22.12.12 – A Day Full of Lesson ^o^


Hari ini itu disebut sebagai hari Ibu di Indonesia, hari dimana Ibu menjadi tokoh utama. Well, meskipun yang namanya ibu itu selalu jadi tokoh utama hampir di setiap keluarga. Ada banyak sekali quotes bagus maupun gambar bagus yang berhubungan dengan Ibu di hari ini. Mulai dari ibu yang menjadi superwoman, spiderwoman, sampai ibu yang menjadi pendidik, pokoknya seorang ibu itu bener2 multi peran dhe. Beginilah aku menjalani hariku yang tanpa kegiatan namun terasa panjannnnnnnnngggggggggg..

Aku mengawali hari ini dengan datang ke sebuah pusat elektronik yang cukup terkenal di Jakarta, niatku cuma satu: ambil powerbank yang dituker karena rusak. Dengan harapan ini adalah kali terakhir aku mengambil barang dari toko itu, karena aku tidak mau lagi menguras energi positif aku dengan marah-marah setiap ketemu penjaga toko tersebut. Bagaimana energi positif-ku tidak terkuras? setiap aku datang, pelayanannya mengundangku untuk mencaci mereka dengan sebutan, “SETAN!” intinya pelayanannya sangat tidak menganut service excellent, cenderung meremehkan. Namun, tiba-tiba hari ini aku tersadar,

” Even I want to call her Devil, It won’t change anything, she always still the same, so It’s better for me to thank her that she has taught me so many live lesson, especially to be success somebody need to work hard, earning money is not an easy thing.”

Yah pokoknya banyak lah yang uda aku pelajari selama beberapa bulan ini berbisnis dengan si enci dan anak buahnya. The most important part itu ketika aku bertemu dengan bos pemilik toko itu yang mungkin tidal tahu kelakuan bejat anak buahnya dalam melayani aku selama ini. Well, aku jadi tau kalau tidak semua orang yang kita percaya itu bisa diandalkan, dan kontrol dalam bisnis itu merupakan sebuah hal yang sangat penting.

Hal kedua yang aku alami hari ini adalah sebuah penolakan niat baik. Well, aku gak mau cerita panjang lebar tentang ini biarlah hal ini cukup menjadi pelajaran buatku saja. Di saat banjir juga baru surut dari rumahku, aku memutuskan untuk menolong seseorang yang aku sama sekali tidak kenal. Pertimbanganku saat itu adalah karena ini bantuin sepupu-ku juga yang seharusnya membantu orang tersebut tapi dia terjebak macet. Sebuah pertanyaan ringan tapi cukup menggelitik buatku datang dari papa berkaitan dengan niatku menolong orang ini, aku mencoba berargumen  sampai akhirnya papa memilih untuk diam dan membiarkanku melakukan apa yang aku mau. Mama dengan semangatnya mendukung niatku menolong orang ini. Entah energi besar darimana, aku sampai lupa pengalaman-pengalamanku di masa lalu setiap aku mencoba tidak mendengarkan omongan papa atau mama. Selama ini, setiap aku kekeuh pada pendirianku dan mencoba tidak mendengarkan orang tua, pasti ada saja hal tidak baik yang aku alami, sekecil dan se-sepele apapun hal tidak baik itu. Dan hari ini aku lupa semua itu. Pergilah aku menolong orang yang tidak aku kenal itu, orang yang saat ku telepon memohon dengan sangat agar aku datang membantunya. “SUDAH TIDAK ADA ORANG LAGI.” katanya. Aku datang bertemu dengannya, dan tidak sampai 10 menit aku disana, aku disuru pulang, “TEMAN SAYA JADI DATANG, SAYA SUDAH TERLANJUR JANJI SAMA DIA.” Uang lima puluh ribu pun diserahkannya padaku untuk naik taxi katanya. Masih dengan keadaan shock dan speechless, aku menerima uang itu dan turun ke bawah, saat berjalan turun ke bawah aku baru sadar, betapa bodohnya aku menerima uang itu, mau naik ke atas lagi tapi sudah mulai ramai dan aku merasa risih untuk naik lagi dengan kostum-ku yang seperti itu.

Telepon dari mama dan cacian dari mama ke orang itu akhirnya membuatku memutuskan untuk naik lagi dan mengemablikan uang itu. Jujur aku tidak menyangka mama bisa marah sampai seperti itu, padahal aku pikir papa yang akan marah besar dengan perlakuan orang itu padaku. Di mobil, Papa hanya tertawa kecil sambil ngomong, ” Kalo uda niat bantuin orang, ya ikhlasin aja. “. Setelah itu perasaan aku bener-bener tidak karuan, bayangan kejadian di kuliah dulu pun muncul lagi saat aku kekeuh pergi ke acara kampus yang sebenarnya sudah tidak diizinkan oleh orang tuaku. Waktu itu akhirnya aku pulang dengan keadaan suasana hati yang kurang baik karena selama acara disana banyak kejadian tidak menyenangkannya. Selain itu, setelah mendengar kata-kata papa di mobil, aku lantas teringat dengan kata-kata papa yang pernah dia ucapkan saat dia mengomentari bisnis powerbank ku yang sempat bermasalah,

” Elu makan nasi sama orang tua makan garem itu masih banyakan orang tua makan garem, makanya kalo diomongin orang tua nurut. “

Well, 我爸真了不及!Ada banyak kata-kata ajaib yang keluar dari mulu Papa di saat-saat sederhana sekalipun. Mungkin dari kata-katanya selama ini papa bisa juga  kali ya jadi penulis. he3..

 

Lepas dari pelajaran  yang aku dapatkan selama hari ini, ada hal lain yang mau aku bagi sehubungan dengan Hari Ibu ini.

I feel blessed to have a Great Superwoman. My Mom! Mama itu gak sama seperti mama-mama lainnya, aku tidak mengalami apa yang kebanyakan anak-anak lain seumuranku lakukan bersama dengan mamanya dari kecil sampai sekarang. Di saat anak lain belajar pelajaran SD dengan mamanya, aku belajar dengan guru les. Di saat anak-anak lain di kekang dengan segala macam aturan, dilarang ini-itu, aku malah menikmati melakukan apapun yang aku mau, dan di saat mereka bebas melakukan apa yang mereka mau, aku baru merasakan satu-dua larangan pada hal-hal yang mau aku kerjakan. Kalau itu bukan larangan, sebutlah itu sebagai peringatan atau nasihat yang membuat aku mikir sebelum memutuskan apakah aku akan melakukan hal itu atau tidak. Di saat mama-mama lain mengantar bekal untuk anaknya ke sekolah, mamaku menyiapkan bekalku di saat aku sudah masuk dunia kerja. Di saat anak-anak lain masuk kuliah dan mamanya tidak tahu menahu tentang apa yang anaknya pelajari di kuliah, aku malah menerima mentor-mentor singkat dari mama untuk mata kuliah tertentu yang sudah pernah ia alami di dunia kerja sesungguhnya. Kurang lebih seperti itulah yang aku alami tumbuh besar dengan seorang ibu bekerja yang hampir seluruh usia produktifnya harus dihabiskan di kantor. Lucky me punya extended family lain di rumah, ada nenek, dan tante yang ikut memperhatikan perkembangan aku dan koko waktu itu. Namun, ternyata apa yang harus mama lewati selama bekerja itu ternyata banyak menjadi masukan buat aku selama kuliah di sebuah disiplin ilmu yang banyak membahas tentang industri dan organisasi. Apa-apa yang aku baca di buku atau aku dengar dari dosen, hampir semuanya mama punya contoh nyatanya. Selain itu, terbiasa di lepas di masa kecil ternyata juga membawa dampak berbeda bagi perkembangan aku dan koko. Meskipun memang kita belum mandiri-mandiri banget, tapi kita punya pemikiran yang berbeda dari anak-anak lain berkaitan saat menghadapi masalah tertentu.

 

Happy Mother’s day!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s