Anjing (!)


Suatu pagi, aku mem-post video tentang anjing yang menari dengan judul “Anjing Luar Biasa!” di grup BBM UPM. Beginilah balasan dari seorang teman yang awalnya membuatku bingung.

Jawaban mereka otomatis membuka ingatan aku tentang kejadian beberapa tahun lalu saat aku masih tercatat sebagai murid TK (ga inget umur berapa, TK apa, yg jelas masih TK). Saat itu, seorang temanku membawa botol minum berbentuk anjing. Spontan, sebagai anak kecil yang kegirangan melihat botol minum lucu  bergambar anjing, aku pun berkomentar, “Ih lucu ya kaya anjing!” (kata persisnya seperti apa aku gak inget, yang jelas aku menggunakan kata anjing di dalam komentar tersebut) Tak lama setelah itu, aku pun menerima hukuman dari Ibu guru karena dianggap telah ngomong kasar (a.k.a ngomong jorok). Anak TK usia 3-4 tahun, dihukum karena mengucapkan kata anjing, dimana saat itu mungkin aku cuma tahu kalau anjing itu adalah seekor hewan lucu yang sering aku liat di TV maupun di kompleks rumahku. Entah apa yang begitu berkesan dari kejadian itu yang membuat kejadian itu menjadi salah satu cerita masa kecil yang masih aku ingat sampai sekarang.

Komentar pagi itu di grup BBM pun membuatku tersenyum, “”Anjing” itu bukan omongan jorok, hanya terkesan kasar.” Dan pagi itu pula aku berpikir, kalau kata “anjing” itu jorok atau kasar, lalu kenapa di buku pelajaran alphabet dalam bahasa Inggris, kata “Dog” sering dipergunakan sebagai kepanjangan dari huruf “D”. Kata “Dog” yang kalau di artikan dalam bahasa Indonesia jadi kata “Anjing”, kata yang dianggap kasar ataupun jorok sehingga ada anak TK yang dihukum karena mengucapkan kata tersebut. Well, hukuman ini memang kejadian sekitar 20 tahun yang lalu, dan entah apa yang terjadi kalau anak TK sekarang yang mengucapkan. Yang jelas cerita ini setidaknya menjadi salah satu contoh bahwa sistem pendidikan seperti ini pernah ada di Indonesia. Sistem pendidikan yang sama sekali tidak mau mendengarkan penjelasan dari murid. Aku juga lupa waktu itu dihukum apa dan gimana kejadian jelasnya, hanya saja aku ingat kalau aku sempat melakukan pembelaan, yang lalu ditepis begitu saja oleh Ibu Guru itu.

Mungkin ini memang menjadi bagian dari proses pembelajaran aku tentang hukuman. Tentang bagaimana kata “Anjing” bisa membuat seorang anak TK di hukum. Sekaligus saat mengingat hal ini sekarang, aku pun belajar untuk menjadi, “pengajar” yang lebih bijaksana dibandingkan pengajar-pengajar terdahulu, yang aku yakin pengajar terdahulu pun juga akan terus belajar untuk menjadi lebih bijaksana. ^^

 

2 thoughts on “Anjing (!)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s