Ibu Kita Kartini, Sosok Panutan Perempuan Indonesia yang Mandiri


Coba kita tanya perempuan di sekeliling kita, mulai dari keluarga kita sendiri, teman sekolah, teman kerja, teman main ataupun wanita lain yang kita temui. Coba tanya apa keinginan terbesar mereka? Masih ada berapa banyakah dari mereka yang menjawab ingin menjadi ibu rumah tangga, mengurus anak, mengurus suami? Bisa dipastikan mayoritas perempuan itu menjawab ingin berkarir dan menjadi ibu rumah tangga.

Sedikit banyak perjuangan ibu Kartini mempelopori munculnya jawaban demikian meskipun keadaan ekonomi dewasa ini juga menuntut para perempuan ikut mendukung pereknomian keluarga mereka. Satu contoh nyata yang aku lihat di perjalanan menuju ke kantor di suatu pagi beberapa hari menjelang hari Kartini adalah angkot yang aku naiki dipenuhi oleh wanita dan mereka semua menggunakan pakaian kerja.

Sekarang coba kita ingat-ingat mengenai pelajaran PSPB saat SD ataupun Sejarah saat SMP dan SMA, nama Ibu Kita Kartini sebenernya bersanding dengan beberapa nama pahlawan wanita lainnya seperti Cut Meutia, Cut Nyak Dien, Ibu Dewi Sartika, dan beberapa nama lainnya yang jujur saat ini aku tidak afal lagi. Tapi kenapa sepertinya nama Ibu Kita Kartini ini menjadi nama yang lebih populer dibanding Ibu-ibu hebat lainnya? Alasannnya juga bisa kita dapati dari bangku sekolah, anak-anak TK selalu rutin memperingati hari kelahiran Ibu Kartini dengan menggunakan baju daerah. Selain itu, hari lahirnya juga diperingati lebih besar-besaran dibanding hari kelahiran pahlawan wanita yang lain mungkin karena dia dianggap pelopor dan juga karena buah pemikirannya yang dituangkan di buku dan lebih melekat di hati orang banyak. Buatku sendiri, sosok Kartini merupakan sosok yang paling melekat karena selain hari lahirnya berdekatan denganku, beliau merupakan sosok wanita ideal di mataku yang memiliki 3B (Brain, Beauty, Behavior), dan beliau sangat menjadi inspirasi buatku. Sosok wanita mandiri yang memiliki pemikiran hebat dan tidak lekang oleh waktu. Pemikirannya yang tercetus puluhan tahun lalu ternyata menggambarkan keadaan wanita Indonesia saat ini.

Sejak kecil, aku banyak melihat sosok wanita mandiri yang memiliki ciri-ciri seperti yang digambarkan Ibu Kartini saat itu. Salah satunya adalah Mamaku sendiri, dan beberapa temanku lainnya yang aku kenal di bangku kuliah ataupun saat masih sekolah. Di dunia kerja pun aku mengenal “Kartini-Kartini” lainnya. Ciri-ciri wanita mandiri itu antara lain memiliki karir yang cukup ideal, bsa menjadi ibu dan istri yang baik, bisa nyetir mobil sendiri, bisa memegang teguh prinsipnya, dan yang paling penting adalah tidak lemah sebagai wanita. Buatku sendiri, Wanita mandiri adalah mereka yang bisa berdiri sendiri dan membagi waktu dengan baik antara karir dan keluarga. Mereka yang masih tetap memegang kodrat mereka sebagai wanita tanpa melupakan cita-cita mereka sendiri.

Sampai saat inipun aku masih berusaha menjadi sosok wanita mandiri itu. Hasil observasi-ku selama ini membuat aku semakin yakin kalau wanita itu harus bisa berdiri sendiri dan tidak bergantung dengan orang lain. Mereka bisa sejajar ataupun lebih baik dari laki-laki, tetapi mereka tidak melawan kodratnya sebagai wanita.

“Saya tahu, jalan yang hendak saya tempuh itu sukar, penuh duri, onak, lubang; jalan itu berbatu-batu, berjendul-jendul, licin… Belum dirintis! Dan walaupun saya tidak beruntung sampai ke ujung jalan itu, walaupun saya sudah akan patah di tengah jalan, saya akan mati dengan bahagia. Sebab jalan itu sudah terbuka, dan saya turut membantu merentas jalan yang menuju kebebasan dan kemerdekaan perempuan Bumi Pertiwi.” (Surat Kartini, 7 Oktober 1900)

Tulisan di atas adalah salah satu isi Surat Ibu Kartini pada sahabatnya. Dalam tulisan itu Kartini menceritakan bahwa dia mungkin tidak bisa menikmati hasil perjuangannya, tetapi dia bahagia dia telah membuka jalan untuk kemerdekaan wanita Indonesia. Begitulah orang terhormat, tidak hanya memikirkan kebaikannya sendiri tetapi juga kebahagiaan orang lain. Benar-benar wanita biasa dengan pemikiran luar biasa.. ^^

Selamat menjadi perempuan Indonesia ^^

2 thoughts on “Ibu Kita Kartini, Sosok Panutan Perempuan Indonesia yang Mandiri

  1. “wanita itu harus bisa berdiri sendiri dan tidak bergantung dengan orang lain. Mereka bisa sejajar ataupun lebih baik dari laki-laki, tetapi mereka tidak melawan kodratnya sebagai wanita.”

    gwa sangat suka dengan kalimat loe yang ini.. gwa setuju bahwa wanita di satu sisi memang harus bisa sejajar dan mandiri, tapi kodrat utama sebagai pendidik keluarga ga boleh dilupakan.

    Selamat Hari Kartini..

    1. G bersyukur lahir di Indonesia, be. karena dengan begitu g bisa melihat dengan jelas hasil emansipasi wanita.
      Mungkin kalo di negara barat ga gt kerasa krn uda ga banyak yang pure ibu rumah tangga. he3.. ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s