Gerbong ini pun Sampai Pada Tujuan


LEGA! Mungkin ini perasaan yang aku rasakan sekarang dengan berakhirnya gerbong ini. Sedikit tidak tergambarkan, tidak bisa pula terdeskripsikan. Ada banyak pertanyaan yang masih menggantung seolah minta di jawab, namun sebenarnya tidak perlu di jawab. Masih antara percaya dan tidak percaya, karena ada banyak hal yang seolah masih belum bisa aku cerna.

Ada banyak peristiwa yang terjadi menjelang sidang thesis hari ini yang membuat aku takut dan cemas menghadapi hari ini. Aku takut ga bisa menjelaskan, aku takut ga bisa menjawab, dan segala macam ketakutan yang lain karena aku merasa tidak yakin dengan apa yang aku kerjakan. Termasuk ketakutan karena mendengar sidang 2 temanku yang lain. Ketakutan yang coba aku minimalisir dengan meyakinkan diri sendiri bahwa aku pasti bisa. Mencoba menenangkan diri dengan kenyataan bahwa aku memiliki dasar penelitian yang kuat sebagai orang yang pernah aktif di UKM Penelitian. Ditambah dengan chatting-an penyemangat dari teman-temanku yang tidak hadir tapi terus memberi semangat. Melewati tahap ini membuat aku semakin tegang memasuki ruang sidang sampai akhirnya salah satu penguji masuk dan mencoba mengajak ngobrol.

Setelah ketiga dosen berkumpul, akhirnya dimulailah ujian itu. Saat presentasi menjadi saat yang penuh tekanan buatku. Tatapan para dosen penguji dan ekspresi wajah dari dosen pembimbing membuat aku sempat berhenti berkata-kata dan kesulitan merangkai kata. Presentasi selesai, dimulailah tanya-jawab yang ternyata malah mencairkan suasana. Ekspresi dari para dosen ketika bertanya ternyata tidak semenyeramkan saat presentasi. Selama sesi tanya-jawab ini bahkan diselingi dengan senyuman dan tawa dari mereka yang membuat aku juga ikut tersenyum.

Beribu syukur akhirnya aku panjatkan ketika para dosen itu mengumumkan bahwa aku lulus, dan aku hanya perlu merevisi cukup banyak. Well, dan ternyata memang rasa syukur ini yang perlu aku panjatkan setelah apa yang sudah aku lalui selama proses pengerjaan thesis ini. Buatku sendiri pengerjaan thesis ini adalah saat dimana aku belajar untuk mengenal kata gagal. Sementara teman-teman yang lain menyebutkan bahwa ini adalah hasil dari konsistensi ku. Yah mungkin memang keduanya benar karena ketika aku berkenalan dengan kegagalan inilah aku berusaha untuk mengejar ketinggalanku dengan konsisten. Meskipun kadang aku menyadari, usahaku tidak selalu sekeras teman-teman yang lain. Selain itu, kekonsisten-an ini ternyata ditemani dengan kesabaran. Sabar ketika segala sesuatunya tidak berjalan sesuai harapan, sabar ketika aku harus mencari jalan menuju pintu keluar meskipun aku sudah melihat pintu itu dengan jelas.

Ketika menjalani proses panjang pengerjaan thesis ini, aku juga berkenalan dengan sebuah quotes bagus dari status BBM salah seorang temanku.

Born on pessimism, grow on skepticism, mature on optimism, and die on euphoria

Quotes ini rasanya tepat untuk menggambarkan perjalananku dari awal sidang proposal sampai ke sidang hari ini. Aku mengawalinya dengan pesimis ketika selesai sidang propsal hari itu bersama dengan seorang temanku. Kami pesismis kalau kami bisa menyelesaikannya tepat waktu di akhir semester tersebut. Lalu kami mencoba mengatasi rasa pesimis itu dengan berusaha memperbaikinya, mencoba berbagai macam cara. Setelah itu muncul lah keragu-raguan dalam benak kami, apakah hasil ini menjadi lebih baik? Apakah kami bisa maju dengan hasil seperti ini? Kamipun akhirnya menemukan jalan yang berbeda, dia lulus tepat waktu sedangkan aku masih terombang-ambing dengan topik yang tidak jelas. Di saat inilah aku berproses dengan segala macam kesabaran dan kekonsistenan. Sampai akhirnya aku bertemu dengan orang-orang yang membuat aku optimis kalau aku akan bisa melewati tahap ini. Rasa optimis inilah yang akhirnya membawaku menuju akhir yang penuh suka cita. 

Dan inilah hasil dari kekonsisten-an dan kesabaranku selama ini. Konsisten bukan berarti ngotot ketika kita sesuatu tidak berjalan sesuai rencana. Sabar bukan berarti pasrah tanpa melakukan apapun. Hari ini pun aku baru memahami ternyata kesabaran untuk melakukan sesuatu secara konsistenlah yang pada akhirnya menuntun aku menemukan jalan menuju pintu yang sudah jelas terlihat.

2014-01-29 22.03.53

Salah satu pencapaian terbesar dalam thesis ini adalah karena aku berhasil mengerjakan thesis dengan metode penelitian kualitatif. Metode yang sejak lama menjadi ketakutan buatku. Aku tidak pernah tahu bagaimana metode kualitatif yang sebenarnya. Tugas-tugas kuliah selama ini pun seolah hanya secomot-comot saja membahas metode ini. Namun, akhirnya aku berhasil membuat sebuah penelitian kualitatif meskipun hasilnya masih compang-camping dan perlu dijahit sana-sini.

Terima kasih karena gerbong ini akhirnya sampai pada tujuannya. Gerbong ini pun siap melanjutkan perjalanan yang lain. Masih banyak tempat tujuan yang perlu disinggahi, masih banyak gerbong-gerbong lain yang siap diangkut.

Terima kasih untuk segala kebaikan dari setiap orang yang turut menjadi bagian dalam  proses panjang ini.

Terima kasih sudah membuat aku percaya bahwa segala sesuatunya itu punya waktunya sendiri, tidak perlu dikejar, tidak perlu merasa kecewa, karena ketika waktunya tiba, ia akan datang dengan tidak terduga.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s