10 Tahun yang Lalu


Beberapa hari ini, aku baru saja tersadar akan dahsyatnya 10 tahun yang lalu untuk hidupku. Bahkan aku sempat mengatakan bahwa 10 tahun yang lalu itu adalah tahun terindah dalam hidupku sampai-sampai aku membutuhkan waktu yang cukup lama untuk membiasakan diri menulis angka 2003 setiap menulis tanggal di buku catatan sekolahku. 2002 yang diawali dengan begitu banyak cerita dan ditutup juga dengan banyak cerita menggantung, tapi yang jelas aku sangat menikmati hari-hariku di tahun itu.

Saat ini, 10 tahun berlalu dari tahun itu, sudah begitu banyak kejadian dan peristiwa yang aku alami. Semuanya terekam begitu jelas dalam ingatanku, tidak hanya gegap gempita euforia masa remaja yang begitu menyenangkan, tapi juga kekecewaan dan berbagai macam rasa lain yang seolah tercampur menjadi satu. Sedikit banyak, hari-hari yang aku lalui selama tahun itu menjadi cikal-bakal dari munculnya peristiwa dan perasaan-perasaan yang bahkan masih membekas sampai sekarang. Salah satunya adalah persahabatan kami yang kuawali di tahun itu, persahabatan yang saat itu kami harapkan akan everlasting seperti itu sampai kami tua nanti. Nyatanya saat itu kami masih terlalu polos dan tidak tahu kalau dunia ini tidak selamanya seindah yang kami bayangkan. Perlahan kami pun akhirnya belajar bagaimana harus merelakan apa yang tidak semestinya kami miliki lagi, belajar untuk memahami apa yang orang lain rasakan, belajar mencintai tanpa syarat, belajar berbagi meskipun kami kekurangan, dan belajar hal-hal lainnya sampai kami menjadi seperti kami yang sekarang.

Hasilnya, inilah kami saat ini, aku tetap bersahabat dengan mereka dengan berbagai macam seleksi alam yang kami lewati. Seleksi alam yang memiliki berbagai macam wujud, quality time, cinta, persaingan, ego, bahkan pengkhianatan. Aku menyebutnya seleksi alam karena kami bisa menjadi seperti sekarang karena kami sudah berhasil melewatinya.

Aku tidak tahu apa yang akan terjadi sepuluh tahun ke depan, tapi yang pasti aku berharap saat itu aku bisa tersenyum puas saat mengingat apa yang terjadi saat ini. Sama seperti hari ini aku tersenyum menertawai kebodohanku sepuluh tahun yang lalu, saat aku belajar banyak hal di tahun itu ^^

2 thoughts on “10 Tahun yang Lalu

    1. Hihi,,, biasalah Cil namanya anak SMA.. punya pengalaman baru kenal orang lain di luar dunianya.. Dan kemaren itu baru sadar betapa besarnya efek kejadian-kejadian di tahun itu ke tahun-tahun berikutnya bahkan sampe saat ini. Dan mungkin itulah yang orang-orang bilang proses untuk menjadi dewasa. meskipun saat ini pun masih susah kalau dibilang udah dewasa.. ^^

      Thx for reading Cil..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s