Another Ending and Another Beginning


Gak berasa, bulan Maret ini uda selesai yang artinya program internship batch ke-3 pun selesai. Another ending with different situation. Kalo dulu aku sama-sama pindah tempat baru sama temen satu kelompok aku, kali ini aku tetep di tempat magang yang sekarang, sedangkan temen2 yang lain pindah tempat. Another batch with new situation and new team-mate. Sebenernya bukan temen baru juga sih, karena sepanjang kuliah semester 1 dan 2 aku selalu bersama dengan teman-teman yang akan menjadi team-mate aku 2 bulan ke depan. Tapi yang namanya rasa khawatir dengan apa yang akan terjadi selama dua bulan ke depan itu tetap ada. Semoga aku bisa menyelesaikan dua bulan itu dengan lancar dan dapat memberikan hasil yang terbaik untuk semuanya.

Ada banyak kisah yang terjadi selama 4 bulan terakhir, kisah tentang perjuangan, kisah tentang pengorbanan, dan kisah tentang perjalanan mencari makna hidup. 2 bulan pertama aku habiskan dengan menjelajahi wilayah Jakarta Selatan dengan segala macam trend gaya hidup kelas atas. Dari merekalah aku belajar kalau kesuksesan itu jalannya tidak semulus jalanan yang baru di aspal, perlu usaha dan pengorbanan. Mereka jugalah yang membuka mataku bahwa apa yang kita rasakan belum tentu sama dengan apa yang orang lain lihat, apa yang orang lain nilai. Belum tentu apa yang kita anggap benar, dianggap hal yang benar juga oleh mereka.

2 bulan berikutnya aku masuk ke sebuah perusahaan yang tergolong besar, dengan berbagai kisah pasang surut selama aku disana. Aku tidak hanya belajar mengenai ilmu-ilmu psikologi selama 2 bulan ini, tapi ada begitu banyak pelajaran tentang kehidupan yang terpotret selama aku disana. Aku belajar mengenai hukum timbal balik, yang menyatakan bahawa semua perbuatan kita ke orang lain bukan tidak mungkin akan kembali pada kita. Perlakukanlah orang sesuai seperti apa yang kita ingin mereka lakukan apda kita. Aku juga belajar kalau terkadang untuk merubah lingkungan itu mungkin kita sendiri juga perlu berubah.

只要自己的心态改变环境也会跟着改变

Setiap orang punya caranya sendiri, dan selama 2 bulan ini pula aku belajar, kalau segala sesuatunya itu kembali pada diri kita sendiri. Semesta hanya bereaksi pada apa yang kita lakukan, sesimpel hukum aksi-reaksi yang selama ini sering kita dengar dari buku-buku atau ceramah motivasi. Well, kayaknya cukup pantas kalau perusahaan ini aku anggap sebagai miniatur kehidupan.

Yang pasti dua bulan tersebut benar-benar membuat aku belajar untuk berdamai dengan rasa tidak nyaman. Untuk mencoba menjalani semua hal baik manis maupun pahit karena kita gak pernah tau apa yang kita hadapi di depan, kita cuma tahu kalau kita sedang berusaha untuk mencapai tujuan kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s