The Water of Life


Perjalanan hidup itu mengalir seperti air yang bahkan kita pun kesulitan untuk tahu kemana air ini akan mengalir. Kadang kala air itu bertemu sampah, batu kali, tumbuhan air, bunga teratai, dan lain sebagainya, namun air itu terus mengalir setelah berhenti sejenak untuk menyapa benda-benda yang ditemuinya. Air itu beradaptasi dengan baiknya, air bisa mengikuti lebar-sempitnya celah yang dilewatinya, melewati batu-batu ataupun benda-benda lain yang ditemuinya. Yah begitulah air sesunguhnya, sangat fleksibel dan begitu lentur terhadap setiap permasalahan yang dihadapi. Begitupu-lah kita seharusnya saat menjalani kehidupan ini, selalu siap dengan segala perubahan, menjadi lentur akan perubahan, tetapi tetap kuat saat tiba saatnya harus menghancurkan batu perlahan-lahan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s