanya ada 1 yang aku tidak pernah liat stand up nya. Hari itu show dibuka oleh Pandji Pragiwaksono sebagai MC dengan beberapa jokes yang menjadi pemanasan. DIlanjutkan dengan Gilang Bhaskara sebagai pembuka. Aku sama sekali belum pernah liat Gilang sebelumnya, tapi Gilang ini disebut-sebut sebagai salah satu Komika terbaik di Indonesia, bahkan ia diajak Pandji untuk ikut World Tour. Topik-topik yang diangkat oleh Gilang sebenarnya cukup lucu dan bisa membuat penonton mengakak, sayang dalam beberapa kesempatan cara delivery-nya terlihat biasa saja. Beberapa topik yang cukup mengena buatku adalah tentang survey kebahagiaan WHO yang menyebutkan bahwa orang Jerman paling bahagia. Dan ternyata salah satu sumber kebahagiaan mereka adalah naik sepeda. Lalu dengan polosnya munculah kata-kata kalau naik sepeda aja bahagia, bearti tukang somai sepeda dan tukang kopi cincau di Indonesia seharusnya juga bahagia karena mereka tiap hari naik sepeda. Bahasan tentang kopi cincau inilah yang membuat penonton ngakak.

Komika kedua hari itu adalah Ernst Prakasa, salah satu penggagas stand up comedy di Indonesia. Jujur, sebelum ini stand up off air yang paling banyak aku tonton adalah stand up nya dia dan menurutku dia sangat bisa membuat orang yang menontonnya tidak berhenti ketawa. Jadi aku punya ekspektasi tinggi ketika menonton dia secara live. Tapi sayangnya Ernst malam itu tidak terlalu menonjol buatku. Mungkin karena topik yang dia bawakan ada yang sudah pernah aku dengar. Namun, pembawaannya yang tenang dan seperti mengobrol membuat penampilannya malam itu masih tetap dapat diberi acungan jempol. Dia bisa ngebawain topik tentang kematian dengan begitu berbedanya sampai membuat orang tertawa dengan ceritanya tentang marketing pemakaman mewah. Hal lain yang juga menarik dari topiknya adalah topik tentang hukuman masa kecil, dan permainan game watch zaman dulu.

Kemudian dilanjutkan oleh Sammy sebagai komika ketiga. Sammy seperti biasanya mengangkat topik nyerempet politik dan Agama dengan gaya khasnya yang terkesan santai namun tajam. Selain itu berkaitan dengan tema kebahagiaan, dia pun mengangkat topik mengajak anak-anak ke taman bermain. Kata-kata pamungkasnya di tema anak-anak ini adalah “istri gua selalu bilang, dia punya 3 anak dan gua adalah si bungsu karena gua suka lupa kalau sedang bicara dengan anak umur 6 tahun. “

Setelah itu show pun ditutup oleh Ryan Adriandhy yang menutupnya dengan spektakuler. Perhatiannya pada hal-hal detail yang mungkin hampir tidak pernah kita perhatikan. Kemampuannya kembali lagi pada topik yang sudah ditinggalkan, setelah dia membahas topik lain namun tetap saja membuat orang terpingkal. Rasanya semua topik yang dia bawakan, sudah dia deliver dalam porsi yang pas, pas untuk membuat orang terpingkal tapi tidak sampai terjungkal. Di akhir acara Ryan memakai flipboard untuk menayangkan beberapa hal mulai dari gambar sampai tulisan. Di sini terlihat jelas Ryan sudah diburu-buru waktu tapi dia tetap berusaha untuk menyelesaikannya dengan baik. Ryan hari itu menjadi berkebalikan dari Ernst. Ryan yang tampak biasa saja di off air, tampil begitu memukau malam itu, bahkan beberapa penonton sampai melakukan standing applause.

Pelajaran yang aku dapat hari itu adalah bahwa setiap orang medefinisikan kebahagiaan dengan caranya sendiri. Setiap orang punya tolak ukur kebahagiaan masing-masing. Buatku sendiri kebahagiaan adalah bisa berkumpul dan menghabiskan waktu dengan orang-orang yang aku sayangi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s