Perkara Sakit Hati


Siapa pernah dijanjikan sesuatu tetapi tidak ditepati? Mulai dari hal sepele sampai pada hal yang sangat penting, yang pasti yang namanya manusia hidup, ada aja kemungkinan untuk janji yang tidak ditepati itu. Lalu apa rasanya kalau kita uda berharap tapi nyatanya janji itu tidak ditepati? Lalu apa jadinya kalau hal itu terus berulang? Aneh.. Tapi ini nyata.

Tulisan ini cuma ingin membagi kisah betapa ironisnya dunia kerja kita. 2 bulan ini aku terlibat dengan kegiatan recruitment di sebuah perushaan dengan kebutuhan tenaga kerja yang jumlahnya cukup banyak untuk memenuhi usaha mereka yang juga sangat banyak. Bertumpuk2 CV lama dan ber-ratus2 CV baru di internet tak pernah absen aku dan tim-ku sortir. Dan merekalah yang akhirnya menjadi sasaran kami utk di telepon. Mereka pulalah yang berjanji akan datang memenuhi panggilans psikotest. Namun, mereka pula yang membuat aku kecewa. Kalau di psikologi, ada istilah numbing effect sbg efek dari suatu hal yang dirasakan terus menerus secara berulang-ulang yang menyebabkan orang ybs kebal terhadap hal tersebut. Mungkin hal ini juga yang aku rasakan saat mendegar janji-janji mereka setelah ini. Suatu hal yang membuatku bepikir semua ini sangat ironis adalah saat aku mendengar cerita teman-temanku yang sangat menanti2 pangilan untuk lamaran yang sudah mereka kirim. Lalu mengapa orang-orang yang sudah dipanggil itu malah menyia-nyiakan kesempatan yang ada untuk mereka. Kalau orang bilang cari kerja susah, aku bisa bilang cari orang untuk kerja jauh lebih complex dari itu. Bukan mengeluh, tapi kuanggap ini sebagai tantangan. tantangan yang harus membuatku berpikir kreatif dalam mengatasi masalah ini.

Hm.. Kejadian ini membuatku teringat kalau selama ini aku sangat sering menganggap omongan temanku sebagai janji. janji nonton bareng, janji pinjem ini, pinjem itu, janji pergi bareng, janji mau telepon lagi, janji mau ngajarin, dll, dkk. Sampai saat  ini pun aku tidak tahu, janjikah itu atau hanya ucapan sekedarnya dari mereka biar terkesan orang baik-baik. Sama halnya dengan para pelamar itu yang mau terkesan baik di depan orang yang akan menerima mereka bekerja. Well, aku jg g tau knp kadang aku gampang banget menganggap omongan orang sebagai janji dan akhirnya mengerutu sendiri saat si “pengucap” tidak memenuhi janjinya itu.

2 thoughts on “Perkara Sakit Hati

  1. Yaahh gitulah ping, kadang di dalam hidup gak semua terjadi sesuai dgn yg kita inginkan.. Di sisi lain, setiap orang punya permasalahannya sendiri2. Mungkin ada alesan tersendiri kenapa mereka malah memilih untuk menyia2kan kesempatan yang ada.. Mungkin temen2 lo gak menganggap kata “janji” se-penting yang lo anggap.
    Apapun itu, balik lagi.. kita gak bisa mengharapkan semua terjadi sesuai keinginan kita.. Hehe..
    Just understand them and be a good friend for them whatever happens, love them as they are ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s