Cerita Mei 1998 #menolaklupa


Pemilu 2014 otomatis menguak kembali banyak luka lama para korban maupun bukan korban kerusuhan Mei 1998. Korban disini bukan hanya mereka yang benar-benar terpapar dengan aksi dan kekejaman para perusuh saat itu, tapi mereka yang secara tidak langsung ikut merasakan dampak dari kerusuhan tersebut. Seperti yang aku alami ketika itu.

“kring!”

Aku baru saja tiba di rumah dari tempat les Inggrisku, dan hari ini adalah hari terakhir aku EBTA (Ujian Akhir dari sekolah). Seisi rumah mendadak duduk diam mematung di depan televisi, aku pun ikut seru menyaksikan berita di TV yang sudah seperti perang. Hanya saja, lokasi dan latar belakang dari perang itu sangat familiar buatku, Citraland, Untar, Trisakti, dan sekitarnya. Radio pun tidak berhenti memutar update berita dari lokasi yang disiarkan di televisi. 

“Buruan angkat telepon!” 

“Kenapa sih musti buru-buru?”

“Kenapa sih musti buru-buru? Mama lu bisa pulang apa enggak aja belom tau, lu masih nanya kenapa buru-buru? “

Setelah jawaban itu pun aku mendadak menjadi diam dan ikut merasakan suasana mencekam yang sedari tadi sudah muncul di rumahku. Sampai akhirnya malam harinya mama pulang dibonceng oleh salah satu petugas keamanan yang dikenal baik oleh keluarga kami, perasaan mencekam itu sedikit hilang. Namun, perasaaan mencekam itu muncul lagi saat akhirnya keluarga kami memikirkan strategi untuk mengamankan seluruh keluarga yang ada di rumah beserta barang-barang berharga kami. Satu hal yang masih aku ingat adalah kami membuat beberapa skenario, dan salah satu diantaranya adalah menitipkan nenekku di tetangga kami yang pribumi. Meskipun akhirnya strategi ini tidak sampai terlaksana. 

Perasaan mencekam yang terus menetap sampai beberapa saat, terlebih lagi ketika esok harinya rumah kami mendadak menjadi pengungsian mereka yang rumahnya terbakar. Ruang tamu keluarga kami yang cukup besar menjadi di penuhi orang-orang yang bahkan tidak aku kenal sama sekali. Mereka pun ikut membantu menjaga keamanan kompleks kami ketika kompleks kami hampir saja dimasuki oleh massa penjarah. 

Keadaan di tanggal 14 Mei semakin parah, langit sudah dipenuhi asap mengingatkanku akan film silat bertema perang. Di satu sisi aku merasa seru dengan keadaan ini karena seperti berada di dalam film, tapi aku juga takut kalau terjadi apa-apa pada kompleks kami. Perasaan yang sampai saat ini pun tidak dapat kudeskripsikan dengan jelas, takut, cemas, bingung, marah, aneh, seru, dan lain sebagainya.

Begitulah ceritaku yang ketika itu masih kelas 6 SD, masih anak kecil yang tidak mengerti apa-apa. Peristiwa itu membuka luka lama kedua orang tuaku terhadap kenangan masa kecil mereka ketika mengalami peristiwa hampir serupa di masa PKI. Luka lama yang mungkin sama yang sekarang di alami oleh beberapa orang yang takut hal ini kembali terulang. Yang jelas Pemilu 2014 ini dengan segala permasalahannya membuat sebagian masyarakat Indonesia mencemaskan kalau-kalau kejadian Mei 1998 ini akan terulang.

Aku buta politik, aku tidak tahu menahu apa yang ada di belakang kerusuhan 1998, tapi yang jelas banyak orang menunjuk satu nama sebagai dalang kerusuhan tersebut. Berulang kali ada banyak pihak yang mencoba mengusut kerusuhan tersebut, mencoba menegakkan HAM, mencari pelaku maupun dalangnya. Namun, menurutku rasanya akan lebih bijaksana jika mereka berhenti mengusut ketika berbagai cara sudah dilakukan untuk dan tidak menemukan hasil apa-apa. Karena  sejarah itu berfungsi sebagai pelajaran, bukan sesuatu yang perlu diusut sampai menjadi benang kusut. Ada baiknya kita menuruti nasehat dari Bapak Pendiri Bangsa ini, “JASMERAH, jangan sekali-kali melupakan sejarah. ” Berhenti mengusut bukan berarti melupakan begitu saja peristiwa ini, karena sejarah bukan untuk dilupakan begitu saja namun untuk dijadikan pelajaran di masa yang akan datang.

#menolaklupa#prayforIndonesia#prayforMay98riot

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s