CIta-cita Masa Kecil


Hari ini entah kenapa aku jadi ingat tentang buku diary zaman SD, buku yang biasanya kita kasih ke temen2 untuk diisi biodata mereka, istilah laennya itu buku kenang-kenangan. Kalau diingat-ingat lagi, kegiatan ini berlangsung sampai SMA, tapi semakin lama semakin bervariasi sesuai dengan perkembangan zaman. Yang terakhir yang aku tahu, sepertinya generasi setelah aku tidak lagi kenal dengan kegiatan ini, mungkin kegiatan ini terlindas ketenaran facebook dan kawan-kawannya.

Sekarang coba kita tengok, apa saja sih isi diary tersebut? Selayaknya biodata pada umumnya, disana tercantum nama, alamat, tanggal lahir, zodiac, nomor telepon (berhubung dulu blm zaman HP), dan kadang kala akan ditambah cita-cita atau kata-kata mutiara untuk pemilik buku tersebut. Mungkin beberapa orang yang menempelkan foto mereka disana, mulai dari foto ukuran post card sampai ukuran mini hasil cetakan foto box yang mulai menjamur di Jakarta saat aku SMP.

Yang menarik disini adalah soal cita-cita, mungkin kalau sekarang aku buka lagi buku2 tersebut aku akan melihat cita2 semua teman2ku yang menulis disana, termasuk juga cita-cita aku sendiri. Lucu juga kali ya kalo dicek-in satu2 apakah cita-cita kami benar-benar tercapai, setidaknya dalam usia kami yang mulai masuk ke usia produktif, apakah kami sudah berjalan di track untuk mewujudkan cita-cita itu. Dulu setiap isi buku2 tersebut, aku pasti tulis cita-citanya jadi guru atau wanita karier. Kalau ditanya wanita karier seperti apa, aku pasti jawab pokoknya yang kerja di kantoran. Entah pengaruh darimana, yang pasti aku selalu suka 2 profesi tersebut meskipun terkadang guru-guru di sekolah itu sangat menyebalkan untuk anak-anak sekolah. Guru terlihat penuh power, dan wanita karier terlihat begitu mandiri.

Lalu tercapaikah cita-cita ini sekarang? Belum bisa sepenuhnya terjawab. Dulu pas kuliah, aku berusaha mewujudkan cita-cita jadi guru, tapi ternyata ada hal laen yg lebih menarik saat itu. Yang terbayang di depan mata saat itu adalah bayangan menjadi wanita karier yang mandiri, dan smart. Lulus kuliah, aku berhasil dapetin kerjaan yang mewujudkan dua cita-citaku itu, jadi wanita karier plus guru. Jujur hal ini baru aku sadari saat aku beranjak meninggalkan kantor lama itu. Meskipun bukan guru dalam arti sebenarnya, tapi saat itu aku memerankan sebagian dari tugas guru, berdiri di depan kelas, menjelaskan instruksi pada sekelompok orang dan mengoreksi hasil kerjaan mereka. Setelah lepas dari tugas-tugas di kelas itu aku kembali ke ruangan dan bekerja layaknya wanita kantoran lainnya, duduk di kursi kantoran ber-roda, ruangan ber-AC, seragam model blazer, meja dengan komputer dan telepon kantoran. Smapai akhirnya aku meninggalkan kerjaan tersebut, dan hanya menjadi wanita karier.

Bukan suatu kebetulan, kalau aku berhasil menjadi apa yang pernah aku cita-citakan itu, meskipun mungkin cita-cita aku dulu kurang spesifik seperti teman-teman lain yang mau jadi dokter, arsitek, dll. Cukup wanita karier, tp ternyata aku berhasil menjadi wanita karier yang berbeda, bukan cuma wanita yang kerja di kantoran, tapi wanita yang bekerja di kantor dengan suatu hal lain.

Well.. ternyata cita-cita masa kecil itu bukan sekedar omongan asal anak-anak saja karena semua itu mungkin saja terwujud.

2 thoughts on “CIta-cita Masa Kecil

  1. Buku diary!!!
    Aku juga punya Wi!!! Pas SMA entah kenapa ga gitu jaman di Jambi… trus ilang, hiks… sedihnyaaaa…. Padahal dah banyak tuh foto temen2 di dalemnya….
    Jia You ya Wiiii😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s