BALI For a While


What a beautiful holiday.. It’s unexpected but it’s happened.

It’s my third experience come to Bali, and I can say that Bali already changed a lot from last 2 years. I’ts my first time to go traveling with my nuclear family (My Father, Mother, and brother). Well, this trip was so amazing yet full of nice experience there. Honestly I have noted somethings that need to be noticed from Bali. Though Bali is a nice place to go but Bali still need to be improved. Here  are the stories.

Seminggu kemarin benar-benar seminggu yang cukup berat buatku, dimana selama seminggu tersebut tugas kuliah menanti untuk diselesaikan sebelum liburan datang. Ditambah lagi tugas UTS yang harus kuselesaikan dalam waktu hanya beberapa jam saja. Saat itu aku benar-benar merasakan kalau dukungan dari teman-temanku satu kelompok sangat membantu sekali. Meskipun mereka hanya menemani dan menjawab kebingunganku, tapi setidaknya sangat membantu sekali. Setidaknya dengan selesainya tugas UTS itu, aku bisa berlibur ke Bali dengan damai dan berasa seperti membayar lunas semua kerja kerasku selama beberapa minggu terakhir tersebut. I have gave reward to myself for all my work these days..  Here are the stories..

Sat, 27th Aug 2011

Setelah beberapa hari kurang tidur, akhirnya hari ini aku harus terbangun jam3 pagi untuk siap-siap ke Bandara. Meskipun hari itu jalanan Jakarta sudah pasti sepi, tapi kata Papa antrian Check-in di Bandara malah berbanding terbalik dengan keadaan jalanan di Jakarta. Papa, mama, dan koko memang berangkat kemarin dan hari ini aku pergi bersama teman papa dan istrinya. Sesampainya di Bandara, omongan papa tentang keadaan antrian check-in memang terbukti benar, ruangan check-in yang dipenuhi berbagai macam manusia dari berbagai latar belakang dengan berbagai macam motif. Jadi keputusan kami pergi pagi2 buta sangat membantu sekali untuk tidak mengantri terlalu lama. hehe..

Hal pertama yang berhasil menarik perhatianku adalah dua orang cewe turis Jepang yang berfoto-foto disekitar badan pesawat. Well, I really want to take a picture like them but it’s a lil’ bit hard to take out my camera form my bag (ribet dah pokoknya). Saat masuk ke dalam pesawat, lagi-lagi dua turis Jepang itu menarik perhatian orang di sekelilingnya. Selain karena memang 2 orang itu cukup untuk bisa dikatakan cantik, mereka mengalami masalah dengan tempat duduknya. Terus terang berdirinya mereka di tengah jalan, membuat orang-orang di belakang mereka (include me) tidak bisa segera mencapai tempat duduk kami. Jadilah aku berinisiatif untuk meminta izin untuk lewat. Satu hal yang cukup mencengangkan adalah salah satu dari turis Jepang itu memanggil pramugari dengan Bahasa Indonesia yang sangat fasih, “Permisi” Kemudian dia menjelaskan kepada pramugari tersebut apa masalahnya dengan bahasa campuran Inggris dan Indonesia. Yeah, tampaknya orang Indonesia perlu semakin banyak belajar bahasa Asing biar tidak ketinggalan, karena di beberapa tempat lain aku menemukan orang asing yang sangat fasih berbahasa Indonesia baik itu bule ataupun turis Asia seperti Korea, Jepang, dll.

Sesampainya di Bandara Ngurah Rai, Bali, matahari bersinar dengan teriknya. Setelah menunggu sekitar beberapa menit, akhirnya koko dan papa pun datang menjemput. Tujuan pertama adalah menjemput mama di Discovery Mall, Kuta dan langsung dilanjutkan menuju Ubud untuk makan Babi Guling Bu Oka.

Perjalanan ke Ubud ini sangat panjanggggggggg dan lama karena memang jaraknya cukup jauh. Setelah perjalanan yang jauh dan sempat nyasar, kami akhirnya sampai juga di tempat tujuan. Well, dari sekian banyak outlet Bu Oka yang ada, semuanya ramai dan kami diarahkan untuk makan di rumahnya yang dijadikan restoran. Di sini pun ruangan sudah penuh dan kami harus menunggu orang yang sudah mau selesai makan. Kami menunggu meja yang tadinya digunakan oleh seorang ibu muda dengan anaknya yang masih berusia sekitar 3-4 tahun serta seorang suster. Hal menarik dari ibu ini adalah dia selalu mengajak anaknya mengobrol dengan bahasa Inggris, dan anaknya pun fasih menjawab dengan bahasa Inggris. Namun, si suster tetap menggunakan bahasa Indonesia untuk berbicara dengan anak ini dan lucunya si anak juga bisa berbahasa Indonesia tetapi dengan logat bule. Sesuatu yang sudah sangat umum di kalangan kaum elite di Jakarta namun merupakan sesuatu hal yang memprihatinkan. Bagaimana tidak memprihatinkan, seorang anak yang bahkan tidak fasih dengan bahasa ibunya sendiri dan menjadi sorotan di beberapa media bahwa anak-anak itu terkadang merasa bingung dengan apa yang dibicarakan di TV lokal ataupun di majalah-majalah berbahasa Indonesia.

Setelah ibu, suster, dan anak itu pergi, tiba giliran kami untuk menunggu makanan. Awalnya aku pikir makanan ini spesial dan pasti rasanya enak banget. Tapi ternyata tidak seenak yang dibayangkan dan dibicarakan orang-orang. Dari rasa keseluruhan, aku hanya bisa memberi nilai lebih untuk keempukan daging dan rasa bumbunya. Minyak-minyak yang berada disekeliling daging dan berbentuk seperti lendir mengurangi penilaianku untuk makanan ini.

Selesai makan, kami menuju ke Goa Gajah yang sudah terkenal dari zaman dahulu kala. Aku sendiri lupa apakah sebelumnya aku pernah ke sini atau belum. Kesan pertama saat sampai di tempat ini, tempat ini adalah tempat bersejarah yang dulunya digunakan untuk tempat berdoa, semedi, dan lain sebagainya. Hal yang menarik disini adalah pohon randu besar yang katanya sudah berumur puluhan ratusan tahun. Saat aku melihat ke bagian atas pohon itu, ada seekor burung besar yang sepertinya adalah burung elang atau sejenisnya. Sayang tidak ada alat yang bisa men-zoom untuk melihat burung itu dengan jelas.

Setelah tempat ini, kami melanjutkan perjalanan ke Bali Brasco, tempat adiknya mama buka toko (karena alasan ini juga kami akhirnya memutuskan untuk ke Bali). Di sana, kami hanya duduk sebentar sebelum akhirnya kami berkeliling Bali melihat beberapa tempat yang bisa membuat orang yang melihatnya berteriak Wow! Wah!, dll. Tanah kosong ber-hektar-hektar dari atas bukit, Resort mewah juga ber-hektar-hektar. Well, waktu itu aku berpikir pasti bisa benar-benar nikmatin hidup kalau punya tanah dan resort seperti itu. Hanya orang dengan duit berlimpah yang bisa beli tanah dan resort itu jadi otomatis mereka pasti tinggal santai2 nikmatin hasil saja kalau sampai kebeli tanah dan resort itu. Ternyata emang gak semua hal bisa dibeli dengan uang, punya uang banyak gak jamin kita bisa hidup tenang, nyaman, dan damai. Terbukti dengan cerita yang aku dengar tentang pemilik tanah dan sebagian resort itu. Quite sensitive issue, so I wouldn’t write in here.

Hari ini berakhir di sebuah Hotel di daerah Kuta, tepatnya di sebelah Mall Discovery. Nama hotelnya @360, hotel minimalis bergaya sportif dengan design colorful benar-benar me-refresh mata dan pikiran. ^^ Selain desain hotelnya, hal menarik dari hotel ini adalah kamar mandinya yang unik. Di tempat showernya ada tombol-tombol untuk menyetel musik. Pokoknya keren banget dhe.

Sun, 28th Aug 2011

Pagi ini diawali dengan pemilihan tempat breakfast, berhubung hotel ini penuh, jadi kami hanya menyewa satu kamar untuk ber4 dan otomatis voucher breakfast pun hanya untuk 2 orang. Yang lucunya, pihak hotel sama sekali tidak keberatan kami tidur berempat tanpa extra bed. Hal ini mereka lakukan karena mereka tidak bisa memasukkan extra bed ke kamar kami yang sudah sangat sempit, dan mereka juga tidak bisa memaksakan kami ke kamar lain karena kamar mereka sudah penuh. Akhirnya kami pun berkesimpulan kalau hotelnya baik ya.

Selain diawali dengan pemilihan tempat breakfast, aku juga mengawali pagi ini dengan perasaan amat sangat puas karena berhasil membayar tidur aku yang kurang selama beberapa hari kemarin. Really enjoy my sleep. Setelah berhasil mengumpulkan nyawa, aku akhirnya memutuskan untuk sarapan dimsum di dkt hotel bersama mama. Jadi voucher breakfast dipakai oleh papa dan koko. Well, ternyata jalan ke tempat dimsum nya cukup jauh, didukung kondisi malas jalankami berempat sama-sama breakfast di hotel. Rasa makanannya sih biasa, tapi view pantai kutanya cukup menyenangkan.

Kenyang makan, kita sempat jalan-jalan di sekitar pantai Kuta sambil foto-foto. Well, ternyata Kuta memang berubah menjadi sedikit lebih kotor daripada sebelumnya. Di sepanjang perjalanan sambil foto-foto ini, aku melihat sebuah peristiwa yang cukup menyentuh, seorang ibu yang sedang bekerja menempel keramik di kolam berenang yang masih dibangun itu. Yang unik dari kejadian ini adalah di sebelah ibu itu duduk seorang anak kecil yang ikut terlibat dengan pekerjaan ibunya. Ternyata ini adalah salah satu potret kehidupan masyarakat Bali yang mayoritas wanitanya adalah tulang punggung keluarganya.

Setelah selesai di pantai, kami masuk ke dalam mall dan melihat-lihat tempat souvenir disana dan dilanjutkan dengan check out. Lucunya, kami diminta mengembalikan sebuah handuk karena petugas mereka melaporkan bahwa handuk hotelnya hilang. Jadilah kami membongkar seluruh isi koper dan tidak menemukan handuk tersebut. Akhirnya setelah dicari-cari, mereka menemukan handuk tersebut terselip di sebuah tempat di kamar tersebut. Ini kejadian pertama hotel tersebut membuat kami membongkar isi koper kami.

Perjalanan kami hari ini dilanjutkan ke Bedugul dan Tanah Lot. Untuk Bedugul dan Tanah Lot tidak banyak yang bisa diceritakan karena memang tidak banyak yang kami lakukan selain foto-foto. Kalau hal yang menarik lainnya yang bisa diceritakan, mungkin perjalanan menuju ke dua tempat ini cukup menantang dan menegangkan karena jalannya begitu berliku dan cukup sepi. Kalau dari segi tempatnya sendiri, Bedugul merupakan Pura di tengah Danau yang diabadikan di uang 50 ribuan. Jadi banyak orang yang foto di dekat pura ini setiap datang ke sini. Untuk Tanah Lot sendiri terkenal sebagai tempat paling bagus untuk melihat terbenamnya matahari. Biasanya disini juga ada pertunjukkan-pertunjukkan kesenian setiap hari-hari tertentu.

Perjalanan hari kedua ini kami tutup dengan makan di daerah Legian. Setelah melalui perjalanan balik yang juga sama menengangkannya dengan perjalanan pergi, kami akhirnya bertemu dengan kemacetan di daerah sekitar Legian. Macetnya cukup parah karena menyebabkan kami bisa menikmati keramaian daerah Legian dan Seminyak.  Sepanjang jalan dari Legian dan Seminyak itu dipenuhi dengan restoran dan butik-butik bertaraf internasional.

Puas melihat-lihat di sekitar sana, kami langsung menuju tempat penginapan kami berikutnya. And it was the most interesting thing for me. Salah satu hotel yang kami kunjungi hari sebelumnya yang akhirnya bisa kami tinggali dengan diskon yang lumayan miring. Hotel yang benar-benar sunyi senyap dan luas. Dalam satu villa yang kami tempati, paling banyak bisa diisi 3 orang, setiap villanya ada kolam berenang dan gazebo pribadi. Ruangan di villa ini sebenarnya bisa diisi lebih dari 3 orang, bahkan 5-6 orang pun muat. Yang menakjubkan lagi adalah kamar mandinya yang sama gedenya dengan kamar tidurnya. Kloset duduknya pun dipenuhi dengan tombol-tombol elektronik yang membuat aku jadi kampungan sesaat.  :p Well sayangnya malam itu aku sudah terlalu lelah untuk mengeksplore banyak hal, dan tidur pun jadi pilihan utama.

Mon, 29th Aug 2011

Keesokan paginya aku baru bisa menikmati hotel ini, mulai dari makanannya sampai santai-santai di gazebo. Well, it’s really refresh my Day.. Lumayan juga sih santai-santai di gazebo sambil foto-foto beberapa scene menarik. Puas bersantai-santai di hotel, kami lalu berangkat ke Pantai Padang-Padang. This beach really beautiful and maybe this is the most beautiful beach I ever saw. Pantainya bener2 bersih dan pasirnya juga putih. Untuk mencapai pantai ini kita harus menuruni gua dengan tebing-tebing. Meskipun tidak terlalu terjal dan membahayakan, namun ada satu hal yang cukup mengesankan disini. Hal mengesankan disini adalah aku bertemu kakek tua yang ikut menuruni tebing ini dengan semangat, padahal dia sudah menggunakan tongkat dan digandeng oleh keluarganya. Bener-bener contoh yang patut ditiru semangatnya dan membuatku berpikir untuk berkelana selagi masih segar bugar dengan darah muda yang mengalir.

Hari itu matahari sangat terik, disekitar pantai banyak batu2 karang yang membentuk gua, kami berempat mengelilingi pantai itu dan berfoto-foto sejenak. Well, pantai ini sekilas mirip sama pantai Laskar Pelangi di Babel. Hamparan laut yang terbentang luas dengan pasir putih di pinggirnya benar-benar membuat aku tidak berhenti berdecak kagum. Puas berfoto-foto, kami akhirnya kembali ke pinggir pantai dan duduk sejenak di atas pasir sambil memandang orang-orang yang masih sibuk bermain di pantai. Sayangnya aku tidak sempat melihat ikan-ikan yang katanya bisa dilihat di sisi pantai yang lain.

Perjalanan balik dari pantai ke mobil, tidak terlalu jauh. Setelah melewati tebing tersebut kami harus menyebrangi jalan untuk mencapai parkiran. Lucunya sebelum kami mencapai parkiran itu ada tukang jual minum yang mematok harga 10 ribu rupiah untuk sebotol kecil minuman dingin. Tak jauh dari tempat parkir, ada sebuah warung kecil yang menjual berbagai minuman dengan harga yang lebih murah. Orang disekitar-ku pun tertawa terbahak-bahak saat mengetahui harga dari minuman di warung ini, lalu salah satu dari mereka pun berkomentar, “Lokasi menetukan harga. haha..” Setelah membeli minuman itu, aku berjalan menuju tukang sate tempat koko menunggu. Lagi-lagi aku pun menyimpulkan kalau lokasi menyimpulkan harga karena penjual makanan disana memasang tarif lebih tinggi untuk bule.

Perjalanan nan indah ini pun akhirnya harus diakhiri juga, setelah dari pantai ini, kami bersiap menuju airport. Perjalanan singkat tapi menyisakan banyak cerita yang bisa dipelajari mengenai kehidupan manusia. Sedikit banyak perjalanan ini mengajarkan padaku bahwa ada begitu banyak hal yang masih perlu dan masih dapat di eksplore, baik itu tempat-tempat wisata di Indonesia ataupun dari diri kita sendiri.

What a wonderful holiday taught me so many things.. Thx for my Family.. ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s