TANDA TANYA (?)


Sebuah film yang saat pemutarannya mengundang banyak komentar, sampai akhirnya film ini hampir dicekal. Dari sekian banyak komentar yang datang dari teman-temanku, hampir semuanya bilang kalau film ini bagus. Hal inilah yang mendorongku untuk menonton film ini, namun apa daya waktu pemutaran yang singkat dan kesibukanku saat film ini diputar akhirnya membuatku tidak jadi menonton film ini. Hari ini akhirnya aku baru bisa menonton film tersebut dengan video streaming di youtube. Terlepas dari komentar yang menyebutkan bahwa film ini terlalu ekstrim, aku mau bilang kalu film ini sangat penuh makna. Sekilas memang film ini terlalu ekstrim menunjukkan sisi gelap dan sisi baik dari setiap budaya yang ada, namun kalau mau kita cermati lebih dalam, film ini sesungguhnya tidak mengajarkan tentang cinta kasih yang sebenarnya adalah ajaran universal dari setiap Agama yang ada di Indonesia.

Aku merasa begitu dekat dengan kehidupan yang ada di film ini, kehidupan masyarakat pecinaan dengan berbagai macam budayanya. Apa yang ada di dalam film itu terkadang aku lihat dalam kehidupan sehari-hari, dan aku dapatkan dari ajaran orang tuaku. Perilaku Ping Hen dalam film itu pun juga mencirikan perilaku beberapa orang yang mungkin pernah aku lihat dalam kehidupan sehari-hari. Satu kalimat yang paling menarik yang diucapkan Ping Hen adalah, ” Ngapain kita musti respek sama mereka kalau mereka gak pernah respek sama kita? ” Terkadang sebagai kaum minoritas, pikiran ini kerap kali muncul  menjadi pertanyaan yang tak pernah terjawab. Kalaupun mungkin kita cari jawabannya, kalimat yang paling dekat untuk menjawab ini adalah, “sebagai sesama manusia kita harus saling mengasihi.” Dan memang inilah yang diajarkan oleh orang tua kami, meskipun kita berbeda tetapi kita harus saling mengasihi sesama manusia.

Meskipun aku kurang suka dengan akhirnya, namun film ini menunjukkan kalau setiap orang itu bisa berubah. Orang jahat pun bisa berubah menjadi baik, orang miskin bisa berubah jadi kaya, dan lain-lain. Film ini juga mengajarkan bahwa apapun caranya, tapi tujuan kita tetap satu. Orang Islam boleh bilang Bahagia dunia akhirat, orang Kristen bisa bilang Surga, orang Buddhis dan Hindu bisa bilang Parinibana atau Nirvana, namun semua itu sebenarnya adalah sama. Jadi buat apa kita bertengkar, saling menghujat, saling meremehkan, toh sebenarnya yang kita tuju itu sama.  Anak sekolah untuk naik kelas pun cara nya berbeda-beda, ada yang belajar sendiri, ada yang ikut les, ada yang belajar sama temen, ada yang belajar sama orang tua, dll. That’s why pendahulu kita menurunkan semboyan “BHINEKA TUNGGAL IKA” karena Indonesia ini sebenarnya satu dalam perbedaan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s