Sometimes life would be so amazing


Tampak bermaksud jadi spoiler atau sejenisnya, aku cuma pengen sharing tentang film Growns up yang baru aja diputar di bioskop ini. Meskipun genre dr film ini adalah drama komedi, tapi film ini bisa dibilang meaningful. Film ini menceritakan bagaimana kehidupan kita bisa menjadi begitu berbeda dengan orang-orang di sekitar kita meskipun kita tumbuh bersama. Dalam film ini diceritakan sekelompok tim basket yang bertemu lagi setelah mereka berpisah puluhan tahun. Mereka bertemu lagi lengkap dengan anggota keluarga mereka. Meskipun banyak yang tidak berubah dalam diri mereka, tp setidaknya kehidupan mereka sudah berbeda. Mereka bukan lagi anak SMP yang hobi bermain basket dan terlibat dalam tim yang sama. Mereka sudah memiliki kehidupan karir dan keluarga yang berbeda satu dengan yang lainnya, bahkan ada yang memutuskan untuk tidak berkeluarga. Masing-masing dari mereka memiliki kelebihan dan kekurangan dalam kehidupan yang mereka jalani. Bahkan yang tampak hampir sempurna pun ternyata juga memiliki hal yang disembunyikan. There is it! Nobody perfect!

Entah kenapa film ini begitu menginspirasi aku, terlebih lagi aku menonton film ini dengan seorang sahabat yang aku kenal sejak SD. Dan selama kami kenal, sudah banyak yang berubah dari kami, meskipun mungkin kami sebenernya masih tetap pribadi yang sama. Dan sekarang kami bukan lagi anak SD yang bebas main sepeda setiap sore. Kami sudah menjalani kehidupan yang begitu berbeda selama beberapa tahun terakhir dan sekarang kami sudah berada di jalan pilihan kami masing-masing. Keesokan harinya setelah aku menonton film ini, aku berkumpul bersama anak2 UPM yang setidaknya sudah menjadi bagian dari hari-hari aku selama di bangku kuliah. Tidak terasa setahun hampir berlalu sejak aku dan teman-teman seangkatanku resmi dinyatakan sebagai sarjana. Kami tetap menjadi pribadi yang sama, tapi kami sudah memiliki kehidupan yang lain. Bukan lagi kehidupan refreshing di ruang sempit UKM, atau nunggu kelas dan rapat yang terlihat membosankan tapi ternyata hal itu menjadi angin segar bagi kami dari tugas-tugas kuliah yang memusingkan. Setidaknya saat kuliah, tidak ada yang pernah menyangka kalau kami menjadi kami yang sekarang.

Keadaannya tidak berbeda jauh dari yang ada di film tersebut, kehidupan jadi begitu penuh dengan misteri. Saat kita melangkah sekarang, kita tidak akan tahu akan ada dimana kita lima atau sepuluh tahun mendatang. Saat kita melihat kebelakang dan menyambungkan titik-titik kehidupan yang membawa kita berada di posisi kita sekarang, entah itu rasa bangga atau rasa sesal yang muncul, yang jelas semua itu sudah kita lewati dan menjadi kenangan yang tidak mungkin akan kembali. Mungkin lima sampai sepuluh tahun yang lalu aku bahkan tak pernah berpikir untuk kuliah di Atma mengambil fakultas psikologi. Mungkin di awal aku masuk UPM, aku tidak pernah berpikir untuk bisa berdiri di depan anggota baru dan menjadi pembawa materi ataupun ketua acara pelatihan. Mungkin di saat di sekolah dulu aku tidak pernah terpikir kalau ternyata aku akan memiliki jaringan yang begitu luas seperti sekarang.

Kejadian beberapa hari itu membuat aku berpikir kalau selama beberapa tahun terakhir ini sudah banyak hal yang aku alami. Entah itu senang, sedih, membanggakan ataupun menyebalkan, yang jelas semua itu sudah membawa aku berada di posisi aku sekarang. Mungkin keadaan aku yang sekarang belum sepenuhnya seperti apa yang aku inginkan, masih banyak yang ingin aku raih dan ingin aku miliki. Tapi setidaknya aku sudah seharusnya bersyukur atas apa yang aku miliki sekarang dan apa yang sudah aku lewati selama beberapa tahun ini. Selain itu, aku selalu belajar untuk tidak menyesali apa yang sudah aku putuskan karena aku yakin keputusan yang hasilnya tidak baik sekalipun tetap bisa membuat aku belajar suatu hal yang baru.

That’s why I wanna say that life would be so amazing if we enjoy every single thing in my life. Just enjoy ur life and believe that it’ll bring u to the next best thing. Love everything that u do, do it with all ur heart.

2 thoughts on “Sometimes life would be so amazing

  1. film ini menurut g sih ga tralu lucu heheh.. tp emang meaningful terutama untuk kita2 yg udah misah ama temen2 masa kecil *halah* :p

    ada 1 scene yg membuat gw tersentuh pas nonton film ini. sewaktu dapet kabar pertama kali bahwa coach meninggal, tokoh yg diperankan adam sandler mencari2 anak perempuannya yg masih kecil. ternyata si anak perempuan ada di dalam mobil dan dia kurang lebih bilang begini ke ayahnya:

    “I’m sorry dad. You said that we can find way with the GPS. Then I try to find where heaven is.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s