Finishing the unfinished bussiness


 

So happy that I can finishing that unfinished business in this almost finish year.

Gak enak rasanya terombang-ambing selama ampir setaon lebih dengan situasi yang ga jelas. So, ga heran aku seneng banget pas akhirnya aku bisa benar2 melepas segala atribut itu dan bicara lagi dengan sumber unfinished bussiness ini.

Bukan sebagai teman, bukan sebagai sahabat, bukan sebagai apa-apa. Rasanya semuanya lepas begitu saja, seperti orang yang benar2 baru saling mengenal. Meskipun terkesan aneh, dan aku tidak biasa dengan semua itu. Meskipun seperti orang bodoh mendengarnya basa-basi seperti itu. Namun, aku yakin ini yang terbaik, cuma ini satu-satunya cara agar kami bisa melanjutkan hari-hari kami tanpa hambatan. Aku yakin pertemuan-pertemuan kami selanjutnya akan dipenuhi akward moment, dan keanehan-keanehan tingkat tinggi lainnya.

Well, aku belum membayangkan dan gak mau membayangkan hal itu. Yang jelas aku senang sudah berhasil menyelesaikan unfinished business ini. Menghilangkan segala batu sandungan yang membuatku tidak mampu untuk melangkah maju. Aku hanya berharap aku dapat perlahan-lahan menata kembali segala ketertinggalan yang ada.

Thanks for everything we had through. Thanks for being such a nice friend..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s