Potret Buram Transportasi Umum Jakarta


Hari kedua puasa, menjelang waktu berbuka..

Aku masih di dalam bus Transjakarta dari Citraland menuju Harmoni. Antrian di Halte Jelambar memang tidak seramai biasanya, tetapi durasi kedatangan bus yang lama membuat aku menunggu cukup lama. Beruntung aku akhirnya mendapatkan bus yang kosong, setidaknya masih ada beberapa kursi kosong dan aku bisa duduk di salah satu kursi itu. Tidak disangka, sepanjang jalan Roxy sampai ke Harmoni itu padat merayap. Jujur aku cukup tersiksa di dalam bus itu, orang yang duduk di kiri kanan-ku cukup membuat aku sesak napas dan kepalaku pusing. @.@ Halte Harmoni tadi amat sangat padat sekali terbukti dengan berhentinya bus ngantri nurunin penumpang.

Akhirnya terbuka juga pintu bus itu, tapi aku begitu terkejut saat melihat halte Harmoni yang gelap gulita dan dipenuhi orang-orang. Sesekali terdengar orang-orang berteriak, meneriaki petugas bus transjakarta, apa yang mereka teriaki pun tidak jelas. Hanya saja halte yang gelap membuat suasana semakin kacau, belum lagi ada beberapa orang yang tampak kesal karena tidak bisa lewat sampai-sampai mereka melompati pagar pembatas ataupun tali pembatas. Jujur aku benar-benar bingung gimana cara jalan ke antrian arah kota karena sekeliling aku dipenuhi orang-orang yang sebagian juga seperti kebingungan mau jalan lewat mana. Setelah keadaan sedikit terkendali, aku pun memutuskan untuk jalan menuju antrian yang ke arah kota, tentunya dengan perjuangan yang cukup keras. jalur 1 orang diisi dengan orang dari 2 arah berbeda. dorong2an bin desek2an plus sikut2an.. Antrian arah kota pun tetap tidak bersahabat, plus udara juga sudah mulai tidak bersahabat karena semakin pengap. Para petugas busway pun baru kelihatan lagi, entah dari mana datangnya mereka.

Well, aku pun memutuskan untuk keluar dari halte dan mencari angkutan lain di luar sana. Pilihannya cuma dua angkot atau taksi. Jam buka puasa, sore2 pulang kerja, angkot jarang ada yg kosong, kalopun kosong pasti ngetem. Ditambah sisa-sisa trauma dicopet awal taon ini, akhirnya aku mutusin untuk naek taksi aja. Ternyata nyari taksi juga lumayan lama, so aku jadi mondar-mandir di depan carefour Duta Merlin dhe.

Beginilah potret transportasi umum di Jakarta. Busway yang tadinya diharapkan jadi pengurang kemacetan, pada kahirnya jadi pemicu kemacetan. Rasanya semua cara yang dilakukan pemerintah untuk membenahi angkutan umum di Jakarta tidak akan menjadi efektif kalau keamanannya belum bisa dijamin.  Masih banyak masyarakat yang lebih memilih bayar parkir 10-20ribu daripada harus bertaruh nyawa atau kehilangan barang2 lainnya di angkutan umum.

Hari ketiga di bulan puasa, Metro Mini jurusan stasiun Kota. Seperti biasa, yang namanya Metro Mini itu ada pengamennya. Ini merupakan kali kedua aku naek metro mini itu dari kantor pusat bersama temanku. Tapi ini sudah kali kesekian kalinya aku naik bus itu dari arah yg sama, tapi aku tidak pernah ketemu dengan pengamen ataupun semacamnya. Belum lagi pengalaman kami sebelumnya selama kuliah, naik salah satu bus patas arah Jatinegara yang terkenal bus paling rawan. Selama kami naik bus “ajaib” itu, kami tidak ketemu dengan pengamen-pengamen aneh yang memaksa untuk dihargai. Bagaimana aku bisa menghargai mereka kalau mereka sendiri tidak menghargai kami. Rasanya orang yang aku temui tadi itu jauh lebih pantas dibilang preman daripada pengamen. AKu jauh lebih menghargai pengamen yang berjiwa seniman, yang mengekspresikan dirinya dan bakat nyanyinya untuk sesuap nasi daripada mereka yang berjiwa preman dan maksa ngamen. Aku yakin, ini salah satu alasan kenapa mereka yang memiliki dana lebih memilih untuk naik kendaraan pribadi daripada harus naek angkutan “ajaib” yang bisa membahayakan kantong kita bahkan nyawa kita.

Well.. Ini cuma sekilas perjalanan ku  dalam 2 hari ini. tentunya masih ada banyak moda transportasi umum di Jakarta yang tentunya memiliki ke-“ajaib”-annya masing-masing.

2 thoughts on “Potret Buram Transportasi Umum Jakarta

  1. menariknya adalah, walaupun di bulan Ramadhan ini, ternyata perilaku berkendara tidak mengalami perubahan 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s