HRD = Sanggar??


HRD = Sanggar??

Sempet bingung sih kenapa juga HRD bisa dikaitin sama sanggar, galak, menyeramkan, dll. Setidaknya dalam dua bulan ini aku uda dua kali denger hal ini dan dulu-dulu sebelumnya juga uda sering.

Ada yang bilang HRD sanggar itu uda ketinggalan zaman, uda zaman dulu banget. Karena yang aku tahu zaman dulu itu HRD/personalia adalah bapak-bapak berkumis lulusan sarjana Hukum. As time goes by, HRD pun tidak lagi jadi tukang hukum yang perlu punya tampang sanggar. HRD zaman sekarang merubah perannya sebagai strategic partner dari sebuah perusahaan. Dimana tugas HRD sudah meluas tidak hanya menjadi tukang hukum dan tukang catat saja. HRD perlu juga punya otak yang smart dan daya analisa yang tajam serta kemampuan sosialisasi yang baik. Karena tugas HRD sekarang adalah me-recruit, mengayomi dan berusaha untuk me-maintain pada karyawan agar dapat bekerja dengan aman dan nyaman.

HRD masa kini justru akan menjadi sahabat dari para karyawan. HRD harus bisa menjadi pendengar dari keluhan-keluhan para karyawan. HRD jugalah yang harus menjadi penyambung antara pihak perusahaan dengan para karyawan. Selain itu, HRD menjadi salah satu ujung tombak yang lain bagi sebuah perusahaan.

So, sepertinya ungkapan HRD=sanggar itu sudah saatnya dibuang jauh-jauh. Karena HRD bisa berhasil menjalankan tugas-tugasnya kalau dia bisa menjadi HRD yang bersahabat dengan karyawannya.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s