A glance about a year with my lovely people to my 25th Bday


Well, rasanya baru belum lama aku ngalamin yang namanya petualangan nyasar di The Peak, Bandung bareng Sari dan Ko Yedi. Rasanya juga belum lama pengen ngakak ketawa karena uda nebak siasat teman-teman kantor untuk ngerjain aku pas bday ga berhasil. Setahun akhirnya berlalu, dan setahun itu telah aku lewati dengan banyak peristiwa yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Orang bilang, hidup itu harus diisi dengan berbagai hal positif sehingga hidup itu jadi bermakna. Honestly, aku memang belum jadi orang hebat, yang bisa selalu mengisi hidup dengan berbagai hal positif. Aku pun masih jadi manusia biasa-biasa saja yang tetap berusaha menjadi manusia hebat yang berguna buat orang-orang di sekitar aku. Semuanya itu tidak terlepas dari pembelajaran baik dari orang-orang yang aku temui selama ini ataupun kejadian-kejadian yang bisa dipetik sebagai pelajaran. Selama setahun ini, aku melewati hari-hari aku dengan beberapa komunitas, mulai dari keluarga aku sendiri sampai teman-teman yang sudah kuanggap seperti keluarga. Aku sangat bersyukur bisa bertemu dengan mereka dan mengenal mereka.

Yang pertama itu keluarga aku sendiri, they taught me how to feel grateful with everything that I have. Mensyukuri tapi tidak pasrah pada keadaan. Selama setahun ini, selain belajar untuk mensyukuri apa yang aku miliki, aku juga mendapat pelajaran tambahan mengenai keikhlasan, bagaimana melakukan segala sesuatunya dengan ikhlas. Karena hidup tidak selalu seperti yang kita inginkan, karena kadang kala idealisme kita harus dipatahkan demi orang-orang disekitar kita, maka kita harus belajar untuk ikhlas menjalani kehidupan yang tidak sesuai dengan keinginan kita itu. Well awalnya memang berat, tapi disaat kita mencoba menerima semua itu, perlahan kita akan menemukan bahwa kita tetap bisa menjadi apa yang kita harapkan tapi dengan cara yang berbeda. Hal ini terinspirasi juga dari cerita Soichiro Honda bahwa saat kita gagal, kita harus kembali memiliki mimpi lagi.

Komunitas kedua adalah my childhood friends, I’d like to say my best friends forever. Mulai dari zaman telpon-telponan, sms-an, 3 detik-an, chatting, ampe bbm-an. Yang pasti persahabatan ini uda ngebuktiin kalau yg namanya sahabat itu ga kepengaruh ama jarak dan waktu karena kita uda berhasil lewatin semua itu, bahkan akhirnya kita semakin dekat. Meskipun sebenarnya ada yang dari yang tadinya jauh jadi deket sampe jauh lagi, dari deket jadi jauh sampe deket lagi, but I’d like to say that I still want to be your friend forever more. Di ulang tahunku kali ini, ada satu pelajaran berharga yang aku dapatkan dari mereka. Ada seorang teman lama yang tiba-tiba muncul kembali sejak tahun kemarin, lalu dia pun muncul lagi di hari ulang tahunku kali ini. Dari dulu aku memang tidak begitu dekat dengannya, tapi kami beberapa kali menghabiskan waktu bersama. Kehadirannya kali ini seperti sebuah terguran buatku kalau aku sudah seharusnya bersyukur dengan semua yang aku miliki sekarang, keluarga, teman-teman, kerjaan, dan lainnya. Dia juga yang membuatku bersyukur lagi karena aku kuliah di fakultas Psikologi dan selalu berusaha untuk memahami keanehan-keanehan disekitarku. Bukan niatku menganggap dia berbeda dari teman-teman yang lain, tapi aku yakin dia memang memerlukan perhatian lebih dari teman yang lainnya, dan ini adalah ujian buatku untuk tetap bisa menerima dia apa adanya.

Aku juga punya temen2 di UPM, biasanya cukup disebut UPMM aja dan kami sudah seperti keluarga sendiri. Tadinya aku pikir setelah lulus dari kampus, aku gak akan bisa gila-gilaan bareng mereka lagi, tapi ternyata mereka tetap ada untuk sekedar mengisi waktu luang ataupun untuk saling menyemangati dan saling menghibur. Satu hal yang aku salut dari mereka adalah meskipun kita terdiri dari berbagai angkatan dan fakultas, meskipun mungkin kita cuma kenal nama dan gak pernah inget muka, tapi kita semua saling memperhatikan satu sama lain. I can say that They are one of my greatest things in my life. Bisa kenal dengan orang-orang yang selalu menanamkan nilai positif pada dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya. Anehnya lagi seringkali kami sama-sama berada dalam situasi yang sulit, dan di saat itu juga kami sama-sama saling menyemangati satu sama lain. Itulah kenapa aku selalu melihat mereka sebagai orang-orang positif. Mengutip salah satu kata-kata dari mereka,

“umur boleh seprempat abad, tapi becanda tetep kaya anak belasan tahun.”

Aku mengartikan kata-kata ini sebagai semangat untuk tetap muda. Tentunya masih ada banyak sekali pembelaharan yang aku dapatkan dari mereka.

Yang berikutnya adalah My ADR Family. Menjadi bagian dari ADR merupakan salah satu pengalaman yang berharga. Di sana aku dididik untuk menjadi mandiri dan terbiasa memutuskan sesuatu dengan bijaksana. Satu pelajaran yang sangat penting yang aku dapatkan disini adalah, dimanapun kita berada, selama kita bisa fokus dan berusaha dengan maksimal, maka kita bisa maju di tempat apapun. Setahun bersama mereka akhirnya menjadi setahun yang penuh dengan pembelajaran. Dan semuanya menjadi bekal untuk perjalananku berikutnya. Seperti yang pernah aku tulis di blog teradahulu, kebersamaan yang cuma setahun itu ternyata bisa membuat aku begitu berat melepaskan mereka. Sekarang akhirnya aku sudah bisa melepaskan mereka dan berjalan di jalanku sendiri. Namun, aku tidak menyangka bahwa kami masih sering sekali bertukar kabar, dan aku merasa masih begitu dihargai oleh mereka. Di hari pertamaku di kantor baru, teman2 di ADR berhasil membuatku terharu lewat sms dari mereka. Well semoga saja untuk kedepannya kami tetap bisa saling membangun satu sama lain.

Masih ada lagi Psychopeer family yang meskipun sekarang uda jarang banget ketemu tapi tiap ketemu pasti selalu punya cerita seru. Bisa kenal mereka itu bener2 satu hal amazing, seengaknya sampe sekarang aku selalu inget dengan mereka setiap aku dituntut untuk menjadi orang yang teliti dan rapih. Apalagi di kantor aku yang sekarang, aku bener2 musti teliti to the max. Thx u sista.. ^^ Well.. btw taon ini tampaknya Mesi forgot her greeting.. he3..

This how I spent my birthday

Saturday morning without going to work, yes it’s holiday. After I got wake up, I was busy replying birthday wishes from my relatives. Its unexpected that I got so many greeting on facebook, even from them who I didn’t know well, even I didn’t know how to speel his/her name. Ini biasa terjadi setiap tahunnya, dan setiap tahun pun ucapan itu datang dari orang yang silih berganti, org yg tadinya ga ucapin, jadi ucapin, yg biasanya rutin ucapin jadi ga ucapin.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, tahun ini aku sama sekali tidak ada aktivitas lain, setelah makan siang bersama keluarga, aku kembali menghabiskan waktuku membalas ucapan-ucapan yang gak brenti di facebook. Hal berikutnya yang kulakukan di hari ini adalah jemput mama di airport.

 

Malem harinya, sesuai dengan rencana dari awal, aku mengajak my littlehood friends utk kumpul bareng. Aku bener2 ga nyangka kue yang mereka bawa adalah kue yang memang lagi aku pengen makan. Whew.. Thx for the cake, thanks for the present. But the most important is thx for the experience that you gave to me that nite. Pengalaman nyetir malem2 meskipun cuma deket, but it’s really make me excited. Also the experienced to “see” something that I never seen before.

Well, new age, new life, new responsibility. Gutlak for me and everyone beside me. Thx for everyone for the wishes.. I feel grateful to met all of u.. ^^ Gracias..

2 thoughts on “A glance about a year with my lovely people to my 25th Bday

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s