Happy Chinese New Year


It’s not only about the festive but also the moments we shared with our families..

Kenapa pake families? Karena pada umumnya semenjak kita kecil kita sudah punya 2 keluarga, keluarga dari papa, dan keluarga dari mama. Lalu, setelah kita menikah kita akan punya beberapa keluarga lagi. Keluarga kita sendiri, keluarga pasangan kita yang juga terdiri dari keluarga papa dan mamanya.

Entah kenapa tahun ini hal ini menjadi sangat menarik buat aku. Aku tidak terlalu peduli lagi dengan berapa banyak angpao yang aku dapat, aku juga tidak peduli lagi siapa kasih berapa. Moment Chinese New Year ini menjadi berarti buatku karena aku bisa menghabiskannya bersama keluarga-keluargaku. Aku pun tidak tahu berapa lama lagi aku bisa menjalani momen yang sudah menjadi ritual selama 27 tahun ini karena mungkin nanti setelah aku punya keluarga baru, tentunya ritualnya akan bertambah.

Meskipun aku belum punya rencana menikah, bahkan belum punya pacar, tiba-tiba kemarin sebuah nasihat datang dari mama. ” Nanti kalo uda punya suami, misalkan sin cia begini ikutin aja kebiasannya gimana, jangan bilang gak bisa karena mau ke rumah sendiri (keluarga cewe.red). Musti bisa bagi waktu yang penting, nonggol sebentar juga gpp. “

Melihat beberapa saudara seumuran yang sudah pada menikah, melihat mereka membagi waktunya di hari raya ini, akhirnya membuat aku terpikir untuk menulis topik ini di blog. Sebuah tradisi yang pada akhirnya terus berkembang dan berubah. Mungkin zaman dulu di China, hari raya ini akan dirayakan di rumah keluarga besar para suami, dan baru di hari keduanya para istri  akan pulang ke rumah keluarga besarnya. Namun, seiring dengan berkembangnya zaman, sebuah keluarga tidak laki memiliki anak banyak, dan dalam satu keluarga belum tentu punya anak lengkap laki-laki dan perempuan. Akhirnya tradisi ini pun berubah, yang penting tetap berkumpul dengan keluarga, yang penting tetap melewati moment ini dengan keluarga. Seperti sebuah keharusan dalam hari raya ini untuk berkumpul bersama dengan keluarga, entah itu besar atau kecil. Yang jelas hari raya ini menjadi moment yang mengingatkan kita bahwa yang namanya keluarga itu seperti sebuah pohon, cabangnya bisa banyak, namun berasal dari suatu akar yang sama.

Selain itu, yang menarik di CNY tahun ini adalah rumah kami diliput oleh salah satu stasiun TV sebagai narasumber untuk menceritakan tentang Makan Malam Imlek (团圆饭). And my brother become the star for this occasion. hehehe.. Jadilah pada saat menjelang makan siang, keluarga besar yang ada di rumah saat itu berkumpul mengerubung di depan TV untuk melihat acara ini diputar. Jadi hasil shooting malam sebelumnya diputar ketika besok siangnya sehingga kami sekeluarga bisa menonton bersama-sama. This is one of unexpected thing for me entering this new year. Ga nyangka aja keluarga kami bisa punya kesempatan untuk berbagi cerita mengenai tradisi Imlek ini. Thanks to our parents for letting us going to China so we can talk much about this tradition. Ada gunanya juga kita belajar bahasa dan budaya Chinese selama ini.

Happy Chinese New Year!!!!

Gong Xi Fa Cai! Ma Dao Cheng Gong!

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s