A Day Missing Beijing


Well, what an unusual day. Waking up in the morning and realize that I dreamed about my friend while I’m in Beijing. Dreamed about Beijing’s atmosphere and a friend that I had just met in Merline’s wedding. Honestly I forgot her name, and I wondering why I dreamed about her. After that “collective soul” moment, I went to my living room, and watched TV. I didn’t notice that I watched CCTV15, Chinese television station. I stopped in front of the TV because I heard an all star song, the song title is “Ai” (爱). This song is sang by a college student. After that song, there was a video clip about Olympic games. I really amazed with this song, the song title is 北京祝福你.

Gak cuma lagunya aja yg easy listening tp aku juga terkesan dengan video klipnya yg tentunya pembuatannya itu memakan banyak resources, mulai dari orang, waktu, biaya, dan tenaga. Video klip nya ini melibatkan artis-artis baik yang tua maupun yang muda. Selain itu, ada juga atlet-atlet yang ikut menyumbangkan suaranya. Penari yang ikut terlibat dalam klip ini pun juga terlihat sangat banyak. Sangat tidak terbayang berapa banyak biaya yang dikeluarkan untuk pembuatan video klip ini.

Melihat video klip ini otomatis ingatanku kembali pada kejadian 8 tahun yang lalu saat aku menjadi bagian dari kota Beijing, saat gegap gempita Olimpiade belum terlalu berkumandang disana. Yang jelas ketika aku disana, bangunan-bangunan itu masih berbentuk konsep-konsep dalam kepala para arsiteknya. Sedikit terbersit keinginan kembali ke kota tesebut dan melihat seperti apa penampilannya sekarang. Video klip itu pun juga membuat aku sangat terkesan dengan China, bagaimana mereka membangun bangsanya mennjadi seperti hari ini. Dalam kurun waktu 8 tahun, pemerintah China seolah menyulap kota Beijing dan beberapa kota lainnya menjadi begitu berbeda dan menjadi maju begitu pesat. Aku pun merasa begitu bersyukur pernah merasakan tinggal di kota tersebut, meskipun saat itu keadaannya belum terlalu berbeda dengan keadaan Jakarta saat ini.

Hari tanpa kegiatan ini akhirnya semakin membuat aku kangen dengan Beijing, kali ini aku tidak kangen dengan momen-momen disana, aku kangen dengan kotanya. Kota dimana aku bisa bebas pulang dan pergi tanpa takut sulit transport. Meskipun bus umum nya bau bawang ataupun pengap, namun aku selalu yakin kalau bus nya akan datang tanpa aku perlu menunggu terlalu lama. Kota dimana ada banyak makanan yang unik.

I do really want to visit that city again.

 

 

2 thoughts on “A Day Missing Beijing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s