Kantor Imigrasi Jakarta


Sebenernya postingan ini sempet kepikiran untuk aku tulis tahun 2009 lalu saat aku mengurus passport aku sebelum ini. Tapi akhirnya cuma wacana karena kesibukan ini itu. Jujur waktu itu aku cukup bangga karena berhasil urus passport sendiri tanpa pake jasa calo ataupun biro lainnya meksipun memang sempet kesel karena ada hal-hal yang menurut aku buang-buang waktu. Kaya misalkan aku nunggu dari pagi ampe jam2 siang cuma buat daftar nomor antrian untuk cek dokumen, dll. 

Hari ini aku akhirnya datang lagi ke kantor imigrasi setelah kemaren coba browse di internet untuk daftar online namun gagal. Ada dua penyebab gagalnya daftar online kemarin. Pertama, ada dua web yang terhubung dengan aplikasi passport online, yang satu ga bisa di buka (https://onlinedpri.imigrasi.go.id/), yang satu lagi bisa dan mengharuskan kita upload dokumen pendukung (http://ipass.imigrasi.go.id:8080/xpasinet/faces/PassportFormCustomer.jsp). Kedua, di blog-blog maupun artikel yang aku temui ada yang tulis kalo kita gak perlu upload dokumen. Sebagai warga negara Indonesia yang baik, kondisi ini otomatis bikin papa dan aku jadi parno alias takut. Takut kalo dokumen kita disalah gunakan, dan lain-lain. So, aku mutusin untuk coba besok dateng ke kantor imigrasi langsung dan mencoba peruntungan apakah bisa pake one day service seperti mama yang bulan may 2013 kemarin urus perpanjang passport.

Bayangan masuk ke kantor pemerintahan yang ada di benak aku itu dari dulu selalu horor, entah petugasnya yang ga bersahabat, atau birokrasi yang ribet. Ternyata image ini masih belum berubah, apalagi setelah kemarin ke Kelurahan  untuk ambil KTP yang berujung aku ketemu dengan petugas yang sok galak. Hari ini, ketakutan akan image ini semakin gede setelah membaca postingan salah satu blog yang bilang kalo petugasnya galak-galak. Ketakutan ini terbukti di pintu masuk, kami di cegat satpam yang gak pake basa-basi langsung mencegat kami.

” Bapak mau bikin baru atau ada keperluan apa? ” 
” Perpanjang “

Setelah itu dia menjelaskan bahwa ada perubahan sistem yang baru saja terjadi kemarin malam sehingga layanan hari ini hanya untuk yang sudah daftar online. Satpam itu menjelaskan sambil memegang kertas berisi pengumuman, seolah mau ditunjukkan pada kami tadi tidak ditunjukkan hanya dipegang miring-miring. Akupun menjelaskan bahwa aku kesulitan mengakses website untuk daftar online. Ketika kami tanya alamat website yang digunakan, satpam itu pun cengengesan menjawab tidak tahu. Kami pun meminta izin untuk melihat ke dalam dan bertanya pada petugas di dalam mengenai daftar online. 

Sesampainya di dalam, sudah ada d blok kursi yang penuh terisi (sepertinya mereka para pendaftar online dan via biro jasa). Papa mencoba bertanya pada orang yang duduk dan ternyata orang tersebut mengurus via biro jasa. Aku pun berusaha mencari pengumuman lain dari kertas-kertas yang banyak tertempel di sekitar sana. Ternyata gak ada satupun bacaan informatif yang tertempel. Yang di tempel itu selain pengumuman seperti yang dipegang satpam di depan, ada juga tempelan mengenai one stop service tanpa ada penjelasan apa-apa mengenai istilah tersebut. Saat ada petugas yang berjalan menuju kantor, aku memberanikan diri untuk menanyakan sesuatu pada bapak tersebut. Aku bertanya kenapa tidak bisa walk-in (datang langsung dan ambil nomor antrian), DAN DENGAN SANTAINYA DIA MENJAWAB TIDAK TAHU serta meminta kami untuk BERTANYA PADA BAGIAN INFORMASI. Well, mungkin itu memang bukan jobdesc dia atau bukan bagian dia, tetapi setidaknya dia bisa memberi penjelasan sedikit dan tidak hanya menjawab tidak tahu seperti satpam di depan. 

Setelah itu, mata kami tertuju pada satpam yang berdiri di lokasi yang ditunjuk bapak petugas tadi. Satpam itu dikerubungin orang-orang yang bertanya, orang-orang yang kebingungan, dan berbagai ekspresi lainnya. Satpam itu tampak menjelaskan berulang mengenai pertanyaan dari orang-orang yang relatif sama, aku berdiri cukup lama di sana sampai tiba giliran aku dan aku sudah mendengar penjelasan tersebut sampai 3 kali. Ketika giliran aku, aku bertanya mengenai cara mendaftar online dan mengapa website-nya tidak bisa dibuka. Jawaban satpam itu cukup pintar, dia bisa menjelaskan mengenai server yang penuh dan lain sebagainya. Satpam bernama Yudhis itu sepertinya hari ini menjadi pahlawan bagi para petugas imigrasi yang cuma bisa jawab tidak tahu. Selesai mendengar penjelasan satpam tersebut, ada seorang petugas imigrasi yang lewat yang ditanya oleh papa mengenai sampai kapan kira-kira semuanya akan kembali normal. Dia pun menjelaskan dengan jawaban tidak tahu karena mereka juga sedang kebingungan dengan sistem baru ini. Ia hanya menjawab kalo sistem baru ini akan mempermudah, kalau sistem baru ini akan menghemat waktu para pembuat passport. Kalo mereka aja yang petugsa tidak tahu,  lalu bagaimana kami sebagai customer bisa tahu. 

Berakhirlah petualanganku di kantor imigrasi hari ini tanpa kejelasan kapan bisa bikin passport. Akhirnya percobaan peruntungan aku ke kantor imigrasi hari ini gagal juga. Well, semoga saja bapak itu benar, sistem yang akhirnya diketahui bernama one stop servie bisa mempermudah kami para pegguna layanan kantor imigrasi dalam membuat passport. Mempermudah sehingga kami tidak perlu antri dari pagi, tidak perlu bolak-balik datang, dan tidak perlu dioper sana-sini dalam prosesnya. Semoga juga kantor pemerintahan layaknya kantor imigrasi bisa lebih informatif dan lebih aktif dalam mensosialisasikan kebijakan maupun perubahan-perubahan yang terjadi. Semoga juga para aparat dan petugas dapat dilatih bagaiamana melayani pelanggan tanpa perlu sok galak ataupun sok tahu. 

Berikut adalah website ataupun blog yang berhubungan dengan pembuatan passport yang sempat aku akses yang cukup informatif. Nanti setelah aku berhasil buat passport, mungkin aku akan mengupate ceritanya lagi. 

Penjelasan mengenai daftar online: http://ipass.imigrasi.go.id:8080/xpasinet/faces/general/faq.pdf

Formulir daftar online:

http://www.imigrasi.go.id/index.php/layanan-publik/paspor-biasa#prosedur

Blog dari para pendahulu yang pernah bikin passport, semuanya periode pembuatan passport bulan Agustus:

http://fannywa.wordpress.com/2013/10/03/perpanjang-passport-dalam-1-hari/#comment-1092

http://www.chockysihombing.com/2013/08/25/cara-perpanjang-paspor-on-line-di-imigrasi-jakarta-pusat/

http://blog.lagunatrip.com/cara-urus-sendiri-paspor-baru-perpanjang-paspor-lama/

Artikel di website-nya imigrasi yang menyatakan begitu mudahnya membuat passport:

http://www.imigrasi.go.id/index.php/berita/berita-utama/258-urus-perpanjangan-passport-di-imigrasi-cuma-butuh-waktu-1-jam

Artikel di website-nya imigrasi yang menyatakan tidak perlu mengupload dokumen, padahal satpam bernama Yudhis menjelaskan kita perlu upload dokumen:

http://www.imigrasi.go.id/index.php/berita/berita-utama/248-perpanjang-paspor-on-line-saja

One thought on “Kantor Imigrasi Jakarta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s