The Company Men (2011)


Sebuah film yang begitu penuh dengan percikan semangat dan motivasi. Beberapa minggu terakhir, hm… tp sepertinya beberapa bulan terakhir, bioskop jadi barang yang jarang aku kunjungi, yang tadinya bisa seminggu sekali bahkan dua kali, beberapa bulan terakhir, aku mengunjungi bioskop paling banyak sebulan sekali. Alasannya karena gak ada film yang menarik banget, atau gak karena gak ada temennya. Ternyata dari kunjungan ke bioskop yang bisa dihitung pake jari itu, aku mendapatkan tonton-an yang cukup memuaskan seperti Shao Lin, Green Hornet, Gnomeo and Juliet, serta beberapa film yang aku tidak terlalu ingat lagi judulnya, dan yang terakhir adalah Company Men.

Pas dapet tawaran untuk nonton film ini, aku sama sekali gak tau ini film tentang apa, aku cuma dikasih tau kalau film ini tentang orang kerja, bahkan pemainnya pun aku tidak tahu. Lalu aku iseng lihat di koran iklan film ini, dan aku menemukan kata-kata ini, “In America, We give our lives to our jobs. It’s time to take them back. ” Aku pun jadi sedikit tertarik dengan film ini. It’s about Job, hot issue for me now, and I guess for everyone on my ages.

So, there we were.. At Plaza Indonesia watching this movie.. Tanpa bermaksud jadi spoiler, I just want to share my opinion about this movie. This movie has a lot of things to be analyzed with Developmental Psychology theories and also Moral Story. . Let me share some points that I got from this movie:

  1. Hidup itu tidak abadi, dan roda itu terus berputar kadang di atas, dan kadang di bawah. Dalam film ini diceritakan Phill dan Gene dipecat dari perusahaan yang dibangunnya sendiri bersama dengan Jim sahabatnya. Seperti kisah Steve Jobs yang dipecat dari Apple, perusahaan yang didirikannya sendiri. Bedanya, Jobs dipecat oleh pemegang saham, sementara Phill dan Gene dipecat oleh Jim, sahabatnya sendiri. Kesuksesan dan kejayaan itu Cuma sementara, dan kita pun harus sadar dan yakin kalau keterpurukan itu juga cuma sementara.
  2. Hidup ini adalah suatu pilihan yang didalamnya terdapat banyak pilihan-pilihan lain. Phill dan Gene yang sama-sama dipecat menghadapi permasalahan itu dengan pilihan cara yang berbeda pula. Meskipun stressor-nya sama tetapi setiap individu memiliki coping stress yang berbeda. Salah satu teori di psikologi mengatakan bahwa saat stressor datang seseorang bisa memilih fight atau flight. Fight dengan bangkit dan terus maju, atau Flight dengan berdiam diri meratapi nasib dan tidak melakukan apa-apa. Phill dan Gene pun memilih pilihannya masing-masing.
  3. Seberat apapun masalah yang dihadapi, selama kita masih memiliki orang-orang disekitar kita yang terus mendukung kita, maka masalah itu akan terasa ringan. Bobby yang memiliki istri dan anak-anak yang sangat mendukungnya pun akhirnya bisa melewati masa-masa setelah di pecat ini dengan semangat yang tetap berkobar. Sedangkan, Istri Phil sama-sama tidak bisa menerima pemecatan ini dan akhirnya tiadak bisa memberikan dukungan pada suaminya.
  4. Film ini menunjukkan pola konsumtif masyarakat Amerika yang begitu mendewakan kredit, semua barang dicicil, dan di kredit. Bahkan sampe liburan ke Disneyland pun dicicil. Di film tersebut diceritakan bahwa mereka sudah bisa merencanakan liburan berikutnya, padahal cicilan dari liburan sebelumnya belum juga lunas. That’s why film ini juga mengajarkan kita untuk mulai berhemat.
  5. The most interesting part of this film was the Company Psychologist.  Nice!! Begitu hebatnya perusahaan yang memecat mereka, perusahaan tetap memberikan orientasi pada mereka yang dipecat. Selain pesangon dan tunjangan, perusahaan tetap memberikan fasilitas bagi ex-karyawan2 tersebut untuk mencari pekerjaan disebuah ruangan di kantor tersebut, seperti telepon, mesin foto kopi, fax, dll. Ada juga pengarahan2 dari trainer yang terlihat berlatar psikologi untuk memberi motivasi dan semangat kepada mereka. This scene make me realize how important psychologist in one company is.
  6. Film ini juga menjadi inspirasi buat beberapa teman yang sudah menonton, termasuk aku sendiri. Try to fell grateful with our job coz there’s still so many person out there who haven’t found their job yet. Yang kedua itu, kita musti berhemat dan membuat financial planning yang mantap sebelum memutuskan untuk berumah tangga.
  7. I will win!! WHY? Becaus I have FAITH, COURAGE, and ENTHUSIASM. Ini adalah quotes yang diajarkan si Trainer pada para karyawan yang baru dipecat. Absolutely right!! But allow me to put Passion in that sentence, coz that was I really fell.

Terlepas dari 7 point di atas yang bisa dipetik dari film ini, ada juga sisi kreatif dari film ini yang bisa dianalisis. Tidak seperti film pada umumnya, film ini tidak menggunakan tulisan untuk menunjukkan pergantian waktu. Film ini mencoba menceritakan pergantian bulan, dengan memunculkan adegan-adegan mendukung seperti pergantian musim, perubahan busana yang digunakan, dan juga memunculkan special event yang berhubungan dengan bulan tertentu seperti thanksgiving, natal, dan tahun baru. Perjalanan waktu ini pun berjalan begitu mulus tanpa terlihat seperti melompat, meskipun ada satu dua adegan yang terlihat sedikit melompat. Mungkin cerita yang mengalir ini juga yang membuat beberapa orang berkomentar kalau film ini sangat membosankan karena terlalu banyak mengobrol, tapi setidaknya film ini menyuguhkan cerita yang real dan bisa kita lihat di kehidupan nyata.

Well, menulis blog ini membuat aku jadi teringat masa-masi di kuliah dulu. Bersentuhan dengan berbagai teori untuk membahas film-film demi mendapatkan nilai yang memuaskan sang dosen. Tugas yang sangat memusingkan tapi selalu berhasil membuat teman-teman di fakultas lain melotot dengan iri karena menurut mereka menonton film adalah tugas yang menyenangkan. Hahaha.. Mungkin ini adalah pertama kalinya aku membuat tulisan seperti ini lagi setelah aku lulus dari Psikologi setahun yang lalu.

Hmmmmm.. Quite interesting! Semoga tulisan ini ga jd spoiler buat temen2 yang blm ntn. Semoga film ini juga bisa jadi inspirasi buat temen2 yang sedang bergulat di fakultas Psikologi yang mendapat tugas menganalisis film (tugasnya analisis, bukan cuma nonton :p).

Thanks for Irene n Sushi to watching with me.. ^^

3 thoughts on “The Company Men (2011)

  1. mau nonton……. huhuhuhuhu..
    Kuliah apa yang ttg nulis-nulis sinopsis?? gwa kok lupa ya?? PENIL ya?
    btw, gwa dulu selalu paling bagus lho tulisannya n jadi contoh buat angkatan loe…
    loe ada baca gwa punya ga?? karena si miki baca gwa punya dl…

    1. dari smst 1 sampe smst atas ada tuh ntn..
      Waduh g ga inget.. tp dulu g penil bareng si MIki sih.. mungkin g pernah baca.. he3..
      Dulu Kepri, Perkem, Psi Seni, semuanya nonton en bikin analisis film..
      AKhirnya da ntn blm u?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s