Smile..


Dulu, waktu baru-baru masuk kerja, aku ikut salah satu training yang cukup diminati bnyk orang. Training ini bersifat self development, jadi bahasannya lebih ke diri kita sendiri. Hari itu kami membahas ttg kebaikan dari menyebarkan energi positif ke sekeliling kita, salah satunya dengan senyuman. Senyuman dianggap sebagai pemberian paling murah yang membawa banyak manfaat besar. Dengan sebuah senyuman, segalanya bisa berawal. Saat itu aku hanya ikut tertawa saja mendengar cerita beberapa orang mengenai orang yang disenyumin tapi malah cuek dengan yang ngasih senyum. Waktu itu aku tertawa karena aku mengalami hal itu dengan beberapa orang yang pernah aku temui.

Hari ini, enam bulan berlalu sejak training itu, aku sudah merasakan apa yang orang2 tersebut rasakan enam bulan sebelumnya. Whew.. aku gak tau kenapa makin banyak orang yang mahal banget senyumnya, sampe2 aku pun menganggap mereka orang paling aneh sedunia. disenyumin bukannya bales kek, malah kaya orang ga ngeliat ada orang lewat n nyapa dia. Di enam bulan yang lalu itu pun aku memulai menyapa orang yang setengah aku kenal (coz dibilang uda kenalan jg blm, tp dibilang gak kenal ya kenal jg). Aku juga ga tau kenapa niat banget nyapa orang ini, mungkin cuma karena ngerasa pernah kenal n pernah ngomong ama dia, tapi sekali dua kali di senyumin, orang ini ga pernah senyum balik. akhirnya aku mutusin utk ga senyumin dia lagi sampe suatu hari dia nyapa aku duluan, dan setelah itu ga ada sapa2an lagi. Beberapa bulan setelah itu, dia mengejutkan aku lagi dengan basa-basinya ngajak ngobrol yang berlanjut jd obrolan santai dan sampai hari ini kami akhirnya jadi sapa-sapaan.

Orang kedua itu baru beberapa bulan ini aku “setengah kenal”, dia pun sama seperti orang pertama tadi. Aku memang gak pernah mencoba untuk menyapa dia meskipun sudah seringkali kami berpapasan. Sesekali aku reflek menyapa dia, tapi dia dengan gaya cueknya terus saja berjalan seperti ga liat orang. Whew.. the other abnormal..😀 Hari ini, lagi-lagi aku secara reflek  memanggil namanya untuk suatu keperluan lain. Guess what? setelah panggilan itu pun berlanjut dengan sapaan-sapaan yg lain.

Orang ketiga buatku adalah orang yang paling unik karena menurutku dia hanya mau bicara dengan orang-orang tertentu. Lagi2 seringkali sapaan-ku hanya diacuhkan saja dan berjalan seolah tidak ada orang yang menyapanya. Suatu hari, beberapa bulan yang lalu dia mengajakku bicara tanpa menyebut namaku, kira2 seperti ini, ” eh.. bla.. bla.. ” “Buset dhe ni orang ga menghargai orang banget sih, gini2 g orang jg kali” kira2 beginilah yang terbersit dalam bayanganku saat itu. Hari ini, beberapa bulan setelah itu, kami sudah saling bertegutr sapa.

Sebenarnya masih ada 2 orang cuek lagi yang aku temui, yang satu itu entah kenapa tidak pernah membalas sapaanku, padahal dia bisa begitu sumingrahnya saat melihat orang lain yang saat itu ada di sebelahku. Aku pun tidak pernah merasa ada dendam apa2 dengannya. Sampai saat ini sapaanku masih mental tanpa tanggapan. Orang yang satunya lagi mungkin tipikal orang cool yang bersifat introvert. Kasusunya kurang lebih mirip dengan orang pertama, aku memang tidak pernah memulai untuk menyapanya, tapi semua orang penasaran knp dia begitu dingin. Setelah beberapa kali sapaan yang mental, aku memutuskan untuk tidak menyapa orang ini lagi. Sampai akhirnya kemarin, kami mau tidak mau harus saling bersapa.

Well..  cerita ini mengingatkan aku akan ungkapan, “treat them as u want them to treat u.” Aku pun sudah membuktikan dengan senyuman menjadi sapaan bahkan obrolan. Kalau kita mau disapa balik, ya kita jg musti ramah ama orang itu. Ga perduli disapa balik atau enggak, suatu saat pasti akan ada hasilnya. hehe..

Just a lil’ note to share..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s