Integrity


Berkecimpung di area research sejak awal masuk kuliah membuat aku sedikit banyak mengetahui prosedur dan juga hal-hal lain terkait penelitian mulai dari yang taat aturan sampai yang di luar itu. Beberapa kali menjadi fasilitator di sebuah UKM penelitian semasa kuliah membuatku merasa perlu untuk memegang teguh etika penelitian. Intinya aku berusaha untuk menjalankan segala sesuatunya sesuai prosedur. Bukan karena aku sok2 taat ataupun sok bersih, namun saat itu aku merasa sesuatu yang tidak dikerjakan sesuai prosedur akan menyulitkan proses berikutnya. Misalkan data yang dikumpulkan asal-asalan mungkin saja menyulitkan pada proses pengolahan data ataupun saat pembuatan kesimpulan. Lagipula data yang asal-asalan akan menghasilkan hasil yang tidak akurat. Ini pun berlanjut sampai aku melanjutkan kuliah Magister, dimana aku seringkali mengingatkan teman-teman mengenai daftar pustaka ataupun penulisan sumber di setiap kutipan yang kami masukkan dalam tugas kami.

Kemarin siang, aku menerima telepon dari seseorang yang mengaku dari lembaga research. Ia menjanjikan aku sejumlah uang jika aku mau menjadi responden dari sebuah penelitian yang sedang berlangsung. Setelah bertanya beberapa hal mengenai asal muasal orang tersebut, akhirnya aku pun mengiyakan dengan pertimbangan bahwa ini membantu orang yang sedang mencari responden. Kejanggalan terjadi ketika aku mengatakan aku tidak pernah tahu mengikuti program yang menjadi topik dari research mereka dan ketika mereka memintaku mengaku berusia lebih muda dari usiaku sekarang. Sempet bingung dan dia berhasil meyakinkan aku kalau aku bisa dengan mudah mengakses program tersebut melalui internet meskipun aku tidak pernah tahu mengenai program tersebut.

Siang menjelang sore aku sempat berpikir untuk menolaknya, namun semakin lama aku mulai mengerti isi dari program tersebut melalui hasil search-ku di internet. Meskipun sebenarnya tidak semua tayangan di internet merupakan tayangan full dari program tersebut dan hanya berupa cuplikan singkat. Akhirnya aku yakin kalau aku bisa ikut penelitian tersebut dengan modal hasil search-ku hari itu. Apalagi aku semakin ter-reinforce dengan iming-iming sejumlah uang yang disebutkan oleh si penelepon tadi pagi. Jumlah uang yang membuatku gelap mata karena memang aku sedang berusaha mencari uang tambahan untuk uang jajan.

Sayangnya, malam harinya sebuah telepon dari temannya orang yang meneleponku pagi tadi membuatku berubah pikiran. Telepon yang tanpa basa-basi, tanpa kaidah etika menelepon orang yang belum dikenal membuatku meragukan research ini. Hal inilah yang membuatku mengambil telepon pintarku dan mengirim pesan pada temanku yang bekerja di lembaga research. Beberapa pertanyaan aku lontarkan padanya. Penjelasan darinya mengenai mafia research dan hasil refleksiku setelahnya membuatku akhirnya memutuskan untuk menolak tawaran menjadi responden esok paginya.

Jujur aku kasihan pada mereka yang bersusah payah mencari responden karena aku tahu betapa sulitnya meyakinkan orang untuk menjadi responden sebuah penelitian. Aku pun berpikir ini adalaha mata pencaharian mereka dan dengan aku membatalkan esok paginya akan membuat mereka kesulitan. Namun, mungkin akan lebih menyulitkan bagi si peneliti jika aku tetap ikut dalam penelitian ini.

Rasanya iming-iming sejumlah uang di tengah kebutuhan untuk mendapatkan uang tentunya menjadi godaan berat untuk semua orang terlepas dari apapun background mereka. Tak heran jika para pejabat yang terhormat sesuci apapun mereka ketika menginjakkan kaki di gedung terhormat tersebut dapat menjadi gelap mata ketika sudah terlalu nyaman dengan posisi mereka di gedung tersebut.

Sehubungan dengan Hari Anti Korupsi yang jatuh tanggal 9 Desember kemarin, rasanya postingan ini cukup dapat mengingatkan kita untuk tidak menjadi gelap mata pada godaan korupsi dimanapun kita berada. Mungkin salah satu cara untuk mengurangi jumlah korupsi adalah menjadikan para generasi muda sebagai agen anti korupsi dimana mereka akan menjadi malu sendiri pada khalayak seandainya mereka tertangkap melakukan korupsi.

Let’s work together to build a Better Indonesia without Corruption🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s