The Feeling of Giving


Sehubungan dengan Bulan Ramadhan yang hampir habis ini, ada beberapa hal yang aku sadari tentang memberi. Hampir setiap orang muslim percaya kalau bulan Ramadhan ini adalah bulan yang suci dimana segala perbuatan baik kita dilipatgandakan oleh Yang Di Atas. Untuk itulah mereka juga percaya kalau doa orang-orang yang puasa itu biasanya manjur. Kurang lebih setahun yang lalu, aku dan teman-teman magangku di UT merayakan pencapaian kami masing-masing dengan berbagi bersama teman-teman panti asuhan. Ide ini datang dari teman muslim kami mengingat ketika itu bertepatan dengan bulan Ramadhan. Sayang sekali tahun kemarin aku hanya bisa berpartisipasi dari segi dana karena waktunya berbarengan dengan acara keluargaku yang lain. 

Acara ini pun berlanjut di tahun ini dan aku berkesempatan untuk berpartisipasi datang ke panti. Aku sering mendengar ungkapan yang menyebutkan jika kita berdana tanpa melihat orang yang kita santuni rasanya akan berbeda dibandingkan kita berinteraksi langsung dengan mereka. Hal yang sama juga aku baca di salah satu novel yang menceritakan tentang seorang eksekutif muda yang sedang mencari makna hidupnya. Hal ini pulalah yang aku rasakan, melihat senyum anak-anak panti asuhan tersebut ketika menyambut kedatangan kami dan melihat semangat mereka ketika bermain bersama kami, membuat aku teringat bahwa aku pun harus bisa tetap tersenyum seperti mereka atas setiap berkat yang aku terima. Ada rasa yang berbeda yang aku alami ketika melihat senyum mereka atas pemberian kami. Dan ada pula rasa syukur lain yang aku rasakan, aku bersyukur bisa berbagi dan mellihat senyum mereka. 

Perasaan yang sama yang aku rasakan ketika minggu kemarin aku dan teman-teman memberi hadiah perpisahan untuk salah satu teman kami yang resigned dari kantor. Ia sangat senang dengan pemberian kami karena barang yang kami berikan itu sangat cocok untuknya, intinya ia terharu dengan pemberian kami. “Very cute, very useful” katanya. 

Well, ada dua persamaan dari pemberian di atas, kami memberi tanpa mengharapkan apa-apa. Kami memberi dengan niat berbagi, berbagi rezeki yang sudah kami terima, berbagi kebahagiaan dengan mereka, dan berbagi sebagai wujud terima kasih. Mungkin masih ada berbagai perasaan lain yang dirasakan oleh teman-temanku ketika mereka memiliki kesempatan untuk memberi dan aku yakin perasaan itu membawa kebahagiaan untuk mereka. Karena ketika kita memberi, sebenarnya kita sedang mensyukuri apa yang kita miliki.

 

Terima kasih untuk hari yang panjang ini, terima kasih untuk hari yang membuat aku merasakan lagi kegiatan di panti asuhan. 

Semoga semua niat baik dan ketulusan kami menuntun kami pada keajaiban-keajaiban yang lain. Semoga juga mereka yang menerima pemberian kami hari ini dapat menjalani kehidupannya menjadi lebih bermanfaat tidak hanya untuk mereka sendiri tetapi untuk sekeliling mereka. ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s