Polisi Tidur


Istilah ini begitu aneh terdengar, dulu pas masih kecil aku bener-bener nyangka ada polisi tidur beneran di jalanan, dan gak kepikiran juga kalo polisi tidur itu adalah gundukan di jalanan berwarna kuning zebra atau putih, bahkan kadang gak ada warna sama sekali. Sebenernya kalo melihat dari tujuan polisi tidur ini pada dasarnya adalah untuk pengaman, dimana polisi tidur ini akan membuat orang-orang memelankan laju kendarannya untuk menghindari tabrakan. Apalagi di Jakarta, polisi tidur ini banyak ditemukan di daerah yang banyak gang nya atau ditempat-tempat yang arah jalan kendaraan tidak wajar (misalkan di jalan yang motor bisa tiba-tiba lawan arah).

DI jalanan arah masuk ke rumah aku, sekitar beberapa bulan yang lalu punya 4 polisi tidur baru yang tingginya ga kira-kira dan dalam jarak yang berdekatan. Dulunya cuma ada satu tapi setelah jalanan di aspal jadi muncul 4 polisi tidur (FYI: jalanan ini akhirnya diaspal juga setelah puluhan tahun hancur berbatu-batu). Kenapa polisi tidur ini jadi spesial? karena buat aku yang baru bisa nyetir ini jadi distraction banget, musti memelankan sepelan-pelannya, bahkan kadang kala jadi ga mau nanjak. Kalo enggak, uda dipelan-in tapi malah masih berasa keguncang. Ga enak banget dhe rasanya lewatinnya.

Usut punya usut ternyata di dekat gang yang ada 4 polisi tidur ini sempet kejadian anak kecil ketabrak motor atau ngindarin motor, pokoknya anak ini sampe cidera. Jadinya berhubung jalanan uda mulus karena diaspal, mereka buat polisi tidur ini agar orang-orang gak seenaknya aja bawa mobil atau motor ngebut. Nice reason! Safety reason! Tapi apakah mereka mikir kalau guncangan dari polisi tidur yang tingginya ga kira-kira itu berbahaya buat ibu-ibu hamil atau orang-orang tua yang punya masalah tulang. Apalagi ini sampe 4 polisi tidur which means ibu-ibu dan orang-orang dengan masalah tulang itu akan ngalamin 4 kali guncangan.

Melihat dari polisi tidur ini, seperti itulah hidup harus berjalan. Kadang cepat, tapi kadang kita harus melambat untuk menjadi waspada pada sekitar. Meskipun dengan melambat ini ada rasa ga menyenangkan, ataupun waktu tempuh kita jadi lebih lama. Tapi pada akhirnya kita bisa selamat sampai di rumah. Kita gak nabrak anak-anak kecil yang main di depan gang-nya, kita ga nabrak motor yang lawan arah dengan ngebut.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s