What happened in Jakarta recently?


Beberapa minggu terakhir ini  ada beberapa kejadian yang sempat menghebohkan Jakarta. Yang pertama itu jelas saja kasus Video mirip Ariel dan beberapa artis lainnya. Kasus yang akhirnya heboh sampai ke semua jenjang usia, kasus yang membuat para pendidik kewalahan, kasus yang membuat perkantoran sibuk dengan download-download-an mendadak, dan yang paling parah kasus ini melebihi kepopuleran berita menjelang Piala Dunia. Yang kedua itu adalah Bus Transjakarta yang memisahkan antrian laki-laki dan perempuan sebagai akibat adanya pelecahan seksual di dalam antrian. Yang terakhir adalah dimulainya Piala Dunia, perhelatan akbar 4 tahun sekali yang mempertemukan “jago-jago” bola di seluruh dunia.

Lalu apa yang mendorong aku memborong topik ini dalam satu blog? Hal ini tidak lain adalah akibat terlalu banyaknya kejadian yang ingin aku tulis dan aku ceritakan ulang di blog ini. Seperti yang pernah ditulis dalam blog salah seorang teman, begitu banyaknya kejadian yang ada di Jakarta, sehingga belum sempat menulis satu, sudah ada lagi kejadian lain yang juga menarik untuk ditulis. Begitu pula yang aku alami sekarang.

Kasus video  yang mulai muncul minggu kemarin, akhirnya di minggu ini sudah mulai masuk ke kepolisian. Ketiga artis terduga bersalah mulai menghadap kepolisian, respon mereka pun berbeda-beda. Ada yang mengaku, ada juga yang tetap menjaga citranya. Namun, meskipun ada yang tetap menjaga citranya, namanya di dunia hiburan mulai disingkirkan oleh masyarakat. Tindakannya ini justru membuat masyarakat tidak lagi simpatik padanya. Rasanya judgement masyarakat dalam kasus ini seharusnya sudah jadi hukuman bagi mereka atas tersebarnya video tersebut. Selain masyarakat, ada juga wartawan yang ikut heboh akibat adanya kasus ini. Seperti kasus-kasus lain pada umumnya, kasus ini pun semakin heboh karena adanya pemberitaan wartawan. Satu hal yang menarik perhatianku adalah wartawan yang menutut Ariel karena kameranya patah saat Ariel berusaha menghindar dari wartawan tersebut. Kejadian ini menunjukkan betapa wartawan tersebut tidak memiliki simpati pada Ariel yang sedang tertimpa “musibah” dan menurutku sudah sewajarnya Ariel emosi dan mana tahu malah mematahkan sebuah kamera. Tanpa maksud untuk membela Ariel, aku rasa akan jauh lebih manusiawi jika wartawan tersebut dapat memaklumi perilaku Ariel yang menghindari wartawan dan bukan malah menuntutnya atas patahnya kamera.  “Ariel kan juga manusia”. Meskipun statement ini pasti akan dikomentari banyak orang. “Kalo dia manusia, kok kelakuan kaya b*n**a*g?” Hehe..

Hum.. ngomong2 soal kelakuan ky b*n**a*g, di antrian busway pun ada orang yang bertindak kurang senonoh sampai2 mengundang para petinggi angkutan umum itu menerapakn kebijakan baru, pemisahan antrian pria dan wanita. Kebijakan yang akhirnya sama sekali gak guna, kebijakan yang akhirnya dilanggar juga saat jam2 padat, padahal sumber dari masalah ini justru terjadi saat jam2 padat. Whua.. mau jadi apa Jakarta? Padahal mungkin harusnya ada alternatif solusi lain yang bisa dicari oleh mereka, tapi kenapa akhirnya solusi yang dipilih ini malah solusi yang gak banyak membantu. Rasanya perlu ada kebijakan lain yang dipikirnkan oleh pemerintah terkait dengan perbaikan tranportasi masal di Jakarta dalam rangkan mengurangi kemacetan yang rasanya semakin parah.

Fenomena berikutnya yang ramai diperbincangkan beberapa hari terakhir adalah Piala dunia yang “mandul gol”. Hum.. ada banyak protes sehubungan dengan hasil2 yang diraih tim2 unggulan di Piala Dunia kali ini. Ada banyak kekecewaan dan ketidakpuasan dari para pecinta bola di seluruh dunia. Hampir semua tim yang diunggulkan, tidak berhasil mengumpulkan gol2 cemerlang.  Banyak yang merugi karena kalah “pasang”. Di saat seperti ini harusnya membuat kita berpikir bahwa tidak selamanya yang unggul itu selalu menang. Setidaknya sebelum sebelum babak penyisihan grup ini berakhir, para pecinta bola masih mengharapkan ada keajaiban terjadi.

This was What happen in Jakarta recently.. ^^

2 thoughts on “What happened in Jakarta recently?

  1. Hahahaha… kayak wartawan aja Wi,
    “Sekian laporan saya mengenai apa yang terjadi di Jakarta akhir-akhir ini.” Hahahaha….
    Btw, antrian di busway dipisah, di dalem busway bukannya nyampur lagi??

    1. Haha.. iya Van.. lupa ditambahin bawahnya.. “Happy bday Jakarta!!”

      Iya tadinya di bus juga dipisah. cewe di depan, cowo di belakang. cm akhirnya nyampur jg klo lg rush hour.. antriannya jg sama ky gt.. bener2 aneh.. mending jg busnya yg ditambahin..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s