Gajian


Satu kata yang membuat semua orang hampir pasti membuka mata lebar-lebar dan berteriak kegirangan. Namun, hari ini aku baru menyadari betapa gajian juga bisa menjadi beban untuk pihak tertentu.

Bulan April ini aku memiliki tanggung jawab atas hak puluhan karyawan beserta keluarganya. Menjadi salah satu pihak yang menerima komplain ketika gaji tidak turun tepat waktu, menerima celotehan sinis, dan lain sebagainya. It’s a company, there’re so many rules to be run. Wajar juga ketika gaji belum turun dan mereka protes karena mereka telat masuk kantor gaji mereka dipotong. Mungkin mereka merasa tidak ada reward dan punishment yang berjalan, hanya punishment yang kerap digaungkan orang-orang. Namun, mungkin mereka tidak tahu kalau perusahaan memberikan reward dengan caranya sendiri.

Mungkin aku yang terlalu sensitif mendengar celotehan mereka, mungkin aku yang terlalu sombong merasa bisa melakukan semuanya seorang diri. Aku mungkin lupa kalau semuanya tidak semudah membalikkan telapak tangan, it needs process to make an improvement.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s