It’s Really Indonesia


Akhirnya setelah 17 tahun tidak menginjakkan kaki di Taman Safari, akhirnya Senin kemarin aku ikut acara kantor ke Taman Safari di Puncak. Ada banyak sekali kejadian menarik selama di sana, salah satu atau salah dua dari kejadian tersebut adalah kejadian yang benar-benar Indonesia.

Yang pertama adalah asap rokok yang bertebaran dmn2. Setidaknya hawa seger puncak yg tadinya kita hirup berubah jd asap rokok yang baunya menganggu itu. Ini adalah awal gangguan dari benda bernama rokok karena setelah itu mereka masih tetap merokok walaupun sudah diingatkan bahwa tempat itu adalah daerah bebas asap rokok ataupun ada tulisan dilarang merokok. Kejadian yg sama jg terjadi pada tanda dilarang makan. Tetap saja ada orang yang makan meskipun di sampingnya ada tulisan dilarang makan. Lalu aku dan seorang temanku pun bertanya. Tandanya yg ga jelas apa mereka yg gak bisa baca.

Hal kedua yang menarik buat aku adalah toilet di seluruh Taman Safari yang musti bayar. Agak aneh memang, tempat umum, tempat wisata, tp toiletnya musti bayar. Apakah memang separah itu? Yang jelas tiket masuk taman safari itu 75rb per orang dewasa, dan berapa banyak rombongan yang datang ke tempat tersebut setiap harinya? Apakah pendapatan dari tiket masuk itu masih belum cukup untuk melakukan perawatan di seluruh toilet yang terdapat di dalam Taman Safari.

Hal lain yang juga menarik adalah saat melihat hewan2 itu diperlakukan di Taman Safari. Untuk membuat Gajah-gajah tersebut nurut dan bisa mempersembahkan pertunjukkan, gajah itu harus “dipecut” ataupun di beri reward berupa pisang-pisang. Saat melihat gajah itu “dipecut” terasa kurang berperikebinatangan. Belum lagi saat melihat Bayi macan putih berusia 8 bulan yang jadi objek foto bersama satwa. Macan tersebut terlihat begitu lelah dan tidak bersemangat, tetapi si petugas memukul dia dengan tongkat kecil untuk membuatnya terlihat segar lagi. Ternyata satwa-satwa tersebut berkorban untuk kita dengan cara yang kurang berperikebinatangan. dan ternyata kita menikmati itu semua sebagai hiburan.

Kejadian berikutnya adalah masalah buang sampah sembarangan. Meskipun ada begitu banyak tempat sampah disana dan ada banyak peringatan untuk membuang sampah pada tempatnya, tapi sampah betaburan dimana-mana. Lebih parah lagi, ada yang membuang sampah di tempat binatang. Ternyata orang Indonesia masih ada yang belum aware dengan lingkungan sekitarnya.

Satu hal menarik lainnya adalah Banjir. Indonesia termasuk salah satu negara yang terkenal dengan banjirnya. Umumnya yang mengalami banjir adalah daerah-daerah di wilayah yang lebih rendah, karena biasanya air mengalir dari atas ke bawah. Namun di Indonesia banjir bs terjadi di semua tempat. Bahkan, di Bandung dan PUncak yang termasuk dataran tinggi pun bisa kebanjiran. Di depan villa yang kami tinggalli, terendam air banjir yang cukup dalam dan cukup luas cakupannya. It’s really a warning for us to love our mother earth and save our environment.

Selain kejadian-kejadian di atas, selama perjalanan ini aku melihat seorang anak kecil yang terlihat begitu ceria dan bersemangat. Anak yang berbeda dari anak umunya, anak yang jadi korban dari masalah orang tuanya, tapi dia tetap ceria dan bersemangat. Jarang sekali ada anak kecil seperti ini, anak kecil yang cepat akrab dengan orang asing, anak kecil yang tidak malu-malu. Situasi dan kondisi kah yang membentuknya menjadi seperti ini? ataukah didikan dari orang terdekatnya?

Beginilah kisah dari perjalananku di Puncak beberapa hari ini. Beginilah sekilas pandang mengenai Indonesia dan tempat wisatanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s