CNY


Chinese New Year yang sekarang terkenal dengan sebutan CNY, Imlek, Sin Cia, dan lain sebagainya, tapi yang paling sering ya 3 istilah itu. Tahun demi tahun merayakan hari raya ini, semakin banyak perubahan, semakin banyak hal-hal yang tidak biasanya.

Tahun ini pun seperti itu, mulai dari kegiatan pas 年三十 sampai hari H nya, aku menemui hal yang bener2 berbeda tahun ini. Sehari sebelumnya aku ikut ke pasar sampai 2 kali dalam sehari, belanja sayur paginya dan belanja pernak-pernik sorenya. Wow! Pasar Petak Sembilan di pagi hari menjelang Imlek benar-benar dahsyat ramainya! Dulu aku sempet bilang kalo gak ngerasain suasana Imlek di Pasar Petak Sembilan, belum Imlek rasanya. Tapi sayanganya dalam beberapa tahun terakhir aku sempat skip dengan ritual pasar dan belanja ini. Kalaupun ke pasar cuma sekedarnya aja, liat-liat dan pulang lagi, atau kalau tidak cuma sekedar Sembahyang di Vihara yang terkenal di daerah ini. Tahun ini, acara pasar ini pun menghasilkan tentengan belanjaan di tangan kanan-kiri aku sama mama, plus ditambah Mbak cuci-gosok di rumah kami. Judulnya cuma beli sayur dan buah, tapi hasilnya ada banyak sekali sayur dan buah yang dibeli. Sorenya aku kembali ke pasar, dan pasar sedikit lebih sepi dari paginya, yang sama cuma harga2 yang mendadak menjulang tinggi. Rutinitas lain sehari menjelang CNY pun tetap berjalan seperti biasanya, sembahyang dan makan siang dengan sayur bermacam-macam.

Tradisi lain yang terus berlangsung di hari ini adalah makan malam bersama keluarga besar yang dalam bahasa Mandarin disebut sebagai 团圆饭. Dari kecil aku selalu suka momen ini, menanti-nanti siapa yang akan hadir berikutnya. Hal ini juga yang aku suka di hari H CNY. Menanti tamu yang dateng ke rumah, dan dengan antusiasnya membuka pintu untuk mereka. Lucunya aku sama sekali tidak keberatan untuk membukakan pintu meskipun ada mbak padahal di hari biasa aku seringkali malas untuk membuka pintu.

Ada hal yang sangat berbeda di momen CNY tahun ini, aku tidak lagi pulang dan membuka angpao bersama koko seperti biasanya. Koko pulang ke rumahnya sendiri tanpa tugas menghitung angpao, dan aku pulang ke rumah sodara untuk mempersiapkan datang hari kerja esok hari. Well, tentunya aku pulang tanpa rutinitas menghitung angpao dan rutinitas ini aku lakukan seminggu setelahnya.

Momen CNY ini selalu membuatku belajar banyak hal dari tahun ke tahun, mulai dari pelajaran tentang hidup sampai pelajaran teknis seperti cara memasak sayur-sayur tertentu ataupun cara mendekor rumah. Seperti halnya tahun ini aku belajar teknik menggoreng baso yang hasilnya cukup memuaskan.🙂 Tahun ini pun aku belajar kalau CNY ini bukan sekedar hari libur ataupun hari raya saja, namun ini adalah tradisi yang menyatukan keluarga.

” Chinesse New Year is not only a festive but it’s a tradition that binding family together. “

Mau dari keluarga yang sudah tidak merayakan CNY lagi ataupun keluarga yang masih dengan kentalnya merayakan hal itu, mereka tetap memiliki suatu tradisi yang mereka jalankan saat momen CNY ini. Mereka yang tidak merayakan lagi mungkin tetap datang ke rumah kenalan mereka yang masih merayakan atau mereka tetap berkumpul dengan keluarga mereka. Hal-hal seperti inilah yang muncul dalam pengamatanku selama momen CNY tahun ini.

 

Happy Chinese New Year all!

新春快乐!

万事如意, 身体健康, 心想事成!

379577_561495793861480_1088310751_n

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s