23 Epicentrum


Buku ini hadiah ulang tahun dari salah seorang teman.

Well, buku yang pengen aku beli tapi segan karena takut isinya gak bagus. Ditambah lagi warnanya yg shocking pink gitu bikin agak2 serem belinya. Tapi suatu hari mendadak aku baca sekilas bagian belakang buku ini, kok rasanya menarik juga ya. sedikit tertarik tapi aku mengurungkan niatku untuk membelinya.

Sampai akhirnya beberapa waktu berlalu dari hari ulang tahunku, tibalah buku ini di rumahku berbalut dengan bingkisan warna orange. Wow! kok bisa pas ya? Butuh waktu seminggu lebih buatku untuk membuka buku ini dan mulai membaca. Di tengah himpitan tugas-tugas dan ujian, aku menyempatkan membaca buku ini. Sebuah buku dengan gaya cerita yang membuatku sulit untuk berhenti. Cukup membuatku merasa tanggung saat harus menjeda kegiatan membaca ini.

Penceritaan tiga tokoh utamanya tidak terlihat terpotong-potong meskipun mereka dalam setting yang berbeda-beda. Sungguh mudah dibayangkan jika cerita ini diangkat ke layar lebar. Buku ini mengisahkan perjuangan ketiga tokoh utama dalam mencapai impiannya sekaligus memberi makna pada hidupnya. Buku yang penuh dengan filosofi-filosofi menarik dalam kehidupan. Buku yang mengisahkan bagaimana harus memberi di saat kita sedang menunggu pemberian dari orang. Buku yang mengisahkan tetang keikhlasan, dan kepasrahan dalam memberi.

Dengan topik yang dibahas dalam buku tersebut rasanya buku ini cocok untuk mereka yang berada dalam usia 20-30 tahun-an. Usia-usia yang begitu rentan dengan pilihan hidup, usia-usia yang menjadi gerbang menuju kedewassaan yang hakiki.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s