Di atas langit masih ada Langit


Beberapa hari yang lalu, di tengah pikiran yang lagi “kemana-mana”, di saat sedang ingin meluangkan waktu untuk diriku sendiri, tiba-tiba ada sebuah telepon mengejutkan dr tmnku. Seorang teman yang lain sedang membutuhkan bantuan kami. Di saat sebenarnya aku juga sedang mencari seseorang untuk membagi isi pikiranku agar tidak meledak, tiba-tiba ada orang yang sepertinya membutuhkan telinga ini dan otomatis mengisi otakku dengan ceritanya. Satu hal ironis yang rasanya begitu sulit kuhadapi. Meskipun sebenarnya orang itu tidak benar-benar membutuhkan telingaku, tapi terlihat dengan jelas kalau yang dia cari adalah seseorang yang mau meluangkan waktu untukknya. Aku pun perlahan-lahan mengulurkan tanganku utk dia raih. Tak disangka, selama hampir 2 jam itu, aku disibukkan dengan proyek pertolongan ini, niatku ingin meluangkan waktu utk diri sendiri sambil membagi isi pikiranku dengan seseorang pun batal kujalankan.

2 jam pun berlalu, setelah aku meyakinkan diriku dan beberapa orang lain kalau semua akan baik-baik saja, akhirnya aku mengobrol dengan temanku. Menceritakan betapa berterima kasihnya aku pada kejadian barusan. Setidaknya kejadian barusan membuatku tidak larut dalam kepenatan pikiran yang kurasakan saat itu. Kejadian barusan membuat pikiranku sibuk dan tidak ada lagi kesempatan untuk berlarut-larut dalam kepenatan itu. Rasanya lega aja pas tau ternyata ada kejadian yang lebih tidak menyenangkan daripada yang menganggu pikiranku. Aku juga bersyukur ternyata aku masih diberi kesempatan untuk membantu orang lain disaat aku sebenarnya juga sedang membutuhkan uluran tangan orang lain. Mungkin kalau setelah menerima telepon pertama dari temanku, akau memilih untuk cuek dan fokus pada diriku sendiri, aku mungkin tidak akan tau kalau ternyata ada orang yang lebih kurang beruntung daripada aku. Kalau aku seharusnya bersyukur karena aku masih bisa menikmati hari-hari aku seperti orang-orang lain.

So, ga salah kalau ada pepatah yang bilang “Kebahagiaan itu bkn di cari, tapi kita sendiri lah yang menciptakan kebahagiaan itu.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s