过春节


过春节

过春节 yang selama ini lebih aku kenal dengan kuo nyan (istilah dalam dialek tertentu dalam bahasa Mandarin). Sekitar 5 tahun yang lalu saat aku mulai belajar bahasa Mandarin aku akhirnya lebih senang menyebutnya dengan 过春节(guo chun jie) yang artinya kurang lebih adalah merayakan perayaan musim semi. Saat mengucapakan kepada orang-orang pun aku lebih senang mengucapkan 恭喜新, 恭喜发财 (gong xi xin chun, gong xi fa cai) daripada 恭喜新年 (gong xi xin nian) karena menurutku lebih pas artinya.

karena menurutku lebih pas artinya.

Dari tahun ke tahun semenjak aku bisa mengingat sampai saat ini, selalu ada perubahan-perubahan kecil dalam merayakan perayaan yang lebih sering disebut orang sebagai Tahun Baru Imlek. Tradisi baju baru dan semua baru, tradisi kumpul2 sampai berbagai macam larangan yang dianggap tabu untuk dilakukan di hari tersebut. Semuanya seperti terekam begitu jelas sampai akhirnya seiring dengan bertambahnya usia, aku semakin tahu banyak tradisi, kebiasaan, dan hal-hal lain yang berhubungan dengan Imlek, termasuk sejarah Imlek di Indonesia dari masa ke masa. Setidaknya kami, para warga keturunan di Indonesia sekarang tidak perlu lagi ngumpet-ngumpet untuk merayakan tradisi ini. Bahkan anak-anak sekolah pun tidak perlu memusingkan untuk bolos sekolah karena Imlek. Saat Imlek masih menjadi hari libur fakultatif, aku sempat merasakan masuk sekolah di saat Imlek, meksipun hanya masuk setengah hari. Aku pun sudah tidak terlalu ingat detail peristiwa saat itu, sepertinya saat itu kami sibuk mencari seragam baru hanya untuk tetap merasakan menggunakan pakaian baru di saat Imlek.

Tumbuh sebagai seorang keturunan dan tinggal di daerah China Town dan bersekolah di sekolah yang mayoritas etnis keturunan, membuat aku dikenal sebagai orang yang “Cina banget” oleh teman-temanku di kampus, ditambah pengalamanku setahun di Beijing yang membuat aku semakin mengenal budaya “Nenek Moyang”. Aku beri tanda kutip karena secara tidak langsung sebenarnya budaya Indonesia juga menjadi budaya “Nenek Moyang” buatku karena aku lahir, besar, tinggal, dan berkebangsaan Indonesia. Untungnya keluargaku termasuk warga keturunan yang bertoleransi tinggi, mereka tidak pernah melarangku untuk bergaul dengan siapapun, mereka mengizinkan aku bergaul dengan siapapun dan orang dari etnis atau agama apapun selama itu tidak membawa pengaruh buruk padaku. Hal ini baru terasa manfaatnya di saat aku masuk kuliah di kampus yang sangat multi etnis.

Tahun ini, dan beberapa tahun sebelumnya, Imlek sudah menjadi hari libur nasional, banyak orang sudah bisa merayakan hari raya ini, bahkan mereka yang bukan warga keturunan pun juga ikut merasakan gegap gempita dan pesta diskon sehubungan dengan perayaan ini. Setidaknya Imlek yang tadinya dirayakan dengan sembunyi-sembunyi, akhirnya bisa menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di Indonesia secara luas. Anak-anak pun tidak hanya mendengar kisah tentang Imlek dari orang tua saja. Tapi ada banyak sumber yang dapat mereka akses untuk mengetahui seluk beluk tentang perayaan ini. Semuanya ini benar-benar suatu berkah yang patut disyukuri. Semoga semangat pluralisme ini tetap terus terjaga, dan Imlek yang dijadikan libur nasional ini merupakan salah satu symbol pluralisme di Indonesia.

恭喜新春

希望这新的一年我们能好好过

顺顺利利的

平平安安的

键键康康的

让我们一起印节新的好日子

Happy Chinesse New Year

Wish prosperity, peace, and health

Let’s welcoming a new good beginning

Cheers ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s